Selasa, 13 November 2018 | 01:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

KPI keluarkan surat edaran soal muatan mistik di program siaran

Jumat, 14 September 2018 - 13:15 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xc1ZZt
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xc1ZZt

Elshinta.com - Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano Fenelon Pariela menanggapi program atau muatan mistik dalam sebuah program siaran yang tidak terlepas dari fenomena yang ada di masyarakat.

Kepada Elshinta, Jumat (14/9) siang, Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano Fenelon Pariela menanggapi persoalan mengenai Program siaran televisi yang terkait muatan mistik di dalamnya.

Menurut Hardly, terlepas dari fenomena yang ada di masyarakat, Mistik Horor Supranatural (MHS) akan menjadi sebuah cerita yang hidup di tengah masyarakat. Ketika sesuatu hidup di masyarakat dan diangkat ke layar kaca itu biasanya menjadi siklus genre, tetapi yang kemudian diatur secara teknis adalah jangan sampai genre mistik supranatural ini memberikan dampak yang negatif kepada masyarakat.

"Dampak negatif itu bisa saja terjadi terutama kepada kelompok anak dan remaja," ucapnya.

Hardly Stefano menjelaskan, bisa saja masyarakat menjadi lebih percaya kepada hal-hal yang sifatnya mistik, mendegradasi atau membuat masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai ketuhanan.

Berdasarkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang masih memberi ruang kepada program siaran mistik horor, melalui edaran yang dibuat, terdapat enam point ketentuan yang harus diperhatikan.

Point pertama yaitu program dengan muatan MHS, tidak boleh semata-mata mengeksploitasi ketakutan. Kedua, muatan tersebut harus disertai dengan pemaknaan baik secara rasional, budaya ataupun keagamaan. Ketiga, harus berhati-hati jika menampilkan ritual atau simbol yang terkait dengan agama atau budaya. Keempat, batasi tayangan fasilitasi remaja reality show, dan yang terakhir program klasifikasi anak yaitu usia anak pra sekolah sampai usia remaja, sama sekali tidak boleh ada muatan mistik horor supranatural.

Untuk jam siaran bisa disesuaikan, jam yang paling aman yang terpenting terikat pada point satu dan dua yang tidak mengekspotasi ketakutan dan harus memberi pemaknaan, tetapi dalam bentuk reality show, itu tidak boleh bermain di jam yang masih memungkinkan remaja untuk menonton.

"Model-model acara kemarin seperti paranormal, karma, itu tidak boleh diluar jam dewasa, dan itu hanya boleh di jam dewasa," ujarnya.

Namun, tambah Hardly program siaran klasifikasi dewasa dimulai dari jam 22.00 - 03.00 WIB. Sedangkan untuk program siaran klasifikasi remaja, semua umur, dan anak itu ada di luar jam tersebut.

"Tetapi format-format drama serial atau drama yang masih menampilkan muatan mistik horor, selama ia tidak mengeksploitasi ketakutan secara berlebihan dan masih bisa menyampaikan makna positif itu masih bisa ditayangkan di jam remaja. Sedangan untuk yang anak, sama sekali tidak boleh ada," tandasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano Fenelon Pariela menanggapi program atau muatan mistik dalam sebuah program siaran yang tidak terlepas dari fenomena yang ada di masyarakat.

Kepada Elshinta, Jumat (14/9) siang, Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano Fenelon Pariela menanggapi persoalan mengenai Program siaran televisi yang terkait muatan mistik di dalamnya.

Menurut Hardly, terlepas dari fenomena yang ada di masyarakat, Mistik Horor Supranatural (MHS) akan menjadi sebuah cerita yang hidup di tengah masyarakat. Ketika sesuatu hidup di masyarakat dan diangkat ke layar kaca itu biasanya menjadi siklus genre, tetapi yang kemudian diatur secara teknis adalah jangan sampai genre mistik supranatural ini memberikan dampak yang negatif kepada masyarakat.

"Dampak negatif itu bisa saja terjadi terutama kepada kelompok anak dan remaja," ucapnya.

Hardly Stefano menjelaskan, bisa saja masyarakat menjadi lebih percaya kepada hal-hal yang sifatnya mistik, mendegradasi atau membuat masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai ketuhanan.

Berdasarkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang masih memberi ruang kepada program siaran mistik horor, melalui edaran yang dibuat, terdapat enam point ketentuan yang harus diperhatikan.

Point pertama yaitu program dengan muatan MHS, tidak boleh semata-mata mengeksploitasi ketakutan. Kedua, muatan tersebut harus disertai dengan pemaknaan baik secara rasional, budaya ataupun keagamaan. Ketiga, harus berhati-hati jika menampilkan ritual atau simbol yang terkait dengan agama atau budaya. Keempat, batasi tayangan fasilitasi remaja reality show, dan yang terakhir program klasifikasi anak yaitu usia anak pra sekolah sampai usia remaja, sama sekali tidak boleh ada muatan mistik horor supranatural.

Untuk jam siaran bisa disesuaikan, jam yang paling aman yang terpenting terikat pada point satu dan dua yang tidak mengekspotasi ketakutan dan harus memberi pemaknaan, tetapi dalam bentuk reality show, itu tidak boleh bermain di jam yang masih memungkinkan remaja untuk menonton.

"Model-model acara kemarin seperti paranormal, karma, itu tidak boleh diluar jam dewasa, dan itu hanya boleh di jam dewasa," ujarnya.

Namun, tambah Hardly program siaran klasifikasi dewasa dimulai dari jam 22.00 - 03.00 WIB. Sedangkan untuk program siaran klasifikasi remaja, semua umur, dan anak itu ada di luar jam tersebut.

"Tetapi format-format drama serial atau drama yang masih menampilkan muatan mistik horor, selama ia tidak mengeksploitasi ketakutan secara berlebihan dan masih bisa menyampaikan makna positif itu masih bisa ditayangkan di jam remaja. Sedangan untuk yang anak, sama sekali tidak boleh ada," tandasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com