Senin, 19 November 2018 | 02:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

KPID Sumut dan BPOM sosialisasikan pengawasan iklan kepada lembaga penyiaran

Jumat, 14 September 2018 - 15:15 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Misriadi/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Misriadi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi  Sumatera Utara bersama Badan Pengolahan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Utara mengadakan Sosialisasi Produk Jasa Kesehatan dan Obat/Makanan Tradisional kepada lembaga penyiaran televisi dan radio yang ada di Sumatera Utara di aula kantor KPID provinsi Sumatera Utara Jalan Adinegoro No.7 Medan, Kamis (13/9).

Sosilisasi tersebut diisi oleh empat narasumber, yakni dari KPID Sumut, Parulian Tampubolon, BPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan, Dinas Kesehatan Sumut, Drg. Herniza Yusdani, MDSc  dan pengamat periklanan dari USU, Safrin yang masing-masing memaparkan terkait iklan obat, makanan, suplemen dan kosmetik yang layak tayang atau siar di media televisi maupun radio.

Ketua KPID Sumut, Parulian Tampubolon dalam pembukaan acara menjelaskan agar media televisi dan radio tidak menyiarkan atau menayangkan iklan yang menyesatkan, membingungkan, membohongi tentang harga, kualitas, dan kinerja dari produk atau jasa yang diiklankan agar tidak keluar dari ketentuan undang-undang yang berkaitannya dengan undang-undang lain yang berkaitan dengan BPOM dan Dinas Kesehatan.

“Kita harap isi siaran bukan hanya menjadi tontonan namun juga menjadi tuntunan dan iklan yang ditayangkan tidak menyesatkan dan membohongi masyarakat,” ujar Parulian, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Misriadi.

Sementara itu, Kepala BPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan memaparkan bahwa saat ini masyarakat lebih menyukai makanan yang enak daripada yang sehat, kosmetik yang tidak jelas komposisinya serta tidak memiliki izin dan hanya tergiur dari iklan, sehingga banyak masyarakat saat ini mengalami penyakit berat dan berbahaya, untuk itu BPOM Medan akan terus melakukan pengawasan baik secara langsung maupun melalui kerjasama dengan KPID Sumut dalam pengawasan periklanan yang terkait obat, makanan dan suplemen.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi  Sumatera Utara bersama Badan Pengolahan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Utara mengadakan Sosialisasi Produk Jasa Kesehatan dan Obat/Makanan Tradisional kepada lembaga penyiaran televisi dan radio yang ada di Sumatera Utara di aula kantor KPID provinsi Sumatera Utara Jalan Adinegoro No.7 Medan, Kamis (13/9).

Sosilisasi tersebut diisi oleh empat narasumber, yakni dari KPID Sumut, Parulian Tampubolon, BPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan, Dinas Kesehatan Sumut, Drg. Herniza Yusdani, MDSc  dan pengamat periklanan dari USU, Safrin yang masing-masing memaparkan terkait iklan obat, makanan, suplemen dan kosmetik yang layak tayang atau siar di media televisi maupun radio.

Ketua KPID Sumut, Parulian Tampubolon dalam pembukaan acara menjelaskan agar media televisi dan radio tidak menyiarkan atau menayangkan iklan yang menyesatkan, membingungkan, membohongi tentang harga, kualitas, dan kinerja dari produk atau jasa yang diiklankan agar tidak keluar dari ketentuan undang-undang yang berkaitannya dengan undang-undang lain yang berkaitan dengan BPOM dan Dinas Kesehatan.

“Kita harap isi siaran bukan hanya menjadi tontonan namun juga menjadi tuntunan dan iklan yang ditayangkan tidak menyesatkan dan membohongi masyarakat,” ujar Parulian, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Misriadi.

Sementara itu, Kepala BPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan memaparkan bahwa saat ini masyarakat lebih menyukai makanan yang enak daripada yang sehat, kosmetik yang tidak jelas komposisinya serta tidak memiliki izin dan hanya tergiur dari iklan, sehingga banyak masyarakat saat ini mengalami penyakit berat dan berbahaya, untuk itu BPOM Medan akan terus melakukan pengawasan baik secara langsung maupun melalui kerjasama dengan KPID Sumut dalam pengawasan periklanan yang terkait obat, makanan dan suplemen.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com