Senin, 19 November 2018 | 02:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Atasi kemacetan, Kota Bandung siapkan kereta listrik berbasis rel virtual

Jumat, 14 September 2018 - 18:35 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2NgNNZu
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NgNNZu

Elshinta.com - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menawarkan kepada Kota Bandung, Jawa Barat, transportasi massal berbasis rel virtual atau (Autonomous Rapid Transit (ART) yang dijalankan oleh mesin bertenaga baterai sebagai solusi mengatasi kemacetan.

"ART dibekali teknologi canggih, tracknya ada garis  yang dibaca sensor. Jadi tidak perlu menggunakan rel konvensional besi, sehingga jauh lebih murah, dan bisa dikerjakan secara cepat," kata Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro di Bandung, Jumat (14/9).

Ia menjelaskan, dalam beroperasi setiap kali berhenti kereta ini menaikkan dan menurunkan penumpang, men-charge (mengisi baterai) selama 10 menit untuk sepanjang 25 kilometer.

Menurutnya, realisasi pembangunan kereta tersebut masih dalam tahap kajian antara PT KAI dan Pemkot Bandung. Rencananya, ART akan digunakan di jalur-jalur padat dengan ukuran badan jalan yang besar, seperti Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Asia Afrika.

Edi menjelaskan, ART tidak seperti kereta biasa yang memiliki gerbong penariknya. Setiap unit gerbong merupakan kereta penarik yang berdiri sendiri dengan sumber tenaga penggerak dari rangkaian baterai. "Setiap satu wagon (gerbong) itu mampu mengangkut 100 orang. Saat ini kita mengacu ke China teknologinya," kata dia, seperti dikutip Antara.

Kereta ini sudah dikembangkan di Tiongkok dan digunakan pada kereta tanpa kabel listrik dan rel. Sistem transportasi ini sudah melakukan uji cobanya di jalan raya daerah Zhuzhou di Provinsi Hunan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menawarkan kepada Kota Bandung, Jawa Barat, transportasi massal berbasis rel virtual atau (Autonomous Rapid Transit (ART) yang dijalankan oleh mesin bertenaga baterai sebagai solusi mengatasi kemacetan.

"ART dibekali teknologi canggih, tracknya ada garis  yang dibaca sensor. Jadi tidak perlu menggunakan rel konvensional besi, sehingga jauh lebih murah, dan bisa dikerjakan secara cepat," kata Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro di Bandung, Jumat (14/9).

Ia menjelaskan, dalam beroperasi setiap kali berhenti kereta ini menaikkan dan menurunkan penumpang, men-charge (mengisi baterai) selama 10 menit untuk sepanjang 25 kilometer.

Menurutnya, realisasi pembangunan kereta tersebut masih dalam tahap kajian antara PT KAI dan Pemkot Bandung. Rencananya, ART akan digunakan di jalur-jalur padat dengan ukuran badan jalan yang besar, seperti Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Asia Afrika.

Edi menjelaskan, ART tidak seperti kereta biasa yang memiliki gerbong penariknya. Setiap unit gerbong merupakan kereta penarik yang berdiri sendiri dengan sumber tenaga penggerak dari rangkaian baterai. "Setiap satu wagon (gerbong) itu mampu mengangkut 100 orang. Saat ini kita mengacu ke China teknologinya," kata dia, seperti dikutip Antara.

Kereta ini sudah dikembangkan di Tiongkok dan digunakan pada kereta tanpa kabel listrik dan rel. Sistem transportasi ini sudah melakukan uji cobanya di jalan raya daerah Zhuzhou di Provinsi Hunan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com