Selasa, 13 November 2018 | 02:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aplikasi

Facebook perluas cek berita palsu ke foto dan video

Jumat, 14 September 2018 - 18:52 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2NL7tEa
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NL7tEa

Elshinta.com - Facebook menambah kemampuan pengecekan fakta mereka terhadap berita palsu ke foto dan video, bukan hanya teks.

"Hari ini, kami memperluas pengecekan fakta untuk foto dan video ke 27 mitra kami di 17 negara di seluruh dunia. Ini akan membantu kami mengidentifikasi dan mengambil langkah terhadap misinformasi lebih cepat," kata Manajer Produk Facebook, Antonia Woodford, melalui blog resmi, Kamis (13/9) waktu setempat.

Sama seperti pengecekan fakta untuk artikel, Facebook juga menggunakan "machine learning" dibantu dengan pelaporan dari pengguna. Foto dan video bermasalah tersebut dikirim ke mitra "fact-checker" mereka untuk ditelaah lebih jauh.

"Pengecek fakta dapat memeriksa foto dan video benar atau salah dengan gabungan kemampuan-kemampuan untuk memeriksa dengan praktik jurnalistik, seperti menggunakan referensi dari penelitian, akademik atau kantor pemerintah," kata Woodford, seperti dikutip Antara.

Facebook juga menggunakan optical character recognition (OCR) untuk memisahkan teks dari foto dan membandingkannya dengan teks dari artikel, untuk mendeteksi apakah sebuah foto atau video dimanipulasi.

Facebook menilai penyebaran berita palsu berbeda medium di masing-masing negara tempat mereka beroperasi. "Contohnya, di Amerika Serikat, orang-orang mendapat misinformasi dari artikel, sementara di Indonesia, mereka melihat foto yang menyesatkan," kata dia.

Foto dan video bermasalah yang masuk ke platform Facebook dikategorikan dalam manipulasi atau fabrikasi, tidak sesuai konteks dan klaim teks atau audio.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Facebook menambah kemampuan pengecekan fakta mereka terhadap berita palsu ke foto dan video, bukan hanya teks.

"Hari ini, kami memperluas pengecekan fakta untuk foto dan video ke 27 mitra kami di 17 negara di seluruh dunia. Ini akan membantu kami mengidentifikasi dan mengambil langkah terhadap misinformasi lebih cepat," kata Manajer Produk Facebook, Antonia Woodford, melalui blog resmi, Kamis (13/9) waktu setempat.

Sama seperti pengecekan fakta untuk artikel, Facebook juga menggunakan "machine learning" dibantu dengan pelaporan dari pengguna. Foto dan video bermasalah tersebut dikirim ke mitra "fact-checker" mereka untuk ditelaah lebih jauh.

"Pengecek fakta dapat memeriksa foto dan video benar atau salah dengan gabungan kemampuan-kemampuan untuk memeriksa dengan praktik jurnalistik, seperti menggunakan referensi dari penelitian, akademik atau kantor pemerintah," kata Woodford, seperti dikutip Antara.

Facebook juga menggunakan optical character recognition (OCR) untuk memisahkan teks dari foto dan membandingkannya dengan teks dari artikel, untuk mendeteksi apakah sebuah foto atau video dimanipulasi.

Facebook menilai penyebaran berita palsu berbeda medium di masing-masing negara tempat mereka beroperasi. "Contohnya, di Amerika Serikat, orang-orang mendapat misinformasi dari artikel, sementara di Indonesia, mereka melihat foto yang menyesatkan," kata dia.

Foto dan video bermasalah yang masuk ke platform Facebook dikategorikan dalam manipulasi atau fabrikasi, tidak sesuai konteks dan klaim teks atau audio.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 11 November 2018 - 18:36 WIB

Samsung perkenalkan ponsel lipat W2019

Jumat, 09 November 2018 - 15:36 WIB

1.000 bikers akan turun dalam IIBG 2018 di Medan

Jumat, 09 November 2018 - 13:06 WIB

Industri pertahanan tawarkan teknologi navigasi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com