Minggu, 18 November 2018 | 14:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Koalisi Prabowo-Sandiaga usulkan perubahan metode debat capres-cawapres

Jumat, 14 September 2018 - 08:10 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sumber foto: https://bit.ly/2OUmm4R
Pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sumber foto: https://bit.ly/2OUmm4R

Elshinta.com - Koalisi pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan perubahan metode debat capres-cawapres, karena metode debat yang selama ini dilakukan dinilai kurang efektif dalam mengeksplorasi ide dan gagasan pasangan calon.

"Salah satu tahapan yang menurut kami penting adalah mengubah model debat kandidat," kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan di Rumah Pemenangan PAN di Jalan Daksa, Jakarta, Kamis (13/9) malam.

Menurut koalisi Prabowo-Sandiaga, selama ini metode debat capres-cawapres dilakukan layaknya lomba cerdas cermat, pemaparan visi-misi dibatasi waktu, padahal penjelasan terkait urusan negara yang akan dilakukan paslon ketika terpilih tidak bisa dibatasi waktunya.

Karena itu, jelas Hinca, koalisi Prabowo-Sandiaga mengusulkan waktu satu jam pada masing-masing paslon untuk menjelaskan visi-misi dan program-program yang akan dilakukan lima tahun ke depan.

"Hal itu akan lebih memudahkan masyarakat pemilih untuk bisa menentukan siapa kandidat terbaik yang akan dipilih," ujarnya.

Hinca mencontohkan terkait ekonomi, ketahanan energi, soal lapangan kerja, penjelasan secara komprehensif dari paslon akan membuat rakyat mengetahui secara penuh apa jalan pikiran para kandidat tersebut.

Hinca menegaskan, koalisi Prabowo-Sandiaga menolak tontonan cerdas cermat dalam debat capres-cawapres, dan pekan depan pihaknya akan merinci terkait usulan tersebut.

"Sehingga sebelum KPU menetapkan kapan debat, materi dan lain-lain maka pihaknya akan minta KPU untuk menghapus metode debat yang lama," katanya.

Seperti dikutip dari Antara, Hinca menilai bagi orang yang memiliki logika demokrasi yang baik maka akan menerima usulan perubahan metode debat itu karena waktu kampanye selama tujuh bulan belum mencukupi untuk menyampaikan secara penuh terkait visi misi dan pemikiran paslon. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:50 WIB

Wali Kota ajak masyarakat waspada DBD

Musibah | 18 November 2018 - 13:39 WIB

Tagana diminta petakan daerah rawan banjir

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:29 WIB

Menhub RI tutup Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Tangerang

Pembangunan | 18 November 2018 - 13:19 WIB

Rohidin ajak seluruh masyarakat bahu-membahu membangun Bengkulu

Aktual Luar Negeri | 18 November 2018 - 12:52 WIB

Militer Rusia: 18 prajurit Suriah tewas dalam serangan oleh gerilyawan

Kriminalitas | 18 November 2018 - 12:24 WIB

Polisi ringkus WNA transaksi narkoba di perbatasan

Elshinta.com - Koalisi pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan perubahan metode debat capres-cawapres, karena metode debat yang selama ini dilakukan dinilai kurang efektif dalam mengeksplorasi ide dan gagasan pasangan calon.

"Salah satu tahapan yang menurut kami penting adalah mengubah model debat kandidat," kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan di Rumah Pemenangan PAN di Jalan Daksa, Jakarta, Kamis (13/9) malam.

Menurut koalisi Prabowo-Sandiaga, selama ini metode debat capres-cawapres dilakukan layaknya lomba cerdas cermat, pemaparan visi-misi dibatasi waktu, padahal penjelasan terkait urusan negara yang akan dilakukan paslon ketika terpilih tidak bisa dibatasi waktunya.

Karena itu, jelas Hinca, koalisi Prabowo-Sandiaga mengusulkan waktu satu jam pada masing-masing paslon untuk menjelaskan visi-misi dan program-program yang akan dilakukan lima tahun ke depan.

"Hal itu akan lebih memudahkan masyarakat pemilih untuk bisa menentukan siapa kandidat terbaik yang akan dipilih," ujarnya.

Hinca mencontohkan terkait ekonomi, ketahanan energi, soal lapangan kerja, penjelasan secara komprehensif dari paslon akan membuat rakyat mengetahui secara penuh apa jalan pikiran para kandidat tersebut.

Hinca menegaskan, koalisi Prabowo-Sandiaga menolak tontonan cerdas cermat dalam debat capres-cawapres, dan pekan depan pihaknya akan merinci terkait usulan tersebut.

"Sehingga sebelum KPU menetapkan kapan debat, materi dan lain-lain maka pihaknya akan minta KPU untuk menghapus metode debat yang lama," katanya.

Seperti dikutip dari Antara, Hinca menilai bagi orang yang memiliki logika demokrasi yang baik maka akan menerima usulan perubahan metode debat itu karena waktu kampanye selama tujuh bulan belum mencukupi untuk menyampaikan secara penuh terkait visi misi dan pemikiran paslon. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Minggu, 18 November 2018 - 07:56 WIB

PDIP optimistis Jokowi-Ma'ruf menang di Jabar

Minggu, 18 November 2018 - 07:17 WIB

Ma'ruf Amin berharap santri bisa jadi presiden

Sabtu, 17 November 2018 - 18:37 WIB

Perempuan kunci memenangi Pilpres

Sabtu, 17 November 2018 - 17:47 WIB

PDIP memulai kegiatan safari kebangsaan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com