Selasa, 13 November 2018 | 02:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Jaga stabilitas global, Indonesia-Jerman sepakat tingkatkan koordinasi antar DK PBB

Sabtu, 15 September 2018 - 06:53 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas saat membuka Bali Democracy Forum chapter Berlin, Jumat (14/9). Sumber foto: https://bit.ly/2CWtqMj
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas saat membuka Bali Democracy Forum chapter Berlin, Jumat (14/9). Sumber foto: https://bit.ly/2CWtqMj

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas sepakat untuk meningkatkan komunikasi dan kordinasi antara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) guna membahas berbagai perkembangan terkait keamanan dan stabilitas global.

"Kami sepakat untuk memperkuat komitmen di antara para negara anggota DK PBB dengan membuat hotline channel pada level menlu, direktur jenderal, dan duta besar, serta membuat konsultasi reguler untuk membicarakan berbagai isu," kata Menlu Retno saat membuka Bali Democracy Forum (BDF) chapter Berlin, Jumat (14/9), sebagaimana dikutip Antara.

Forum yang diinisiasi Indonesia pada 2008 ini bersifat terbuka dan inklusif untuk membicarakan perkembangan demokrasi di Asia, dan kini merambah Eropa, serta sebagai platform negara-negara pesertanya untuk belajar dari satu sama lain dan berbagi best practices.

"Penyelenggaraan BDF chapter Berlin menunjukkan komitmen Indonesia dan Jerman untuk mempromosikan demokrasi dan kemitraan global bagi perdamaian, toleransi, serta penghargaan atas keberagaman agama dan budaya," ujar dia.

Dalam forum yang diikuti 140 peserta dari berbagai negara itu diselenggarakan dengan tema Democracy and Migration, yang menurut Menlu Retno sangat relevan dan strategis di tengah situasi dunia saat ini dimana Asia dan Eropa sama-sama menghadapi tantangan ruang lingkup dan kuantitas migrasi yang telah menciptakan dinamika baru dalam demokrasi.

Terlebih, migrasi tetap menjadi masalah penting di Jerman dan di seluruh Eropa, dengan jumlah pengungsi Suriah yang terus meningkat, terutama setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan kebijakan pintu terbuka-nya pada 2015.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas sepakat untuk meningkatkan komunikasi dan kordinasi antara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) guna membahas berbagai perkembangan terkait keamanan dan stabilitas global.

"Kami sepakat untuk memperkuat komitmen di antara para negara anggota DK PBB dengan membuat hotline channel pada level menlu, direktur jenderal, dan duta besar, serta membuat konsultasi reguler untuk membicarakan berbagai isu," kata Menlu Retno saat membuka Bali Democracy Forum (BDF) chapter Berlin, Jumat (14/9), sebagaimana dikutip Antara.

Forum yang diinisiasi Indonesia pada 2008 ini bersifat terbuka dan inklusif untuk membicarakan perkembangan demokrasi di Asia, dan kini merambah Eropa, serta sebagai platform negara-negara pesertanya untuk belajar dari satu sama lain dan berbagi best practices.

"Penyelenggaraan BDF chapter Berlin menunjukkan komitmen Indonesia dan Jerman untuk mempromosikan demokrasi dan kemitraan global bagi perdamaian, toleransi, serta penghargaan atas keberagaman agama dan budaya," ujar dia.

Dalam forum yang diikuti 140 peserta dari berbagai negara itu diselenggarakan dengan tema Democracy and Migration, yang menurut Menlu Retno sangat relevan dan strategis di tengah situasi dunia saat ini dimana Asia dan Eropa sama-sama menghadapi tantangan ruang lingkup dan kuantitas migrasi yang telah menciptakan dinamika baru dalam demokrasi.

Terlebih, migrasi tetap menjadi masalah penting di Jerman dan di seluruh Eropa, dengan jumlah pengungsi Suriah yang terus meningkat, terutama setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan kebijakan pintu terbuka-nya pada 2015.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com