Rabu, 21 November 2018 | 09:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

KPU Jateng coret 34.854 pemilih ganda

Jumat, 14 September 2018 - 17:24 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber Foto: https://bit.ly/2p8iTUg
Sumber Foto: https://bit.ly/2p8iTUg

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah mencoret 34.854 nama pemilih karena masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) ganda pada Pemilihan Presiden dan Pemilihan Anggota Legislatif 2019.

"Setelah mencermati jumlah pemilih ganda, jumlah DPT Pemilu di Jateng menjadi 27.395.415 nama atau berkurang 34.854 nama dari DPT sebelumnya yakni 27.430.269 nama pemilih," kata Ketua KPU Provinsi Jateng Joko Purnomo di Semarang, Jumat (14/9).

Pencoretan DPT ganda tersebut merupakan hasil temuan atau masukan baik partai politik maupun Badan Pengawas Pemilu pada tahapan pencermatan DPT Pilpres dan Pemilu Legislatif 2019.

Ia menyebutkan, DPT ganda paling banyak ditemukan di Kabupaten Banyumas dengan jumlah sekitar 3.000-an nama, sedangkan pada kabupaten/kota lainnya, rata-rata 500-1.000-an nama pemilih.

Menurut dia, DPT hasil perbaikan ini akan terus dicermati sampai pelaksanaan Pilpres dan Pemilu Legislatif 2019 sehingga akan dibentuk forum koordinasi pemutakhiran data pemilih. "Kita bikin forum agar semua bisa terus mencermati DPT," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Pencermatan DPT, kata Joko, juga dilakukan sembari pengelolaan pindah pemilih yang dinilai penting karena terkait dengan kebutuhan logistik Pilpres dan Pemilu Legislatif 2019. "Ini harus kita kelola, paling lambat akan kita layani sampai H-30 agar kita bisa mengatur distribusi logistik ketika terjadi perubahan," katanya.

Joko menambahkan, jumlah DPT Pemilu 2019 di Jateng itu tersebar di 35 kabupaten/kota, 573 kecamatan, 8.559 desa/kelurahan, dan 115.186 tempat pemungutan suara (TPS).

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah mencoret 34.854 nama pemilih karena masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) ganda pada Pemilihan Presiden dan Pemilihan Anggota Legislatif 2019.

"Setelah mencermati jumlah pemilih ganda, jumlah DPT Pemilu di Jateng menjadi 27.395.415 nama atau berkurang 34.854 nama dari DPT sebelumnya yakni 27.430.269 nama pemilih," kata Ketua KPU Provinsi Jateng Joko Purnomo di Semarang, Jumat (14/9).

Pencoretan DPT ganda tersebut merupakan hasil temuan atau masukan baik partai politik maupun Badan Pengawas Pemilu pada tahapan pencermatan DPT Pilpres dan Pemilu Legislatif 2019.

Ia menyebutkan, DPT ganda paling banyak ditemukan di Kabupaten Banyumas dengan jumlah sekitar 3.000-an nama, sedangkan pada kabupaten/kota lainnya, rata-rata 500-1.000-an nama pemilih.

Menurut dia, DPT hasil perbaikan ini akan terus dicermati sampai pelaksanaan Pilpres dan Pemilu Legislatif 2019 sehingga akan dibentuk forum koordinasi pemutakhiran data pemilih. "Kita bikin forum agar semua bisa terus mencermati DPT," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Pencermatan DPT, kata Joko, juga dilakukan sembari pengelolaan pindah pemilih yang dinilai penting karena terkait dengan kebutuhan logistik Pilpres dan Pemilu Legislatif 2019. "Ini harus kita kelola, paling lambat akan kita layani sampai H-30 agar kita bisa mengatur distribusi logistik ketika terjadi perubahan," katanya.

Joko menambahkan, jumlah DPT Pemilu 2019 di Jateng itu tersebar di 35 kabupaten/kota, 573 kecamatan, 8.559 desa/kelurahan, dan 115.186 tempat pemungutan suara (TPS).

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 20 November 2018 - 20:27 WIB

Ma`ruf Amin ingatkan masyarakat untuk bersikap toleran

Selasa, 20 November 2018 - 08:11 WIB

Ketua KPU: Komisioner harus tahan fisik-mental

Selasa, 20 November 2018 - 06:55 WIB

Sandiaga: Ekonomi Indonesia harus mandiri

Senin, 19 November 2018 - 17:08 WIB

Ma`ruf Amin bantah jadi alat untuk digantikan Ahok

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com