Minggu, 18 November 2018 | 09:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Mantan anggota DPRD ditangkap karena diduga menipu

Jumat, 14 September 2018 - 10:25 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CGdnSr
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CGdnSr

Elshinta.com - Satuan Reskrim Polresta Pontianak meringkus seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan, Barat karena terkait kasus penipuan.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni di Pontianak, Jumat (14/9) mengatakan, bahwa mantan anggota DPRD itu, Sf, ditangkap karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan terhadap korban yang merupakan warga Kecamatan Pontianak Barat.

Tersangka Sf ditangkap pada Rabu (12/9) sekitar pukul 22.00 WIB, di rumahnya di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak. "Kasus ini berdasarkan adanya pengaduan korban yang merasa ditipu, di mana pelaku Sf telah menyewa satu unit mobil Toyota Innova Tipe G bernopol KB 1772 UL kepada korban pada Senin (26/6) tahun 2018 sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, setelah lewat satu bulan, mobil tersebut tidak dikembalikan Sf kepada korbannya," katanya, seperti dilansir dari Antara.

Ia mengatakan setelah berhasil ditangkap, Sf mengakui bahwa kendaraan yang ia sewa itu sudah digadaikannya kepada seseorang berinisial Iw sebesar Rp20 juta. "Dari keterangan itu, kemudian kami bersama anggota Polsek Mandor langsung mendatangi Iw dan berhasil menangkap dan mengamankan Iw beserta barang bukti. Kemudian Sf, Iw dan barang bukti langsung diamankan ke Mako Polresta Pontianak," katanya.

Husni menambahkan, hingga saat ini Sat Reskrim Polresta Pontianak terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Terhadap pelaku bila terbukti bersalah maka diancam pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancam hukuman maksimal empat tahun penjara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Satuan Reskrim Polresta Pontianak meringkus seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan, Barat karena terkait kasus penipuan.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni di Pontianak, Jumat (14/9) mengatakan, bahwa mantan anggota DPRD itu, Sf, ditangkap karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan terhadap korban yang merupakan warga Kecamatan Pontianak Barat.

Tersangka Sf ditangkap pada Rabu (12/9) sekitar pukul 22.00 WIB, di rumahnya di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak. "Kasus ini berdasarkan adanya pengaduan korban yang merasa ditipu, di mana pelaku Sf telah menyewa satu unit mobil Toyota Innova Tipe G bernopol KB 1772 UL kepada korban pada Senin (26/6) tahun 2018 sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, setelah lewat satu bulan, mobil tersebut tidak dikembalikan Sf kepada korbannya," katanya, seperti dilansir dari Antara.

Ia mengatakan setelah berhasil ditangkap, Sf mengakui bahwa kendaraan yang ia sewa itu sudah digadaikannya kepada seseorang berinisial Iw sebesar Rp20 juta. "Dari keterangan itu, kemudian kami bersama anggota Polsek Mandor langsung mendatangi Iw dan berhasil menangkap dan mengamankan Iw beserta barang bukti. Kemudian Sf, Iw dan barang bukti langsung diamankan ke Mako Polresta Pontianak," katanya.

Husni menambahkan, hingga saat ini Sat Reskrim Polresta Pontianak terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Terhadap pelaku bila terbukti bersalah maka diancam pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancam hukuman maksimal empat tahun penjara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Minggu, 18 November 2018 - 06:35 WIB

Seorang dokter meninggal diduga keracunan gas genset

Minggu, 18 November 2018 - 06:23 WIB

Puluhan motor curian ditemukan lagi di rusunawa

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com