APTRI kecewa gula rafinasi digelontorkan ke Lumajang
Jumat, 14 September 2018 - 17:45 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - Ketua DPD Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PTPN Xl Budi Susilo mengaku kecewa dengan adanya temuan gula rafinasi yang digelontorkan di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, dimana wilayah tersebut merupakan daerah lumbung tanaman tebu.

Dikatakan Budi, kondisi ini menjadi petani tebu panik karena gula yang peruntukannya pada pabrik produksi makanan dan minuman, pada Kamis (13/09) kemarin satu kontainer diturunkan di pinggir jalan nasional di wilayah kecamatan Pasirian dipindahkan ke kendaraan pick up.

Budi Susilo menjelaskan ada dugaan kuat gula rafinasi beredar di pasaran sebagai konsumsi masyarakat Lumajang, sebab hasil laporan yang diterima pick up pengangkut gula rafinasi mengarahkan kendaraan ke wilayah Candipuro padahal peruntukannya sudah jelas pemenuhan bahan baku produksi makanan dan minuman. Menurutnya aparat berwenang untuk melakukan tindakan tegas selain kendaraan yang digunakan bukan milik perusahaan produksi makanan dan minuman juga dampaknya di petani hancurkan ekonomi masyarakat.

Lanjut Budi, kondisi saat ini gula petani di gudang pabrik gula tertimbun karena mulai tidak ada tawaran lagi dan gula yang sudah terbeli Bulog pun tidak lunas dibayar. Merosotnya ekonomi petani tebu ditengarai pemerintah terus melakukan impor gula yang tidak diikuti data akan kebutuhan gula rafinasi atau gula mentah dalam negeri.

Budi mendesak pemerintah yang berwenang dari pusat sampai daerah adanya kebocoran gula sampai ke pasaran agar dikoreksi tata niaganya karena ancaman serius matinya sektor pertanian tebu di Tanah Air. 

Pihaknya selaku pemegang amanat pengurus APTRI PTPN Xl mendukung lelang gula rafinasi dilakukan secara online guna memastikan gula yang datang dari luar negeri masuk memenuhi kebutuhan pabrik produksi makanan dan minuman sesuai dengan kebutuhannya.

Tiga tahun terakhir petani tebu tidak menyicipi manisnya hasil panen yang dirasakan "tahun ini yang menjadikan petani terpuruk," pungkas Budi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 21:05 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 21 TPS dikabupaten Kudus, Jawa Tengah melakukan penghitungan surat suar...
Rabu, 24 April 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak terjebak dalam perse...
Rabu, 24 April 2019 - 19:59 WIB
Elshinta.com - Hingga Rabu (24/4) malam, pukul 19:45:04 WIB, data yang masuk di Sistem Informas...
Rabu, 24 April 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila menyampaikan bahwa tidak...
Rabu, 24 April 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Adanya pengakuan sebagai penganut kepercayaan oleh pemerintah pasca putusan...
Rabu, 24 April 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu menganggap saat in...
Rabu, 24 April 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Pengamat Politik UIN Jakarta A Bakir Ihsan meminta semua pihak untuk memercayai ...
Rabu, 24 April 2019 - 17:08 WIB
Elshinta.com - Kapolres Indramayu, Jawa Barat, AKBP M Yoris MY Marzuki menyebutkan ba...
Rabu, 24 April 2019 - 17:06 WIB
Elshinta.com - Hingga Rabu (24/4) sore, pukul 17:00:03 WIB, data yang masuk di Sistem Informasi...
Rabu, 24 April 2019 - 16:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Agama (Kemenag) belum menerima surat atau pemberitahuan resmi t...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)