Penelitian: Sebagian masyarakat belum mampu deteksi hoax
Jumat, 14 September 2018 - 11:03 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xbj7yp

Elshinta.com - Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa 44 persen masyarakat di Tanah Air belum mampu mendeteksi berita bohong atau hoax, sehingga banyak warga yang masih terpengaruh oleh berita tersebut, demikian riset yang dilakukan oleh DailySocial.id.

"Riset ini mencoba mendalami bagaimana distribusi berita bohong di platform digital dan menjadi referensi bagi pihak- pihak terkait untuk membantu menekan penyebaran hoax," ujar Pimpinan DailySocial.id, Amir Karimuddin, seperti dikutip dari Antara, Jumat (14/9).

Amir menambahkan, masih banyak warga yang belum mampu mencerna informasi dengan benar dan sepenuhnya, tetapi memiliki keinginan untuk segera membagikannya dengan yang lain, khususnya melalui laman sosial yang kita banyak gunakan saat ini. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil riset yang menyatakan bahwa 72 persen responden memiliki kecenderungan untuk membagikan informasi yang bagi mereka adalah penting dan tapi hanya sekitar 55 persen dari responden yang memverifikasi keakuratan berita.

Riset distribusi hoaks di media sosial 2018 memaparkan saluran terbanyak penyebar berita bohong dijumpai di media sosial yaitu di laman Facebook sebanyak 82 persen, disusul WhatsApp sebanyak 57 persen dan sebanyak 29 persen dari Instagram yang diambil dari 2032 responden yang menggunakan telepon genggam di penjuru Indonesia. Oleh sebab itu, Amir mengatakan bahwa hoaks adalah suatu permasalahan yang dihadapi masyarakat, media dan pemerintah saat ini.

"Salah satu cara yang dilakukan adalah memahami terlebih dahulu bagaimana persebaran hoax," ujar Amir Banyak pihak- pihak yang mencoba untuk menahan penyebaran berita bohong atau hoaks tersebut seperti pemerintah yang meregulasi melalui UU ITE dan pengembang platform berusaha menyediakan fitur pelaporan berita.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:35 WIB
Elshinta.com -Sedikitnya 10 Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Arutmin I...
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com -Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan 72,4 persen jalan di provinsi ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:43 WIB
Elshinta.com -Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama memberikan sanksi kepada ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Lembaga survei Indomedia Poll membongkar profil dan visi kebangsaan caleg-caleg ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Konsumsi elpiji non subsidi di wilayah DI Yogyakarta mengalami tren peningk...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (26/3) melakukan pemeri...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com -Bupati Majalengka, Karna Sobahi, resmi meluncurkan `Majalengka Raharja Quick Resp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Wakil Bupati Lumajang Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan orang yang mendapat...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Hakim Konstitusi Aswanto hari ini, Selasa (26/3) mengucapkan sumpah sebagai...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat kecewa atas sikap Uni Eropa dalam meng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)