Minggu, 18 November 2018 | 13:57 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

KPAI dalami kasus anak mencuri viral di medsos

Jumat, 14 September 2018 - 12:15 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Seorang anak mencuri di minimarket. Sumber foto: https://bit.ly/2x9sVci
Seorang anak mencuri di minimarket. Sumber foto: https://bit.ly/2x9sVci

Elshinta.com - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Susanto menanggapi persoalan tentang video yang beredar luas tentang anak yang mencuri di sebuah minimarket dan meyakini bahwa tindakan mencuri yang dilakukannya adalah benar.

"Kami sudah melihat videonya dan saat ini sedang kita dalami posisi kasusnya dimana, anak ini siapa, dan kejadiannya kapan," kata Susanto kepada Elshinta, Jumat (14/9). 

Susanto menilai, cukup miris melihat cara pandang anak seperti itu. Dimana menurut anak tersebut, tindakan mencuri yang dilakukannya tidak salah karena barang yang dia curi dikatakannya adalah barang milik Yahudi. 

"Ini penting untuk didalami, karena bagaimanapun mencuri itu tidak bisa dibenarkan meskipun tujuannya baik. Harus dipastikan siapa orang yang memberi input kepada anak tersebut terhadap cara pandang seperti itu," tutur Susanto. 

"Ada faktor eksternal yang kemudian anak memiliki keyakinan dan pandangan seperti itu," imbuhnya.

Susanto mengatakan, dilihat dari sisi dialog yang dilakukan oleh anak dengan karyawan minimarket dalam video yang beredar viral di media sosial tersebut, anak itu meyakini bahwa tujuannya baik. "Tetapi walaupun tujuannya baik, mencuri itu tidak dibenarkan secara syariat," ujar dia.

Ditanya apakah kasus tersebut masuk dalam ranah radikalisasi, Susanto mengatakan, kejadian itu belum tepat dikatakan sebagai kasus radikalisasi tetapi bisa saja bagian dari pemahaman yang keliru. "Karena bagaimanapun pemikiran yang seperti itu merugikan marwah agama. Bukan hanya dalam agama Islam saja, agama apapun tidak mengajarkan bahwa tindakan mencuri itu benar," jelasnya. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, Ketua KPAI menjelaskan, hal pertama yang harus dilakukan yaitu mendalami secara utuh kasus pencurian tersebut, siapa saja yang berperan, siapa saja yang meyakinan hingga kemudian si anak jadi memiliki pandangan seperti itu.

"Ini cukup berbahaya, kalau ada orang yang berperan untuk meyakinkan bahwa pandangannya itu ternyata diyakini sebagai sebuah kebenaran, dalam hal ini semata-mata si anak menjadi korban. Justru yang harus diluruskan adalah orang yang mendoktrinsasikan hal tersebut kepada si anak," kata dia.

"Saya kira ini peran untuk semua seperti peran tokoh agama, termasuk MUI yang harus meluruskan orang-orang yang memberikan pemahaman seperti itu," tandasnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:50 WIB

Wali Kota ajak masyarakat waspada DBD

Musibah | 18 November 2018 - 13:39 WIB

Tagana diminta petakan daerah rawan banjir

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:29 WIB

Menhub RI tutup Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Tangerang

Pembangunan | 18 November 2018 - 13:19 WIB

Rohidin ajak seluruh masyarakat bahu-membahu membangun Bengkulu

Aktual Luar Negeri | 18 November 2018 - 12:52 WIB

Militer Rusia: 18 prajurit Suriah tewas dalam serangan oleh gerilyawan

Kriminalitas | 18 November 2018 - 12:24 WIB

Polisi ringkus WNA transaksi narkoba di perbatasan

Elshinta.com - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Susanto menanggapi persoalan tentang video yang beredar luas tentang anak yang mencuri di sebuah minimarket dan meyakini bahwa tindakan mencuri yang dilakukannya adalah benar.

"Kami sudah melihat videonya dan saat ini sedang kita dalami posisi kasusnya dimana, anak ini siapa, dan kejadiannya kapan," kata Susanto kepada Elshinta, Jumat (14/9). 

Susanto menilai, cukup miris melihat cara pandang anak seperti itu. Dimana menurut anak tersebut, tindakan mencuri yang dilakukannya tidak salah karena barang yang dia curi dikatakannya adalah barang milik Yahudi. 

"Ini penting untuk didalami, karena bagaimanapun mencuri itu tidak bisa dibenarkan meskipun tujuannya baik. Harus dipastikan siapa orang yang memberi input kepada anak tersebut terhadap cara pandang seperti itu," tutur Susanto. 

"Ada faktor eksternal yang kemudian anak memiliki keyakinan dan pandangan seperti itu," imbuhnya.

Susanto mengatakan, dilihat dari sisi dialog yang dilakukan oleh anak dengan karyawan minimarket dalam video yang beredar viral di media sosial tersebut, anak itu meyakini bahwa tujuannya baik. "Tetapi walaupun tujuannya baik, mencuri itu tidak dibenarkan secara syariat," ujar dia.

Ditanya apakah kasus tersebut masuk dalam ranah radikalisasi, Susanto mengatakan, kejadian itu belum tepat dikatakan sebagai kasus radikalisasi tetapi bisa saja bagian dari pemahaman yang keliru. "Karena bagaimanapun pemikiran yang seperti itu merugikan marwah agama. Bukan hanya dalam agama Islam saja, agama apapun tidak mengajarkan bahwa tindakan mencuri itu benar," jelasnya. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, Ketua KPAI menjelaskan, hal pertama yang harus dilakukan yaitu mendalami secara utuh kasus pencurian tersebut, siapa saja yang berperan, siapa saja yang meyakinan hingga kemudian si anak jadi memiliki pandangan seperti itu.

"Ini cukup berbahaya, kalau ada orang yang berperan untuk meyakinkan bahwa pandangannya itu ternyata diyakini sebagai sebuah kebenaran, dalam hal ini semata-mata si anak menjadi korban. Justru yang harus diluruskan adalah orang yang mendoktrinsasikan hal tersebut kepada si anak," kata dia.

"Saya kira ini peran untuk semua seperti peran tokoh agama, termasuk MUI yang harus meluruskan orang-orang yang memberikan pemahaman seperti itu," tandasnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 13:39 WIB

Tagana diminta petakan daerah rawan banjir

Minggu, 18 November 2018 - 12:24 WIB

Polisi ringkus WNA transaksi narkoba di perbatasan

Minggu, 18 November 2018 - 12:12 WIB

KPK OTT Bupati Pakpak Bharat

Minggu, 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com