Kamis, 20 September 2018 | 06:24 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BEM PTAI akan tabayyun kritisi pemerintahan Jokowi-JK

Jumat, 14 September 2018 - 11:04 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Jokowi-JK. Foto: Redaksi/Elshinta.
Jokowi-JK. Foto: Redaksi/Elshinta.

Elshinta.com - Momentum 4 tahun Jokowi-JK merupakan ajang untuk mengevaluasi, menagih, mendesak, dan menuntut hak-hak dan kewajiban pemerintahan sesuai yang tercantum di dalam visi misi yang dalam hal ini oleh Jokowi-JK dituangkan dalam program Nawacita. Berbagai survei sudah menunjukkan akan kepuasan dan kelemahan serta efektif atau tidaknya kinerja kabinet kerja Jokowi-JK dalam mengelola negara.

Beberapa hal yang menjadi sorotan 4 tahun masa pemerintahan Jokowi adalah terkait dengan nilai tukar rupiah yang melonjak dan memasuki angka 15.000 rupiah per dollar Amerika. Ada juga peningkatan harga BBM yang subsidinya dicabut sehingga pada akhirnya berdampak pada harga kebutuhan bahan pokok. Isu lain yang terkait adalah impor besar-besaran dan pengandalan hutang luar negeri yang dilakukan oleh masa Jokowi-JK.

"Kenaikan harga BBM, Dolar tak terbendung yang berimbas naiknya bahan pokok, hal inilah yang pada akhirnya mengakibatkan beberapa organisasi kemahasiswaan maupun kemasyarakatan melakukan demo aksi terhadap kebijakan pemerintahan saat ini. Akan tetapi, kami dari BEM PTAI akan melakukan tabayun, dan mencoba untuk meninjau ulang apa sebenarnya yang terjadi di dalam internal kepemerintahan Jokowi-JK," kata Perisidium Nasional BEM PTAI Jakarta, Nica Ranu Andika dalam rilisnya yang diterima Redaksi Elshinta.com, Jumat (14/9).

Maka dari itu, lanjut Nica Ranu Andika, berdasarkan uraian di atas, kami dari BEM PTAI Se-Indonesia menyatakan tidak ikut serta dalam aksi apapun. Juga termasuk organisasi-organisasi yang mengatasnamakan BEM PTAI.

"Jika ada organisasi maupun oknum yang mencatut nama BEM PTAI, maka dengan ini kami menyatakan bahwa hal tersebut bukan atas tanggung jawab BEM PTAI se-Indonesia," tegas Nicha Ranu Andika yang mewakili Presnas BEM PTAI se Indonesia.

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 20 September 2018 - 06:24 WIB

Machfud Arifin siap jadi tim kampanye Jokowi

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 06:16 WIB

16 ASN akan diberhentikan

Pemilihan Presiden 2019 | 20 September 2018 - 06:05 WIB

Hari ini koalisi Prabowo-Sandiaga daftarkan anggota Badan Pemenangan

Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 21:39 WIB

Dua paket misterius dari China buat heboh Bawaslu Sumut

Sosbud | 19 September 2018 - 21:12 WIB

Bubur Asyura, makanan khas penanda buka luwur Sunan Kudus

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com