Senin, 19 November 2018 | 02:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

NTT ikut terkena dampak siklon tropis Mangkhut

Jumat, 14 September 2018 - 19:23 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xf3hlB
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xf3hlB

Elshinta.com - Wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut terkena dampak siklon tropis Mangkhut yang saat ini sedang melanda wilayah utara Indonesia, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo, di Kupang, Jumat (14/9).

Wilayah perairan yang terkena dampak siklon tropis Mangkhut antara lain, perairan Selatan Flores dan Selat Ombai, Perairan Selatan Pulau Sabu, Laut Sawu dan perairan Laut Timor, perairan Selatan Kupang dan Pulau Rote.

Pada wilayah-wilayah peraian laut ini, tinggi gelombang berkisar antara 1,5-2,5 meter. Wilayah perairan laut lainnya yang terkena dampak adalah wilayah perairaan Selatan Sumba, Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan selat Sumba dengan tinggi gelombang 2,5-4.0 meter.

Siklon tropis Mangkhut dengan pusat tekanan 905 hPa di Samudera Pasifik Timur Philipina dengan kecepatan angin maksimum 110 KT.

Pola angin Timuran mencapai 37 km/jam di perairan Enggano hingga Lampung, perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat dan Laut Arafura mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan laut Indonesia, termasuk NTT, seperti dikutip Antara.

Wilayah-wilayah perairan laut itu antara lain, perairan Barat Kepulauan Mantawai, perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Mantawai hingga Lampung dan selat Sunda bagian Selatan.

Dalam hubungan dengan itu, BMKG mengimbau masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di pesisir Barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta daerah lainnya, khususnya yang terkena dampak siklon tropis Mangkhut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut terkena dampak siklon tropis Mangkhut yang saat ini sedang melanda wilayah utara Indonesia, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo, di Kupang, Jumat (14/9).

Wilayah perairan yang terkena dampak siklon tropis Mangkhut antara lain, perairan Selatan Flores dan Selat Ombai, Perairan Selatan Pulau Sabu, Laut Sawu dan perairan Laut Timor, perairan Selatan Kupang dan Pulau Rote.

Pada wilayah-wilayah peraian laut ini, tinggi gelombang berkisar antara 1,5-2,5 meter. Wilayah perairan laut lainnya yang terkena dampak adalah wilayah perairaan Selatan Sumba, Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan selat Sumba dengan tinggi gelombang 2,5-4.0 meter.

Siklon tropis Mangkhut dengan pusat tekanan 905 hPa di Samudera Pasifik Timur Philipina dengan kecepatan angin maksimum 110 KT.

Pola angin Timuran mencapai 37 km/jam di perairan Enggano hingga Lampung, perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat dan Laut Arafura mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan laut Indonesia, termasuk NTT, seperti dikutip Antara.

Wilayah-wilayah perairan laut itu antara lain, perairan Barat Kepulauan Mantawai, perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Mantawai hingga Lampung dan selat Sunda bagian Selatan.

Dalam hubungan dengan itu, BMKG mengimbau masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di pesisir Barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta daerah lainnya, khususnya yang terkena dampak siklon tropis Mangkhut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 19:14 WIB

Sambas perlu BNKK tekan peredaran narkoba

Minggu, 18 November 2018 - 18:40 WIB

Hak individu keluarga korban Lion gugat Boeing

Minggu, 18 November 2018 - 17:39 WIB

Korban Lion Air asal Italia belum diserahkan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com