NTT ikut terkena dampak siklon tropis Mangkhut
Jumat, 14 September 2018 - 19:23 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xf3hlB

Elshinta.com - Wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut terkena dampak siklon tropis Mangkhut yang saat ini sedang melanda wilayah utara Indonesia, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo, di Kupang, Jumat (14/9).

Wilayah perairan yang terkena dampak siklon tropis Mangkhut antara lain, perairan Selatan Flores dan Selat Ombai, Perairan Selatan Pulau Sabu, Laut Sawu dan perairan Laut Timor, perairan Selatan Kupang dan Pulau Rote.

Pada wilayah-wilayah peraian laut ini, tinggi gelombang berkisar antara 1,5-2,5 meter. Wilayah perairan laut lainnya yang terkena dampak adalah wilayah perairaan Selatan Sumba, Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan selat Sumba dengan tinggi gelombang 2,5-4.0 meter.

Siklon tropis Mangkhut dengan pusat tekanan 905 hPa di Samudera Pasifik Timur Philipina dengan kecepatan angin maksimum 110 KT.

Pola angin Timuran mencapai 37 km/jam di perairan Enggano hingga Lampung, perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat dan Laut Arafura mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan laut Indonesia, termasuk NTT, seperti dikutip Antara.

Wilayah-wilayah perairan laut itu antara lain, perairan Barat Kepulauan Mantawai, perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Mantawai hingga Lampung dan selat Sunda bagian Selatan.

Dalam hubungan dengan itu, BMKG mengimbau masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di pesisir Barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta daerah lainnya, khususnya yang terkena dampak siklon tropis Mangkhut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 09:17 WIB
Elshinta.com - Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (P...
Senin, 25 Maret 2019 - 10:33 WIB
Elshinta.com - Puluhan rumah warga dan sejumlah rumah ibadah gereja serta pura di beberapa...
Senin, 25 Maret 2019 - 08:33 WIB
Elshinta.com - ‚ÄčPemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan bela sungkawa yang mendalam...
Senin, 25 Maret 2019 - 07:05 WIB
Elshinta.com - Kepolisian daerah (Polda) Papua kembali merilis atau mengumumkan 74 nama ko...
Senin, 25 Maret 2019 - 06:19 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow mela...
Minggu, 24 Maret 2019 - 16:28 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyebutkan seb...
Minggu, 24 Maret 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com - Akses jalan menuju objek wisata Puncak Suroloyo di Kecamatan Samigaluh, Kab...
Minggu, 24 Maret 2019 - 08:54 WIB
Elshinta.com - Gunung Merapi dua kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 6...
Jumat, 22 Maret 2019 - 20:08 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Bhayangkari, Ibu Tri Suswati Tito Karnavian mengunjungi korban bencan...
Jumat, 22 Maret 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Papua dan Papua Barat menjamin ketersed...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)