Sabtu, 17 November 2018 | 02:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Sidang penipuan arisan online digelar dengan hadirkan delapan korban

Jumat, 14 September 2018 - 13:46 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Eko Purnomo/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Eko Purnomo/Radio Elshinta

Elshinta.com - Desy Sitanggang, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan arisan online (arisol) "Mama Yona" dengan kerugian para korban mencapai Rp15 miliar, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/9).

Persidangan yang beragendakan pembacaan dakwaan sekaligus mendengarkan keterangan para saksi itu, menghadirkan terdakwa dan 8 orang saksi dari pihak korban. Seluruh saksi yang merupakan korban Desy, memberikan keterangan di hadapan Hakim Ketua, Holoan Silalahi, ikhwal keikutsertaan menjadi member grup arisol, serta total penyetoran kepada terdakwa.

Salah satu yang dipertanyakan hakim, yakni soal kesanggupan terdakwa untuk mengembalikan uang para member, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 500 orang. "Siap kembalikan uang korban?" kata Holoan di ruang sidang, yang kemudian dijawab siap oleh terdakwa, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Purnomo.

Sementara itu, ketua kuasa hukum korban, Syafrudin mengatakan, persidangan berjalan cukup lancar, meski sempat diwarnai sedikit kesalahpahaman antara Majelis Hakim dengan para korban. "Antara pertanyaan majelis dengan pemahaman para korban, disitu ada miss sedikit, yang berkaitan dengan masalah apakah modal sekian sudah kembali berapa, dan ada juga yang belum kembali sama sekali," kata Syafrudin.

Menurutnya, dari ratusan orang yang menjadi korban Desy, hanya sekitar 15 orang yang menghadiri persidangan. Namun demikian, para korban lain diakuinya memantau jalannya persidangan dan selalu mengikuti perkembangan. "Total kerugian kurang lebih Rp15 miliar. Tetapi korban yang hadir hari ini, dengan total kerugian sekitar Rp 4-5 miliar," ujarnya.

Lanjut Syafrudin, meski terdakwa menyanggupi tuntutan para korban untuk uang mereka dikembalikan, namun hal itu tak serta merta membatalkan unsur pidana yang telah dilakukan pentolan grup arisol "Mama Yona" tersebut.  "Ya kalau memang bisa dikembalikan, sekarang juga kan masih bisa dikembalikan, sekalipun proses persidangan jalan terus, tidak ada masalah. Artinya, kalau memang dikembalikan, tidak otomatis menghapuskan unsur pidana yang dilakukan terdakwa, tapi paling tidak meringankan," paparnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Desy Sitanggang, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan arisan online (arisol) "Mama Yona" dengan kerugian para korban mencapai Rp15 miliar, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/9).

Persidangan yang beragendakan pembacaan dakwaan sekaligus mendengarkan keterangan para saksi itu, menghadirkan terdakwa dan 8 orang saksi dari pihak korban. Seluruh saksi yang merupakan korban Desy, memberikan keterangan di hadapan Hakim Ketua, Holoan Silalahi, ikhwal keikutsertaan menjadi member grup arisol, serta total penyetoran kepada terdakwa.

Salah satu yang dipertanyakan hakim, yakni soal kesanggupan terdakwa untuk mengembalikan uang para member, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 500 orang. "Siap kembalikan uang korban?" kata Holoan di ruang sidang, yang kemudian dijawab siap oleh terdakwa, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Purnomo.

Sementara itu, ketua kuasa hukum korban, Syafrudin mengatakan, persidangan berjalan cukup lancar, meski sempat diwarnai sedikit kesalahpahaman antara Majelis Hakim dengan para korban. "Antara pertanyaan majelis dengan pemahaman para korban, disitu ada miss sedikit, yang berkaitan dengan masalah apakah modal sekian sudah kembali berapa, dan ada juga yang belum kembali sama sekali," kata Syafrudin.

Menurutnya, dari ratusan orang yang menjadi korban Desy, hanya sekitar 15 orang yang menghadiri persidangan. Namun demikian, para korban lain diakuinya memantau jalannya persidangan dan selalu mengikuti perkembangan. "Total kerugian kurang lebih Rp15 miliar. Tetapi korban yang hadir hari ini, dengan total kerugian sekitar Rp 4-5 miliar," ujarnya.

Lanjut Syafrudin, meski terdakwa menyanggupi tuntutan para korban untuk uang mereka dikembalikan, namun hal itu tak serta merta membatalkan unsur pidana yang telah dilakukan pentolan grup arisol "Mama Yona" tersebut.  "Ya kalau memang bisa dikembalikan, sekarang juga kan masih bisa dikembalikan, sekalipun proses persidangan jalan terus, tidak ada masalah. Artinya, kalau memang dikembalikan, tidak otomatis menghapuskan unsur pidana yang dilakukan terdakwa, tapi paling tidak meringankan," paparnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com