Sabtu, 17 November 2018 | 02:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

KPK harap kepala daerah tegas pada ASN terlibat korupsi

Jumat, 14 September 2018 - 12:27 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK berharap kepala daerah lebih aktif melakukan tindakan tegas terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat kasus korupsi, misalnya dengan memecat ANS yang sudah divonis bersalah oleh pengadilan.

"Pejabat pembina kepegawaian termasuk kepala daerah yang paling mengetahui apa yang terjadi pada pegawai di lingkungannya," kata Febri dalam keterangannya, Jumat (14/9), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

KPK berharap kepala daerah membangun sistem pelaporan agar tindakan hukum yang dilakukan dapat terlaksana dengan cepat. Hal ini untuk mencegah terjadinya kasus ribuan aparatur sipil negara yang sudah divonis bersalah dalam kasus korupsi belum diberhentikan dari status PNS.

"Para kepala daerah perlu memperhatikan kondisi ini, agar dapat melakukan penegakan hukum yang konsisten dan tidak kompromistis dengan pelaku korupsi. Sesuai peraturan, para ASN yang telah divonis melakukan kejahatan jabatan seperti korupsi, maka harus diberhentikan tidak dengan hormat," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menandatangani surat keputusan bersama terkait pemecatan 2.357 PNS yang berstatus koruptor. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK berharap kepala daerah lebih aktif melakukan tindakan tegas terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat kasus korupsi, misalnya dengan memecat ANS yang sudah divonis bersalah oleh pengadilan.

"Pejabat pembina kepegawaian termasuk kepala daerah yang paling mengetahui apa yang terjadi pada pegawai di lingkungannya," kata Febri dalam keterangannya, Jumat (14/9), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

KPK berharap kepala daerah membangun sistem pelaporan agar tindakan hukum yang dilakukan dapat terlaksana dengan cepat. Hal ini untuk mencegah terjadinya kasus ribuan aparatur sipil negara yang sudah divonis bersalah dalam kasus korupsi belum diberhentikan dari status PNS.

"Para kepala daerah perlu memperhatikan kondisi ini, agar dapat melakukan penegakan hukum yang konsisten dan tidak kompromistis dengan pelaku korupsi. Sesuai peraturan, para ASN yang telah divonis melakukan kejahatan jabatan seperti korupsi, maka harus diberhentikan tidak dengan hormat," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menandatangani surat keputusan bersama terkait pemecatan 2.357 PNS yang berstatus koruptor. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com