Senin, 19 November 2018 | 02:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Sandiaga sebut usulan debat pakai bahasa Inggris tidak tepat

Jumat, 14 September 2018 - 14:55 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sandiaga Uno. Foto: Doddy H.,/Elshinta.com.
Sandiaga Uno. Foto: Doddy H.,/Elshinta.com.

Elshinta.com - Bakal Cawapres Sandiaga Uno mengatakan bahwa usulan agar debat capres-cawapres menggunakan  berbahasa Inggris tidak tepat.

"Saya rasa enggak perlu. Ini pendapat pribadi saya, bahwa bahasa kita adalah bahasa Indonesia. Bahasa yang dimengerti 100 persen oleh orang Indonesia," ujarnya di kawasan Bulungan,  Jakarta Selatan, Jumat (14/9).

Dikatakannya, bahasa Inggris tidak menjangkau seluruh rakyat, padahal debat disaksikan seluruh lapisan masyarakat. "Bahasa Inggris ya ada yang mengerti tapi kita kan ingin menjangkau seluruh rakyat Indonesia," paparnya seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

Ia juga berpendapat usulan penambahan durasi debat tidak perlu karena biasanya menjadi tempat saling menyerang.

"Durasi saya pernah ikut Pilkada, saya pernah ikut debat, karena menurut saya yang dikhawatirkan debat itu jadi tempat saling serang menyerang. Saya menyarankannya urun rembuk aja. Karena keadaan bangsa kita sedang tidak baik. Kalau kita saling debat malah memperlebar kesenjangan dan jarak antara satu kubu dengan kubu lain," bebernya.

Menurutnya, daripada menambah durasi debat,  disarankan diadakan sarasehan dengan menghadirkan para ahli dari kedua kubu untuk membahas masalah di bidang tertentu. Cara itu dinilainya lebih efisien ketimbang menambah debat yang berpotensi saling menyerang antar kedua belah pihak tanpa menyelesaikan masalah. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Bakal Cawapres Sandiaga Uno mengatakan bahwa usulan agar debat capres-cawapres menggunakan  berbahasa Inggris tidak tepat.

"Saya rasa enggak perlu. Ini pendapat pribadi saya, bahwa bahasa kita adalah bahasa Indonesia. Bahasa yang dimengerti 100 persen oleh orang Indonesia," ujarnya di kawasan Bulungan,  Jakarta Selatan, Jumat (14/9).

Dikatakannya, bahasa Inggris tidak menjangkau seluruh rakyat, padahal debat disaksikan seluruh lapisan masyarakat. "Bahasa Inggris ya ada yang mengerti tapi kita kan ingin menjangkau seluruh rakyat Indonesia," paparnya seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

Ia juga berpendapat usulan penambahan durasi debat tidak perlu karena biasanya menjadi tempat saling menyerang.

"Durasi saya pernah ikut Pilkada, saya pernah ikut debat, karena menurut saya yang dikhawatirkan debat itu jadi tempat saling serang menyerang. Saya menyarankannya urun rembuk aja. Karena keadaan bangsa kita sedang tidak baik. Kalau kita saling debat malah memperlebar kesenjangan dan jarak antara satu kubu dengan kubu lain," bebernya.

Menurutnya, daripada menambah durasi debat,  disarankan diadakan sarasehan dengan menghadirkan para ahli dari kedua kubu untuk membahas masalah di bidang tertentu. Cara itu dinilainya lebih efisien ketimbang menambah debat yang berpotensi saling menyerang antar kedua belah pihak tanpa menyelesaikan masalah. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com