Minggu, 18 November 2018 | 14:00 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

BMKG deteksi 12 titik panas di Riau

Jumat, 14 September 2018 - 21:14 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LOu69M/Elshinta.
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LOu69M/Elshinta.

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mendeteksi ada 12 titik panas di Provinsi Riau yang menjadi indikasi kebakaran lahan dan hutan, Jumat (14/9) petang.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru yang menggunakan Satelit Terra & Aqua, 12 titik panas (hotspot) tersebar di tiga daerah. Daerah paling banyak adalah Kabupaten Pelalawan, yakni sembilan titik panas. Kemudian Kabupaten Siak ada dua titik, dan Indragiri Hulu ada satu titik.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno mengatakan ada enam titik yang dipastikan kebakaran lahan karena tingkat keakuratannya lebih dari 70 persen. "Enam titik api itu berlokasi di Pelalawan," katanya.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kebakaran lahan belum bisa dikendalikan karena pada Jumat pagi, hanya terdeteksi tiga titik panas di Riau, yang semuanya berada di Pelalawan.

Stasiun Klimatologi BMKG juga mengeluarkan peringatan untuk Pemprov Riau bahwa ada dua daerah yang sangat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, karena mengalami hari tanpa hujan cukup panjang.

Daerah yang lebih dari 10 hari tidak ada hujan berturut-turut, antara lain Kecamatan Rantau Kopar di Kabupaten Rokan Hilir selama 13 hari, dan Kecamatan Ukui di Kabupaten Pelalawan selama 24 hari.

Sementara itu, untuk keseluruhan di Pulau Sumatera pada Jumat petang, terdeteksi 117 titik panas. Data tersebut diperbarui terakhir oleh BMKG pukul 16.00 WIB.

Provinsi Sumatera Selatan masih menjadi penyumbang terbanyak dalam beberapa hari terakhir, dan kini terdeteksi ada 52 titik panas di daerah itu. Kemudian Bangka Belitung ada 29 titik panas, Lampung 24 titik dan Riau ada 12 titik.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:50 WIB

Wali Kota ajak masyarakat waspada DBD

Musibah | 18 November 2018 - 13:39 WIB

Tagana diminta petakan daerah rawan banjir

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:29 WIB

Menhub RI tutup Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Tangerang

Pembangunan | 18 November 2018 - 13:19 WIB

Rohidin ajak seluruh masyarakat bahu-membahu membangun Bengkulu

Aktual Luar Negeri | 18 November 2018 - 12:52 WIB

Militer Rusia: 18 prajurit Suriah tewas dalam serangan oleh gerilyawan

Kriminalitas | 18 November 2018 - 12:24 WIB

Polisi ringkus WNA transaksi narkoba di perbatasan

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mendeteksi ada 12 titik panas di Provinsi Riau yang menjadi indikasi kebakaran lahan dan hutan, Jumat (14/9) petang.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru yang menggunakan Satelit Terra & Aqua, 12 titik panas (hotspot) tersebar di tiga daerah. Daerah paling banyak adalah Kabupaten Pelalawan, yakni sembilan titik panas. Kemudian Kabupaten Siak ada dua titik, dan Indragiri Hulu ada satu titik.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno mengatakan ada enam titik yang dipastikan kebakaran lahan karena tingkat keakuratannya lebih dari 70 persen. "Enam titik api itu berlokasi di Pelalawan," katanya.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kebakaran lahan belum bisa dikendalikan karena pada Jumat pagi, hanya terdeteksi tiga titik panas di Riau, yang semuanya berada di Pelalawan.

Stasiun Klimatologi BMKG juga mengeluarkan peringatan untuk Pemprov Riau bahwa ada dua daerah yang sangat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, karena mengalami hari tanpa hujan cukup panjang.

Daerah yang lebih dari 10 hari tidak ada hujan berturut-turut, antara lain Kecamatan Rantau Kopar di Kabupaten Rokan Hilir selama 13 hari, dan Kecamatan Ukui di Kabupaten Pelalawan selama 24 hari.

Sementara itu, untuk keseluruhan di Pulau Sumatera pada Jumat petang, terdeteksi 117 titik panas. Data tersebut diperbarui terakhir oleh BMKG pukul 16.00 WIB.

Provinsi Sumatera Selatan masih menjadi penyumbang terbanyak dalam beberapa hari terakhir, dan kini terdeteksi ada 52 titik panas di daerah itu. Kemudian Bangka Belitung ada 29 titik panas, Lampung 24 titik dan Riau ada 12 titik.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 13:39 WIB

Tagana diminta petakan daerah rawan banjir

Minggu, 18 November 2018 - 12:24 WIB

Polisi ringkus WNA transaksi narkoba di perbatasan

Minggu, 18 November 2018 - 12:12 WIB

KPK OTT Bupati Pakpak Bharat

Minggu, 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com