Selasa, 13 November 2018 | 02:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Peluang

Mengintip bisnis katering yang tidak punya dapur katering

Jumat, 14 September 2018 - 15:07 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: https://bit.ly/2NISDxP
Sumber foto: https://bit.ly/2NISDxP

Elshinta.com - Bisnis kuliner memang selalu menggiurkan untuk dicoba. Karena makan merupakan kebutuhan dasar manusia, bisnis kuliner dengan aneka jenisnya pun nyaris tidak pernah mati. Bisnis kuliner tidak melulu soal membuat restoran atau rumah makan yang menyediakan menu-menu unik dan spesial. Namun, bisa juga menawarkan menu makanan sehari-hari yang mungkin bisa dibuat oleh semua orang. 

Beberapa tahun terakhir muncul layanan makan siang berlangganan yang memanfaatkan teknologi untuk menghubungkan konsumen dengan dapur katering. Layanan tersebut seperti Kulina, Berry Kitchen, Gorry Gourmet, PapaBento, Bebitang dan lain-lain. Segmentasi pasarnya adalah karyawan kantor di kota besar yang memiliki kesibukan tinggi namun ingin mengkonsumsi makan siang sehat dan bervariasi. 

Melalui website atau aplikasi, menu makan siang untuk beberapa hari ke depan ditampilkan dan konsumen bisa memilih menu yang mereka sukai. Mereka bisa memilih untuk memesan secara harian maupun bulanan kemudian membayarnya via transfer. Makanan pun akan datang pada hari  dan jam yang telah ditentukan. 

Bagi konsumen, mereka diuntungkan karena tidak perlu repot lagi keluar kantor untuk membeli makan siang. Selain itu, mereka juga mendapatkan makanan yang bervariasi dan yang pasti higienis. Sementara dari sisi bisnis cukup menarik karena layanan katering seperti ini umumnya justru tidak mempunyai dapur katering. Mereka lebih tepat diposisikan sebagai sebuah perusahaan teknologi yang menghubungkan dua pihak layaknya layanan ride sharing yang sudah berkembang lebih dahulu. 

Untuk menjaga kualitas makanan, layanan seperti ini umumnya mengkurasi terlebih dahulu dapur mitra yang akan diajak kerjasama. Sementara dalam operasionalnya, mereka memiliki tim quality control yang mendatangi dapur mitra sehari-hari. Fitur feedback mereka siapkan di website atau aplikasi sehingga kepuasan konsumen terhadap makanan yang diberikan dapat dievaluasi dengan baik. 

Fitur feedback yang sangat membedakan layanan katering berbasis teknologi ini dengan layanan katering konvensional. Komentar pelanggan baik dalam bentuk rating maupun ulasan menjadi bahan evaluasi untuk mencari tahu apa yang diinginkan oleh pelanggan. 

Selain untuk menampung feedback dari pelanggan, teknologi dalam jenis usaha ini juga berguna untuk menghubungkan lokasi pelanggan dengan katering terdekat. Hal ini tentunya berhubungan dengan ongkos pengiriman. Layanan katering berlangganan seperti ini bisa jadi ide bisnis untuk Anda atau bagi pemilik usaha katering bisa mencoba melakukan kerja sama dengan salah satu dari layanan itu. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Bisnis kuliner memang selalu menggiurkan untuk dicoba. Karena makan merupakan kebutuhan dasar manusia, bisnis kuliner dengan aneka jenisnya pun nyaris tidak pernah mati. Bisnis kuliner tidak melulu soal membuat restoran atau rumah makan yang menyediakan menu-menu unik dan spesial. Namun, bisa juga menawarkan menu makanan sehari-hari yang mungkin bisa dibuat oleh semua orang. 

Beberapa tahun terakhir muncul layanan makan siang berlangganan yang memanfaatkan teknologi untuk menghubungkan konsumen dengan dapur katering. Layanan tersebut seperti Kulina, Berry Kitchen, Gorry Gourmet, PapaBento, Bebitang dan lain-lain. Segmentasi pasarnya adalah karyawan kantor di kota besar yang memiliki kesibukan tinggi namun ingin mengkonsumsi makan siang sehat dan bervariasi. 

Melalui website atau aplikasi, menu makan siang untuk beberapa hari ke depan ditampilkan dan konsumen bisa memilih menu yang mereka sukai. Mereka bisa memilih untuk memesan secara harian maupun bulanan kemudian membayarnya via transfer. Makanan pun akan datang pada hari  dan jam yang telah ditentukan. 

Bagi konsumen, mereka diuntungkan karena tidak perlu repot lagi keluar kantor untuk membeli makan siang. Selain itu, mereka juga mendapatkan makanan yang bervariasi dan yang pasti higienis. Sementara dari sisi bisnis cukup menarik karena layanan katering seperti ini umumnya justru tidak mempunyai dapur katering. Mereka lebih tepat diposisikan sebagai sebuah perusahaan teknologi yang menghubungkan dua pihak layaknya layanan ride sharing yang sudah berkembang lebih dahulu. 

Untuk menjaga kualitas makanan, layanan seperti ini umumnya mengkurasi terlebih dahulu dapur mitra yang akan diajak kerjasama. Sementara dalam operasionalnya, mereka memiliki tim quality control yang mendatangi dapur mitra sehari-hari. Fitur feedback mereka siapkan di website atau aplikasi sehingga kepuasan konsumen terhadap makanan yang diberikan dapat dievaluasi dengan baik. 

Fitur feedback yang sangat membedakan layanan katering berbasis teknologi ini dengan layanan katering konvensional. Komentar pelanggan baik dalam bentuk rating maupun ulasan menjadi bahan evaluasi untuk mencari tahu apa yang diinginkan oleh pelanggan. 

Selain untuk menampung feedback dari pelanggan, teknologi dalam jenis usaha ini juga berguna untuk menghubungkan lokasi pelanggan dengan katering terdekat. Hal ini tentunya berhubungan dengan ongkos pengiriman. Layanan katering berlangganan seperti ini bisa jadi ide bisnis untuk Anda atau bagi pemilik usaha katering bisa mencoba melakukan kerja sama dengan salah satu dari layanan itu. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 12 November 2018 - 14:52 WIB

Tidak ada pedoman baku di social media marketing

Jumat, 09 November 2018 - 16:41 WIB

3 risiko bisnis peternakan ayam broiler

Rabu, 07 November 2018 - 18:35 WIB

Bisnis bukan hanya soal bakat

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com