Selasa, 13 November 2018 | 01:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Generasi milenial Sumsel sambut baik Ma'ruf Amin cawapres Jokowi

Jumat, 14 September 2018 - 12:01 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
KH. Ma'ruf Amin. Sumber foto: https://bit.ly/2x9kQ7k
KH. Ma'ruf Amin. Sumber foto: https://bit.ly/2x9kQ7k

Elshinta.com - Perhelatan Pilpres 2019 telah berhasil menjadi sarana demokrasi yang menentramkan dan bernuansa sejuk dengan dipilihnya KH. Ma'ruf Amin menjadi cawapres oleh Presiden Jokowi. Anak muda Sumsel mengakui langkah Jokowi tersebut sebagai kontribusi positif bagi terwujudnya pilpres dalam nuansa fastabiqul khoirot. Persaingan tidak lagi akan berbasis SARA melainkan menjadi kompetisi berbobot saat mana adu rekam jejak dan adu program akan terjadi. 

Demikian disampaikan Koordinator Kongkow Kaum Muda Sumsel, Ahmad Shufi di Palembang, Jumat (14/9) dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com

Shufi menilai dipilihnya Kiyai Ma'ruf sebagai cawapres Jokowi merupakan langkah tulus untuk meredam terbelahnya ummat Islam pasca Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 silam. "Semua orang tahu peran Kiyai Ma'ruf saat itu. Kini Pak Jokowi memilihnya jadi pendamping, sudah tentu pertimbangan agar bangsa tidak terus terbelah diprioritaskan. Kita tentu mengapresiasi hal itu," ujarnya.

Kiyai Ma'ruf Amin sendiri di mata Shufi dan peserta Kongkow Anak Muda Sumsel merupakan sosok ulama dan sesepuh yang dihormati. Menurutnya, tidak ada yang meragukan kedalam ilmu dan keulamaan Kiyai Ma'ruf. "Bahkan beliau adalah cicit dari Syeikh Nawawi Al-Bantani, ulama internasional yang amat disegani di Makkah dan pengarang banyak kitab yang sampai hari ini masih diajarkan di pesantren-pesantren. Jadi tentu kami, anak-anak muda, generasi milenial, menyambut baik penunjukan Kiyai Ma'ruf menjadi cawapres. Bagus untuk redakan tensi, baik untuk persatuan bangsa," ujarnya.

KH. Ma'ruf Amin dipilih Jokowi menjadi cawapresnya melalui proses politik yang panjang dan alot. Ia diyakini menjadi jalan tengah bagi Koalisi Indonesia Kerja dan merupakan tokoh yang bisa diterima semua pihak. Pria lulusan Pondok Pesantren Tebu Ireng ini memulai kariernya di dunia dakwah dari bawah. Di dunia politik, Ma'ruf Amin juga punya pengalaman panjang. Selain pernah menjadi anggota parlemen, Ia juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Ketua Majelis Ulama Indonesia.

Pria kelahiran Tangerang, Banten, 11 Maret 1943 ini lahir dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU). Mesantren di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur dan kuliah di Universitas Ibnu chaldun, Bogor, Jawa Barat. Ia memiliki keahlian di bidang ekonomi syari'ah dan dipandang mampu membantu Jokowi dalam memajukan Indonesia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Perhelatan Pilpres 2019 telah berhasil menjadi sarana demokrasi yang menentramkan dan bernuansa sejuk dengan dipilihnya KH. Ma'ruf Amin menjadi cawapres oleh Presiden Jokowi. Anak muda Sumsel mengakui langkah Jokowi tersebut sebagai kontribusi positif bagi terwujudnya pilpres dalam nuansa fastabiqul khoirot. Persaingan tidak lagi akan berbasis SARA melainkan menjadi kompetisi berbobot saat mana adu rekam jejak dan adu program akan terjadi. 

Demikian disampaikan Koordinator Kongkow Kaum Muda Sumsel, Ahmad Shufi di Palembang, Jumat (14/9) dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com

Shufi menilai dipilihnya Kiyai Ma'ruf sebagai cawapres Jokowi merupakan langkah tulus untuk meredam terbelahnya ummat Islam pasca Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 silam. "Semua orang tahu peran Kiyai Ma'ruf saat itu. Kini Pak Jokowi memilihnya jadi pendamping, sudah tentu pertimbangan agar bangsa tidak terus terbelah diprioritaskan. Kita tentu mengapresiasi hal itu," ujarnya.

Kiyai Ma'ruf Amin sendiri di mata Shufi dan peserta Kongkow Anak Muda Sumsel merupakan sosok ulama dan sesepuh yang dihormati. Menurutnya, tidak ada yang meragukan kedalam ilmu dan keulamaan Kiyai Ma'ruf. "Bahkan beliau adalah cicit dari Syeikh Nawawi Al-Bantani, ulama internasional yang amat disegani di Makkah dan pengarang banyak kitab yang sampai hari ini masih diajarkan di pesantren-pesantren. Jadi tentu kami, anak-anak muda, generasi milenial, menyambut baik penunjukan Kiyai Ma'ruf menjadi cawapres. Bagus untuk redakan tensi, baik untuk persatuan bangsa," ujarnya.

KH. Ma'ruf Amin dipilih Jokowi menjadi cawapresnya melalui proses politik yang panjang dan alot. Ia diyakini menjadi jalan tengah bagi Koalisi Indonesia Kerja dan merupakan tokoh yang bisa diterima semua pihak. Pria lulusan Pondok Pesantren Tebu Ireng ini memulai kariernya di dunia dakwah dari bawah. Di dunia politik, Ma'ruf Amin juga punya pengalaman panjang. Selain pernah menjadi anggota parlemen, Ia juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Ketua Majelis Ulama Indonesia.

Pria kelahiran Tangerang, Banten, 11 Maret 1943 ini lahir dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU). Mesantren di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur dan kuliah di Universitas Ibnu chaldun, Bogor, Jawa Barat. Ia memiliki keahlian di bidang ekonomi syari'ah dan dipandang mampu membantu Jokowi dalam memajukan Indonesia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 12 November 2018 - 19:35 WIB

Bawaslu: Mobil pribadi berstiker caleg tidak melanggar

Senin, 12 November 2018 - 13:15 WIB

SBY sebut Demokrat tidak akan tenggelam

Senin, 12 November 2018 - 07:25 WIB

Jokowi yakin pemuda tidak takut politik `genderuwo`

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com