Rabu, 21 November 2018 | 09:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

PKB bersyukur berhasil perjuangkan RUU Pesantren

Jumat, 14 September 2018 - 14:46 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ketua Fraksi FPKB MPR RI, H. Jazilul Fawaid. Foto: Istimewa/Elshinta.
Ketua Fraksi FPKB MPR RI, H. Jazilul Fawaid. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, akhirnya menetapkan Rencana Undang-undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menjadi RUU inisiatif DPR RI. Pengesahan RUU ini, menurut Ketua Fraksi FPKB MPR RI, H. Jazilul Fawaid, menjadi tonggak keadilan dalam persoalan ketidakadilan di dunia pendidikan.

Jazilul Fawaid, mengaku sangat bahagia dan bersyukur PKB berhasil memperjuangkan pesantren. PKB sejak awal telah menginisiasi RUU tersebut melalui tim yang telah lama dibentuk. “Sudah lebih dari satu tahun PKB membentuk tim khusus untuk memperjuangkan RUU ini, mudah-mudahan hal ini menjadi titik awal membangun pemerataan keadilan pendidikan, terutama dunia pesantren yang sejak dulu kurang mendapatkan perhatian," terang Jazil di Senayan, Kamis (13/9).

Sebagai partai berbasis masyarakat pesantren atau nahdliyin, bahkan rata-rata PKB ini juga lulusan pesantren, sejak awal kami mengawali dan mengawal RUU ini," imbuh Jazil yang juga lulusan Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik.

Selanjutnya PKB akan terus berjuang agar RUU ini disahkan menjadi UU (undang-Undang). “Memang perjuangan kita gak sampai di sini saja, kita akan tetap mendorong agar disahkan menjadi UU, setelah itu PKB juga akan ikut aktif mengawal penerapan UU ini hingga benar-benar dirasakan dampaknya oleh pesantren,” tuturnya. 

Ia menambahkan RUU ini akan menjadi sejarah awal penguatan pesantren, sebab, sebagai isntitusi pendidikan tertua di Indonesia, pesantren belum sepenuhnya mendapat pengakuan negara. “Jangan ditanya sumbangsih pesantren terhadap negara, banyak sekali, kalau masyarakat di kampung-kampung sih sudah banyak yang mengakui peran pesantren, tapi pengakuan negara belum sepenuhnya, kini saatnta negara memberikan pengakuan yang pantas untuk pesantren,” kata Jazilul.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, akhirnya menetapkan Rencana Undang-undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menjadi RUU inisiatif DPR RI. Pengesahan RUU ini, menurut Ketua Fraksi FPKB MPR RI, H. Jazilul Fawaid, menjadi tonggak keadilan dalam persoalan ketidakadilan di dunia pendidikan.

Jazilul Fawaid, mengaku sangat bahagia dan bersyukur PKB berhasil memperjuangkan pesantren. PKB sejak awal telah menginisiasi RUU tersebut melalui tim yang telah lama dibentuk. “Sudah lebih dari satu tahun PKB membentuk tim khusus untuk memperjuangkan RUU ini, mudah-mudahan hal ini menjadi titik awal membangun pemerataan keadilan pendidikan, terutama dunia pesantren yang sejak dulu kurang mendapatkan perhatian," terang Jazil di Senayan, Kamis (13/9).

Sebagai partai berbasis masyarakat pesantren atau nahdliyin, bahkan rata-rata PKB ini juga lulusan pesantren, sejak awal kami mengawali dan mengawal RUU ini," imbuh Jazil yang juga lulusan Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik.

Selanjutnya PKB akan terus berjuang agar RUU ini disahkan menjadi UU (undang-Undang). “Memang perjuangan kita gak sampai di sini saja, kita akan tetap mendorong agar disahkan menjadi UU, setelah itu PKB juga akan ikut aktif mengawal penerapan UU ini hingga benar-benar dirasakan dampaknya oleh pesantren,” tuturnya. 

Ia menambahkan RUU ini akan menjadi sejarah awal penguatan pesantren, sebab, sebagai isntitusi pendidikan tertua di Indonesia, pesantren belum sepenuhnya mendapat pengakuan negara. “Jangan ditanya sumbangsih pesantren terhadap negara, banyak sekali, kalau masyarakat di kampung-kampung sih sudah banyak yang mengakui peran pesantren, tapi pengakuan negara belum sepenuhnya, kini saatnta negara memberikan pengakuan yang pantas untuk pesantren,” kata Jazilul.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com