Minggu, 18 November 2018 | 09:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Kelabui petugas, bandar narkotika kemas pil doubel L dengan produk Vitamin B1

Jumat, 14 September 2018 - 16:33 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri meringkus tiga orang berstatus, pengedar dan bandar narkotika lintas wilayah. Modus operandinya pelaku mengelabui petugas dengan cara membuat kemasan plastik bertuliskan produk Vitamin B1. Padahal isi dalam kemasan tersebut diketahui ternyata obat keras jenis pil doubel L.

Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana melaporkan, dalam penangkapan tersebut, petugas BNN Kabupaten Kediri menyita 221 ribu pil Artane. Tidak hanya itu, dari tangan ketiga tersangka masing-masing BDY (36), AND (32) serta SHD (31) petugas juga menyita narkotika jenis sabu berat 354,7 gram serta separangkat alat hisap. 

Disamping itu juga turut diamankan sebuah ganja berat 19,83 gram dan dua unit mobil. Kronoligis pengungkapan berawal, ketika petugas BNN Kabupaten Kediri menerima informasi dari masyarakat. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan serangkaian penyelidikan selama dua bulan. 

Petugas BNN Kabupaten Kediri selanjutnya melakukan penyanggongan bersama BNNP Jawa Timur di Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. 

Berkat ketelatenan dalam melakukan pengintaian, kerja keras petugas gabungan akhirnya membuahkan hasil. Dua pelaku berhasil diringkus terlebih dahulu masing-masing BDY dan AND. Mereka berdua diamankan saat sedang melakukan transaksi. Barang bukti yang disita berupa dua paket narkotika jenis sabu. 

Tertangkapnya dua pelaku BDY dan AND tersebut kemudian mengembang kepada pelaku SHD. Dalam keteranganya BDY dan AND mengaku mendapatkan barang tersebut dari SHD. berbekal keterangan itu, petugas gabungan kemudian bergegas melakukan pengeledahan di rumah pelaku SHD di Perumahan Griya Tawang Asri Kecamatan Wates Kabupayen Kediri. Disitu, petugas BNN Kabupaten Kediri mengamankan sejumlah barang bukti. 

Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati mengatakan, dalam  pengungkapan kasus ini pihaknya di back up oleh BNN Provinsi Jawa Timur. Menurutnya koordinasi harus dilakukan karena yang ditangkap berstatus Bandar. 

Selama ini mereka selalu beroperasi mengedarkan narkoba antar kota dan Kabupaten di wilayah Jawa Timur. "Ini pil doubel L, tapi disini dia mengemasnya Vitamin. Isinya doubel L. Tujuanya untuk mengelabui masyarakat. Makanya perlu diketahui masyarakat jangan sembarangan kalau diberi Vitamin, gratis padahal isinya Narkoba," terang AKBP Lilik Dewi Indarwati Kamis (13/9).

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri meringkus tiga orang berstatus, pengedar dan bandar narkotika lintas wilayah. Modus operandinya pelaku mengelabui petugas dengan cara membuat kemasan plastik bertuliskan produk Vitamin B1. Padahal isi dalam kemasan tersebut diketahui ternyata obat keras jenis pil doubel L.

Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana melaporkan, dalam penangkapan tersebut, petugas BNN Kabupaten Kediri menyita 221 ribu pil Artane. Tidak hanya itu, dari tangan ketiga tersangka masing-masing BDY (36), AND (32) serta SHD (31) petugas juga menyita narkotika jenis sabu berat 354,7 gram serta separangkat alat hisap. 

Disamping itu juga turut diamankan sebuah ganja berat 19,83 gram dan dua unit mobil. Kronoligis pengungkapan berawal, ketika petugas BNN Kabupaten Kediri menerima informasi dari masyarakat. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan serangkaian penyelidikan selama dua bulan. 

Petugas BNN Kabupaten Kediri selanjutnya melakukan penyanggongan bersama BNNP Jawa Timur di Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. 

Berkat ketelatenan dalam melakukan pengintaian, kerja keras petugas gabungan akhirnya membuahkan hasil. Dua pelaku berhasil diringkus terlebih dahulu masing-masing BDY dan AND. Mereka berdua diamankan saat sedang melakukan transaksi. Barang bukti yang disita berupa dua paket narkotika jenis sabu. 

Tertangkapnya dua pelaku BDY dan AND tersebut kemudian mengembang kepada pelaku SHD. Dalam keteranganya BDY dan AND mengaku mendapatkan barang tersebut dari SHD. berbekal keterangan itu, petugas gabungan kemudian bergegas melakukan pengeledahan di rumah pelaku SHD di Perumahan Griya Tawang Asri Kecamatan Wates Kabupayen Kediri. Disitu, petugas BNN Kabupaten Kediri mengamankan sejumlah barang bukti. 

Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati mengatakan, dalam  pengungkapan kasus ini pihaknya di back up oleh BNN Provinsi Jawa Timur. Menurutnya koordinasi harus dilakukan karena yang ditangkap berstatus Bandar. 

Selama ini mereka selalu beroperasi mengedarkan narkoba antar kota dan Kabupaten di wilayah Jawa Timur. "Ini pil doubel L, tapi disini dia mengemasnya Vitamin. Isinya doubel L. Tujuanya untuk mengelabui masyarakat. Makanya perlu diketahui masyarakat jangan sembarangan kalau diberi Vitamin, gratis padahal isinya Narkoba," terang AKBP Lilik Dewi Indarwati Kamis (13/9).

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Minggu, 18 November 2018 - 06:35 WIB

Seorang dokter meninggal diduga keracunan gas genset

Minggu, 18 November 2018 - 06:23 WIB

Puluhan motor curian ditemukan lagi di rusunawa

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com