Sabtu, 22 September 2018 | 22:52 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames
emajels

Peristiwa / Arestasi

Seorang legislator Mataram terjaring OTT jaksa

Jumat, 14 September 2018 - 15:38 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock. Sumber foto: https://bit.ly/2sDuj4J
Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock. Sumber foto: https://bit.ly/2sDuj4J

Elshinta.com - Seorang anggota dewan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berinisial MH, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tim jaksa di salah satu rumah makan yang ada di wilayah Cakranegara, Jumat (14/9).

Kajari Mataram I Ketut Sumadana yang ditemui wartawan di Mataram mengatakan, pejabat dewan yang masih aktif menduduki jabatan Ketua Komisi IV DPRD Mataram ini terjaring OTT bersama Kepala Dinas Kota Mataram Sudenom dan salah seorang berinisial CT dari pihak kontraktor.

"Jumat pagi tadi sekitar pukul 10.00 Wita, yang bersangkutan (MH) kami amankan bersama yang menyerahkan, kadis pendidikan bersama seorang kontraktor," ungkap Sumadana, seperti dikutip Antara.

Dari hasil OTT, jelasnya, petugas jaksa turut mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp30 juta. Uang tersebut diduga jatah yang diambil dari nominal pengesahan perubahan anggaran proyek rehabilitasi SD dan SMP pascagempa senilai Rp4,2 miliar yang telah dibahas dan ditetapkan DPRD Kota Mataram dalam APBD-P Tahun 2018.

"Jadi setelah ada penetapan, dia (MH) minta jatah. Ada dalam kasus ini muncul dugaan motif pemesaran yang dilakukan oleh anggota dewan," ujarnya.

Lebih lanjut, Sumadana mengatakan jaksa penyidik masih mengamankan MH bersama kadis pendidikan dan kontraktor berinisial CT di Kantor Kejari Mataram.

Terkait dengan status ketiganya, Kajari Mataram mengaku bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman keterangan dan barang bukti OTT. "Yang jelas hari ini juga akan kita lakukan penetapan tersangka. Besar kemungkinan akan disangkakan pidana korupsi, karena ada dugaan penyalahguna kewenangan dan jabatan," ucap pria yang pernah mengabdi sebagai salah seorang jaksa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 22 September 2018 - 19:39 WIB

Pelatih: Timnas U-16 Indonesia sudah kenal permainan Vietnam

Liga Indonesia | 22 September 2018 - 19:26 WIB

3.900 personel Polisi amankan laga panas Persib-Persija besok

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 19:13 WIB

Ma`ruf Amin resmi mundur sebagai Rais Aam PBNU

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:50 WIB

Prabowo: Indonesia merdeka bukan untuk jadi antek asing

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:37 WIB

Jokowi akan terima Din Syamsuddin terkait pengunduran diri

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 22 September 2018 - 14:26 WIB

Polsek Cilandak cokok tiga pengedar sabu

Sabtu, 22 September 2018 - 13:49 WIB

Bawa 42 paket sabu, Polres Samarinda tangkap seorang SPG

Sabtu, 22 September 2018 - 13:37 WIB

Polsek Tanjung Pura ringkus pria pemilik narkoba

Sabtu, 22 September 2018 - 12:49 WIB

Seorang janda Simpenan gantung diri akibat depresi

Sabtu, 22 September 2018 - 11:38 WIB

Kemenko PMK kawal proses rehabilitasi pasca gempa NTB

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com