Kapolri ajak redam konflik Pemilu dengan deklarasi damai
Jumat, 14 September 2018 - 07:48 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Kapolri Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional dalam rangka mewujudkan pengamanan Pemilu 2019, di Auditorium PTIK, Kamis (13/9). Sumber foto: https://bit.ly/2QuwmTc

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta masyarakat membantu meredam konflik saat Pemilu 2019. Kapolri mengimbau ada deklarasi-deklarasi Pemilu damai.

“Namanya juga demokrasi ibarat mesin, dia harus panas, tapi jangan terlalu panas. Maka ada cooling down. Itu harus diaktifkan. Polri, TNI, ASN, Ormas, tokoh-tokoh yang peduli untuk tidak terjadi konflik. Kita dorong keluarkan narasi, keluarkan statement deklarasi Pemilu damai,” kata Kapolri dalam amanahnya saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional dalam rangka mewujudkan pengamanan Pemilu 2019, di Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Untuk Pemilu yang aman dan lancar, Kapolri juga mengingatkan kepada jajarannya untuk tetap netral dalam Pemilu. Seperti, polisi tidak boleh berfoto dengan peserta Pemilu.

“Pilkada juga kita buat maklumat, Panglima keluarkan maklumat, Kapolri keluarkan maklumat, ada sanksi. Tidak boleh berfoto dengan pasangan calon, misalnya. Ikut kampanye dan lainnya. Sanksi bisa dimulai dari teguran demosi sampai dipecat,” jelas Kapolri, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Sementara untuk masalah pengamanan, Kapolri mengatakan bahwa TNI dan Polri telah membuat kesepakatan bersinergi. Hal ini guna menciptakan Pemilu yang nyaman. 

Selama pengamanan Pemilu atau Operasi Mantap Brata, TNI-Polri akan operasi gabungan. Jajaran TNI-Polri di daerah akan turun bersama.

“Polri dan TNI rapatkan barisan sebagai dua komponen penting bangsa ini. Apalagi, Polri dan TNI tidak punya hak pilih. Kita harap bisa maksimalkan pengamanan agar pesta demokrasi ini jadi pesta untuk rakyat, untuk memilih wakil,” ucap Kapolri.

“Bagaimana kita buat rencana operasi bersama. Sinergi kewilayahan bersama Polda, Kodam, Korem. Membuat rencana operasi bersama, simulasi,” imbuhnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:16 WIB
Elshinta.com -Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara apel gelar pasukan tiga pilar plus berte...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:53 WIB
Elshinta.com -Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang, Sumatera Barat Dorri Putra men...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:28 WIB
Elshinta.com -Distribusi logistik khususnya surat suara Pemilu 2019 ke Kabupaten Sukoharjo mela...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:03 WIB
Elshinta.com - Hari ini, Selasa (26/3) komisioner KPU RI, Pramono Ubay melakukan pantauan ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 13:34 WIB
Elshinta.com -Banyaknya surat suara yang ditemukan rusak pada saat pelipatan dan pensortiran, K...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:39 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan golput itu haram. Masyarakat ...
Senin, 25 Maret 2019 - 16:36 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan masyarakat harus menggunakan hak p...
Senin, 25 Maret 2019 - 15:38 WIB
Elshinta.com - KPU Kota Malang batalkan keikutsertaan dua partai politik di Pemilu 2019. ...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:46 WIB
Elshinta.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta para anggota Pelajar...
Senin, 25 Maret 2019 - 11:04 WIB
Elshinta.com - Pemilu Serentak 2019 akan berlangsung kurang dari sebulan lagi. Namun, Bawa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)