BMKG deteksi 12 titik panas di Riau
Jumat, 14 September 2018 - 21:14 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LOu69M/Elshinta.

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mendeteksi ada 12 titik panas di Provinsi Riau yang menjadi indikasi kebakaran lahan dan hutan, Jumat (14/9) petang.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru yang menggunakan Satelit Terra & Aqua, 12 titik panas (hotspot) tersebar di tiga daerah. Daerah paling banyak adalah Kabupaten Pelalawan, yakni sembilan titik panas. Kemudian Kabupaten Siak ada dua titik, dan Indragiri Hulu ada satu titik.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno mengatakan ada enam titik yang dipastikan kebakaran lahan karena tingkat keakuratannya lebih dari 70 persen. "Enam titik api itu berlokasi di Pelalawan," katanya.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kebakaran lahan belum bisa dikendalikan karena pada Jumat pagi, hanya terdeteksi tiga titik panas di Riau, yang semuanya berada di Pelalawan.

Stasiun Klimatologi BMKG juga mengeluarkan peringatan untuk Pemprov Riau bahwa ada dua daerah yang sangat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, karena mengalami hari tanpa hujan cukup panjang.

Daerah yang lebih dari 10 hari tidak ada hujan berturut-turut, antara lain Kecamatan Rantau Kopar di Kabupaten Rokan Hilir selama 13 hari, dan Kecamatan Ukui di Kabupaten Pelalawan selama 24 hari.

Sementara itu, untuk keseluruhan di Pulau Sumatera pada Jumat petang, terdeteksi 117 titik panas. Data tersebut diperbarui terakhir oleh BMKG pukul 16.00 WIB.

Provinsi Sumatera Selatan masih menjadi penyumbang terbanyak dalam beberapa hari terakhir, dan kini terdeteksi ada 52 titik panas di daerah itu. Kemudian Bangka Belitung ada 29 titik panas, Lampung 24 titik dan Riau ada 12 titik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 09:17 WIB
Elshinta.com - Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (P...
Senin, 25 Maret 2019 - 10:33 WIB
Elshinta.com - Puluhan rumah warga dan sejumlah rumah ibadah gereja serta pura di beberapa...
Senin, 25 Maret 2019 - 08:33 WIB
Elshinta.com - ‚ÄčPemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan bela sungkawa yang mendalam...
Senin, 25 Maret 2019 - 07:05 WIB
Elshinta.com - Kepolisian daerah (Polda) Papua kembali merilis atau mengumumkan 74 nama ko...
Senin, 25 Maret 2019 - 06:19 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow mela...
Minggu, 24 Maret 2019 - 16:28 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyebutkan seb...
Minggu, 24 Maret 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com - Akses jalan menuju objek wisata Puncak Suroloyo di Kecamatan Samigaluh, Kab...
Minggu, 24 Maret 2019 - 08:54 WIB
Elshinta.com - Gunung Merapi dua kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 6...
Jumat, 22 Maret 2019 - 20:08 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Bhayangkari, Ibu Tri Suswati Tito Karnavian mengunjungi korban bencan...
Jumat, 22 Maret 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Papua dan Papua Barat menjamin ketersed...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)