Sjafrudin: SKL untuk BDNI-SN sesuai MSAA, R&D dan audit BPK 2002
Elshinta
Jumat, 14 September 2018 - 13:55 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Sjafrudin: SKL untuk BDNI-SN sesuai MSAA, R&D dan audit BPK 2002
Foto: Supriyarto Rudatin/Elshinta.

Elshinta.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis dan dilanjutkan Jumat (14/9/2018), menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pemberian surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Sjamsul Nursalim (SN) yang membelit terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT), mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Dalam sidang  pembacaan pledoi terdakwa SAT dan Tim kuasa hukumnya, SAT membacakan pledoi pribadinya setebal 110 halaman dengan judul "Perjalanan Menembus Ruang dan Waktu Ketidakadilan dan Ketidakpastian Hukum: Mengadili Perjanjian Perdata MSAA-BDNI".

SAT menyampaikan, sesuai dengan rekomendasi dari LGS, Tim Bantuan Hukum (TBH), Tim Pengarah Bantuan Hukum (TPBH), dan Komite Pengawas BPPN (OC-BPPN) tidak ada usulan untuk menagih utang petambakPT Dipasena Citra Darmaja (PT DCD) dan PT Wachyuni Mandira (WM) sejumlah Rp4,8 triliun kepada SN karena bukan merupakan kewajiban dia.

"Karena utang petambak dalam MSAA-BDNI bukan kewajiban yang harus dibayar atau diselesaikan oleh SN," kata SAT membacakan nota pembelaan (pledoi) nya seperti dilaporkan Reporter Supriyarto Rudatin, Jumat (14/9).

Sjafrudin (SAT) juga menyampaikan, pemberian SKL kepada SN telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan atau aturan yang berlaku sebagaimana hasil audit BPK yang telah diserahkan kepada DPR dan Pemerintah tanggal 31 Mei 2002 Nomor: 02/04/Adutitama II/AI/05/2002.BPK berpendapat bahwa PKPS BDNI telah closing tanggal 25 Mei 1999 karena semua syarat-syarat sudah dipenuhi. Kemudian ditandatangani surat pernyataan antara BPPN dan pemegang saham BDNI di hadapan notaris Merryana Suryana. 

Dalam kesempatan tersebut, SAT juga menepis dakwaan jaksa penuntut umum KPK di antaranya soal memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi, khususnya memperkaya SN.

Perhitungan tersebut didasarkan pada adanya potensi kerugian negara yang didapat dari pengurangan nilai utang petambak dengan hasil penjualan tagihan atas hutang petambak pada tahun 2007 oleh Menteri Keuangan dan PT. PPA. Selain itu menurutnya, dalam fakta persidangan tidak pernah diungkap, dibahas, diuraikan, dan disimpulkan adanya kickback berupa aliran uang atau pemberian hartabenda kepadanya dan keluarganya dari siapa pun terkait penerbitan SKL Pemegang Saham BDNI-SN tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Barbie Kumalasari diperiksa 12 jam terkait kasus `ikan asin`, pertanyaannya...
Kamis, 18 Juli 2019 - 06:50 WIB
Elshinta.com - Barbie Kumalasari, istri dari tersangka kasus pencemaran nama baik `ikan as...
MK gelar sidang PHPU gugatan tiga caleg DPRD Kudus
Rabu, 17 Juli 2019 - 23:11 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi sudah menggelar dua kali sidang perselisihan hasil pemi...
Kejagung pastikan tindaklanjuti seluruh dakwaan secara prosedur
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:05 WIB
Elshinta.com - Kejaksaan Agung menegaskan untuk seluruh jajaran kejaksaan di setiap tingkatan u...
Selain Barbie, Tessa Mariska juga diperiksa dalam kasus `ikan asin`
Rabu, 17 Juli 2019 - 19:06 WIB
Elshinta.com - Istri aktor Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari, hari ini memenuhi panggilan ...
Ratna ajukan banding atas vonis kasusnya
Rabu, 17 Juli 2019 - 18:56 WIB
Elshinta.com - Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, mengajukan banding...
Tim Pakar curigai enam kasus besar sebabkan penyiraman air keras Novel
Rabu, 17 Juli 2019 - 16:53 WIB
Elshinta.com - Tim Pakar atau Tim Pencari Fakta menemukan ada enam kasus kelas kakap yang ...
Pansel diminta benar-benar cermati rekam jejak Capim KPK
Rabu, 17 Juli 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), Kh...
Staf Ahli Kapolri sambut positif pembentukan posko pengaduan rekam jejak Capim KPK
Rabu, 17 Juli 2019 - 15:06 WIB
Elshinta.com - Staf Ahli Kapolri Irjen Pol. Ike Edwin menyambut positif dan mendukung lang...
KPK panggil ulang Mendag Enggartiasto
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:58 WIB
Elshinta.com - Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan, KPK memanggil ulang Menteri Pe...
Polda Metro Jaya koordinasi dengan LSF terkait vlog `ikan asin`
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:47 WIB
Elshinta.com - Penyidik Polda Metro Jaya telah melakukan koordinasi dengan Lembaga Sensor ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once