KPAI dalami kasus anak mencuri viral di medsos
Elshinta
Jumat, 14 September 2018 - 12:15 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
KPAI dalami kasus anak mencuri viral di medsos
Seorang anak mencuri di minimarket. Sumber foto: https://bit.ly/2x9sVci

Elshinta.com - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Susanto menanggapi persoalan tentang video yang beredar luas tentang anak yang mencuri di sebuah minimarket dan meyakini bahwa tindakan mencuri yang dilakukannya adalah benar.

"Kami sudah melihat videonya dan saat ini sedang kita dalami posisi kasusnya dimana, anak ini siapa, dan kejadiannya kapan," kata Susanto kepada Elshinta, Jumat (14/9). 

Susanto menilai, cukup miris melihat cara pandang anak seperti itu. Dimana menurut anak tersebut, tindakan mencuri yang dilakukannya tidak salah karena barang yang dia curi dikatakannya adalah barang milik Yahudi. 

"Ini penting untuk didalami, karena bagaimanapun mencuri itu tidak bisa dibenarkan meskipun tujuannya baik. Harus dipastikan siapa orang yang memberi input kepada anak tersebut terhadap cara pandang seperti itu," tutur Susanto. 

"Ada faktor eksternal yang kemudian anak memiliki keyakinan dan pandangan seperti itu," imbuhnya.

Susanto mengatakan, dilihat dari sisi dialog yang dilakukan oleh anak dengan karyawan minimarket dalam video yang beredar viral di media sosial tersebut, anak itu meyakini bahwa tujuannya baik. "Tetapi walaupun tujuannya baik, mencuri itu tidak dibenarkan secara syariat," ujar dia.

Ditanya apakah kasus tersebut masuk dalam ranah radikalisasi, Susanto mengatakan, kejadian itu belum tepat dikatakan sebagai kasus radikalisasi tetapi bisa saja bagian dari pemahaman yang keliru. "Karena bagaimanapun pemikiran yang seperti itu merugikan marwah agama. Bukan hanya dalam agama Islam saja, agama apapun tidak mengajarkan bahwa tindakan mencuri itu benar," jelasnya. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, Ketua KPAI menjelaskan, hal pertama yang harus dilakukan yaitu mendalami secara utuh kasus pencurian tersebut, siapa saja yang berperan, siapa saja yang meyakinan hingga kemudian si anak jadi memiliki pandangan seperti itu.

"Ini cukup berbahaya, kalau ada orang yang berperan untuk meyakinkan bahwa pandangannya itu ternyata diyakini sebagai sebuah kebenaran, dalam hal ini semata-mata si anak menjadi korban. Justru yang harus diluruskan adalah orang yang mendoktrinsasikan hal tersebut kepada si anak," kata dia.

"Saya kira ini peran untuk semua seperti peran tokoh agama, termasuk MUI yang harus meluruskan orang-orang yang memberikan pemahaman seperti itu," tandasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga diimbau tak terprovokasi beredarnya video `Mesuji Berdarah`
Kamis, 18 Juli 2019 - 07:04 WIB
Elshinta.com -  Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad meminta agar...
Kapolres: Empat korban tewas dalam bentrok di Mesuji
Kamis, 18 Juli 2019 - 06:28 WIB
Elshinta.com - Bentrokan antar dua kelompok warga terjadi di Register 45, Mekarjaya, Mesuj...
Balita gizi buruk di NTT dianiaya ayahnya hingga tulang paha patah
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:08 WIB
Elshinta.com - Penyidik Kepolisian Resort Kupang, Polda Nusa Tenggara Timur, mulai melakukan pe...
Curi gas elpiji 3 Kg, YT dihukum 2 bulan tahanan
Selasa, 16 Juli 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - YT (41) warga Kelurahan Mlati Kidul RT 4/2 Kecamatan Kota Kudus terpaksa ha...
Tertipu investasi obat herbal, ratusan warga serbu Polres Klaten
Senin, 15 Juli 2019 - 18:45 WIB
Elshinta.com - Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Polres Klaten untuk melaporkan ...
Polrestabes Medan selidiki begal di underpass Titi Kuning
Senin, 15 Juli 2019 - 07:05 WIB
Elshinta.com - Personel Reskrim Polrestabes Medan melakukan penyelidikan terhadap komplota...
Lansia tanpa identitas ditemukan tewas di Kuburan Cina dalam kondisi leher tertusuk pisau
Sabtu, 13 Juli 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Seorang lansia ditemukan tewas mengenaskan di area Pemakaman Cina di Kelurahan P...
Kapolda Bali: Skimming terjadi di seluruh dunia
Rabu, 10 Juli 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Kapolda Bali Irjen Polisi Petrus Reinhard Golose mengemukakan kasus skimmin...
Menteri diduga pemerkosa PRT Indonesia ditahan
Rabu, 10 Juli 2019 - 11:46 WIB
Elshinta.com - Seorang executive councillor (Exco) atau Menteri Pemerintah Negeri Perak ditahan...
Polda NTT diminta ringkus PJTKI perekrut TKW secara ilegal
Selasa, 09 Juli 2019 - 11:45 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur diminta meringkus penanggung ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once