Selasa, 25 September 2018 | 03:21 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Dalam Negeri / Pembangunan

Atasi kemacetan, Kota Bandung siapkan kereta listrik berbasis rel virtual

Jumat, 14 September 2018 - 18:35 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2NgNNZu
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NgNNZu

Elshinta.com - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menawarkan kepada Kota Bandung, Jawa Barat, transportasi massal berbasis rel virtual atau (Autonomous Rapid Transit (ART) yang dijalankan oleh mesin bertenaga baterai sebagai solusi mengatasi kemacetan.

"ART dibekali teknologi canggih, tracknya ada garis  yang dibaca sensor. Jadi tidak perlu menggunakan rel konvensional besi, sehingga jauh lebih murah, dan bisa dikerjakan secara cepat," kata Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro di Bandung, Jumat (14/9).

Ia menjelaskan, dalam beroperasi setiap kali berhenti kereta ini menaikkan dan menurunkan penumpang, men-charge (mengisi baterai) selama 10 menit untuk sepanjang 25 kilometer.

Menurutnya, realisasi pembangunan kereta tersebut masih dalam tahap kajian antara PT KAI dan Pemkot Bandung. Rencananya, ART akan digunakan di jalur-jalur padat dengan ukuran badan jalan yang besar, seperti Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Asia Afrika.

Edi menjelaskan, ART tidak seperti kereta biasa yang memiliki gerbong penariknya. Setiap unit gerbong merupakan kereta penarik yang berdiri sendiri dengan sumber tenaga penggerak dari rangkaian baterai. "Setiap satu wagon (gerbong) itu mampu mengangkut 100 orang. Saat ini kita mengacu ke China teknologinya," kata dia, seperti dikutip Antara.

Kereta ini sudah dikembangkan di Tiongkok dan digunakan pada kereta tanpa kabel listrik dan rel. Sistem transportasi ini sudah melakukan uji cobanya di jalan raya daerah Zhuzhou di Provinsi Hunan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 24 September 2018 - 22:05 WIB

Divonis 13 tahun penjara, SAT ajukan banding

Ekonomi | 24 September 2018 - 21:57 WIB

PKS: Generasi milenial harus didorong jadi petani

Aktual Dalam Negeri | 24 September 2018 - 21:45 WIB

Polda antisipasi aksi balas dendam suporter Persija

Musibah | 24 September 2018 - 21:23 WIB

Pengemudi truk ditemukan meninggal di rest area

Manajemen | 24 September 2018 - 21:15 WIB

Alasan mengapa pelaku usaha perlu berinvestasi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 24 September 2018 - 22:05 WIB

Divonis 13 tahun penjara, SAT ajukan banding

Senin, 24 September 2018 - 21:57 WIB

PKS: Generasi milenial harus didorong jadi petani

Senin, 24 September 2018 - 21:45 WIB

Polda antisipasi aksi balas dendam suporter Persija

Senin, 24 September 2018 - 21:07 WIB

APT2PHI dorong GPI tolak impor pangan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com