Minggu, 18 November 2018 | 09:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / ASEAN

ASEAN tingkatkan sinergi jadi manufaktur terdepan Asia

Sabtu, 15 September 2018 - 06:41 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam acara diskusi panel World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, Vietnam. Sumber foto: https://bit.ly/2NHWPxW
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam acara diskusi panel World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, Vietnam. Sumber foto: https://bit.ly/2NHWPxW

Elshinta.com - Negara-negara di kawasan Asia Tenggara sedang meningkatkan kemampuan dan menyiapkan kolaborasi bersama untuk menjadi basis manufaktur terdepan di Asia (factory Asia's next frontier) serta mengambil peluang dengan memasuki era revolusi industri 4.0.

“Jadi, ke depan itu bukan lagi persoalan kekuatan masing-masing, tetapi lebih kepada kerja sama antara negara anggota ASEAN yang saling menguntungkan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam acara diskusi panel World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, Vietnam, sebagaimana keterangan yang dihimpun Antara, Jumat (14/9).

Menperin menyebutkan, beberapa strategi yang perlu dilakukan negara-negara di ASEAN agar industri manufakturnya berdaya saing global, antara lain adalah meningkatkan kapabilitas manufaktur mereka yang maju dan diperlukan kebijakan untuk menarik investasi.

Selanjutnya, teknologi baru harus diadopsi dan dibutuhkan keterampilan pekerja dalam menanganinya. Sebab, seluruh tenaga kerja yang berketerampilan tinggi akan menjadi kunci kesuksesan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

“Dengan industri 4.0, tentunya menimbulkan kesempatan baru yang membutuhkan kerja sama untuk reskilling maupun up-skilling terhadap kompetensi sumber daya manusia (SDM) di masing-masing negara ASEAN," jelas Airlangga.

“Negara-negara ASEAN harus mempertimbangkan kolaborasi timbal balik sebagai sarana mempercepat transformasi dan mengatasi tantangan secara bersama. Mereka juga harus memanfaatkan kekuatan masing-masing negara dan menciptakan sinergi di antara mereka sendiri,” tambah dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Negara-negara di kawasan Asia Tenggara sedang meningkatkan kemampuan dan menyiapkan kolaborasi bersama untuk menjadi basis manufaktur terdepan di Asia (factory Asia's next frontier) serta mengambil peluang dengan memasuki era revolusi industri 4.0.

“Jadi, ke depan itu bukan lagi persoalan kekuatan masing-masing, tetapi lebih kepada kerja sama antara negara anggota ASEAN yang saling menguntungkan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam acara diskusi panel World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, Vietnam, sebagaimana keterangan yang dihimpun Antara, Jumat (14/9).

Menperin menyebutkan, beberapa strategi yang perlu dilakukan negara-negara di ASEAN agar industri manufakturnya berdaya saing global, antara lain adalah meningkatkan kapabilitas manufaktur mereka yang maju dan diperlukan kebijakan untuk menarik investasi.

Selanjutnya, teknologi baru harus diadopsi dan dibutuhkan keterampilan pekerja dalam menanganinya. Sebab, seluruh tenaga kerja yang berketerampilan tinggi akan menjadi kunci kesuksesan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

“Dengan industri 4.0, tentunya menimbulkan kesempatan baru yang membutuhkan kerja sama untuk reskilling maupun up-skilling terhadap kompetensi sumber daya manusia (SDM) di masing-masing negara ASEAN," jelas Airlangga.

“Negara-negara ASEAN harus mempertimbangkan kolaborasi timbal balik sebagai sarana mempercepat transformasi dan mengatasi tantangan secara bersama. Mereka juga harus memanfaatkan kekuatan masing-masing negara dan menciptakan sinergi di antara mereka sendiri,” tambah dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 07:21 WIB

Jokowi bahas perdagangan dengan Xi Jinping

Jumat, 16 November 2018 - 20:36 WIB

Kemenpan-RB inspeksi KJRI Hong Kong

Jumat, 16 November 2018 - 18:26 WIB

KJRI Jeddah minta perusahaan bayarkan gaji TKI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com