Selasa, 13 November 2018 | 02:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Kapal terbakar di Banggai bawa 72 penumpang

Jumat, 14 September 2018 - 20:25 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2Qw2W7c
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Qw2W7c

Elshinta.com - Kapolres Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, AKBP Idam membenarkan musibah kebakaran KM Fungka Permata V yang sedang berlayar dari Raha, Kabupaten Muna, Sultra, menuju Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Sulteng, dengan membawa 72 penumpang dan 12 ABK.

"Kami menerima laporan musibah ini tadi sore sekitar pukul 16.45 Wita dan sesuai manivest, kapal itu membawa 72 penumpang dengan 12 ABK," katanya saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (14/9) malam.

Pada pukul 17.30 Wita, kata Idam, tim gabungan yang terdiri atas personel Unit KP3 Polsek Banggai, Polsek Lobangkurung, Syahbandar Banggai, dan anggota Koramil Banggai yang dipimpin Mayor Inf. Jufri Halimu, turun ke lokasi kejadian dengan menggunakan speed boat milik KPLP Banggai.

Namun sampai saat ini, katanya, belum ada laporan dari tim itu mengenai kondisi kapal dan penumpang, karena mungkin mereka belum tiba di lokasi kecelakaan.

Akan tetapi, kata Idam, pada pukul 18.50 Wita, pihaknya menerima informasi dari Kepala Desa Tagong Sagu, Kecamatan Bangkurung, bahwa masyarakat sekitar telah menuju lokasi kejadian dan menemukan delapan orang meninggal dunia.

Lokasi kejadian, kata Idham, adalah di sekitar Pulau Tagong Sagu, Kecamatan Bangkurung, pulau terluar Kabupaten Banggai Laut yang dekat dengan Sulawesi Tenggara. "Untuk mencapai lokasi kejadian itu, dibutuhkan waktu perjalanan laut sekitar empat jam dari Banggai, namun saat ini, kondisi ombak di laut dilaporkan cukup besar," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Ia juga menyebut bahwa di sekitar lokasi kejadian, tidak terdapat jaringan komunikasi telepon seluler atau internet, hanya mengandalkan radio komunikasi kapal. "Hanya itu informasi yang bisa saya sampaikan. Kami masih terus memantau perkembangan musibah ini," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Kapolres Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, AKBP Idam membenarkan musibah kebakaran KM Fungka Permata V yang sedang berlayar dari Raha, Kabupaten Muna, Sultra, menuju Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Sulteng, dengan membawa 72 penumpang dan 12 ABK.

"Kami menerima laporan musibah ini tadi sore sekitar pukul 16.45 Wita dan sesuai manivest, kapal itu membawa 72 penumpang dengan 12 ABK," katanya saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (14/9) malam.

Pada pukul 17.30 Wita, kata Idam, tim gabungan yang terdiri atas personel Unit KP3 Polsek Banggai, Polsek Lobangkurung, Syahbandar Banggai, dan anggota Koramil Banggai yang dipimpin Mayor Inf. Jufri Halimu, turun ke lokasi kejadian dengan menggunakan speed boat milik KPLP Banggai.

Namun sampai saat ini, katanya, belum ada laporan dari tim itu mengenai kondisi kapal dan penumpang, karena mungkin mereka belum tiba di lokasi kecelakaan.

Akan tetapi, kata Idam, pada pukul 18.50 Wita, pihaknya menerima informasi dari Kepala Desa Tagong Sagu, Kecamatan Bangkurung, bahwa masyarakat sekitar telah menuju lokasi kejadian dan menemukan delapan orang meninggal dunia.

Lokasi kejadian, kata Idham, adalah di sekitar Pulau Tagong Sagu, Kecamatan Bangkurung, pulau terluar Kabupaten Banggai Laut yang dekat dengan Sulawesi Tenggara. "Untuk mencapai lokasi kejadian itu, dibutuhkan waktu perjalanan laut sekitar empat jam dari Banggai, namun saat ini, kondisi ombak di laut dilaporkan cukup besar," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Ia juga menyebut bahwa di sekitar lokasi kejadian, tidak terdapat jaringan komunikasi telepon seluler atau internet, hanya mengandalkan radio komunikasi kapal. "Hanya itu informasi yang bisa saya sampaikan. Kami masih terus memantau perkembangan musibah ini," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Ya allah selamatkanlah mereka semua😭😭😭
Tolong di masukan nama korban jiwa dan selamat
Klw memang suda ad perkembangan pengcariyanx mohon infonx..
loading...

Senin, 12 November 2018 - 20:22 WIB

KNKT teruskan pencarian kotak hitam CVR Lion Air

Senin, 12 November 2018 - 17:56 WIB

3 meninggal akibat tertimbun longsor di Nagekeo NTT

Senin, 12 November 2018 - 16:44 WIB

Tiga bangunan dekat terminal Bekasi ludes terbakar

Senin, 12 November 2018 - 15:55 WIB

Jabar siaga satu bencana hujan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com