Jaga stabilitas global, Indonesia-Jerman sepakat tingkatkan koordinasi antar DK PBB
Sabtu, 15 September 2018 - 06:53 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas saat membuka Bali Democracy Forum chapter Berlin, Jumat (14/9). Sumber foto: https://bit.ly/2CWtqMj

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas sepakat untuk meningkatkan komunikasi dan kordinasi antara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) guna membahas berbagai perkembangan terkait keamanan dan stabilitas global.

"Kami sepakat untuk memperkuat komitmen di antara para negara anggota DK PBB dengan membuat hotline channel pada level menlu, direktur jenderal, dan duta besar, serta membuat konsultasi reguler untuk membicarakan berbagai isu," kata Menlu Retno saat membuka Bali Democracy Forum (BDF) chapter Berlin, Jumat (14/9), sebagaimana dikutip Antara.

Forum yang diinisiasi Indonesia pada 2008 ini bersifat terbuka dan inklusif untuk membicarakan perkembangan demokrasi di Asia, dan kini merambah Eropa, serta sebagai platform negara-negara pesertanya untuk belajar dari satu sama lain dan berbagi best practices.

"Penyelenggaraan BDF chapter Berlin menunjukkan komitmen Indonesia dan Jerman untuk mempromosikan demokrasi dan kemitraan global bagi perdamaian, toleransi, serta penghargaan atas keberagaman agama dan budaya," ujar dia.

Dalam forum yang diikuti 140 peserta dari berbagai negara itu diselenggarakan dengan tema Democracy and Migration, yang menurut Menlu Retno sangat relevan dan strategis di tengah situasi dunia saat ini dimana Asia dan Eropa sama-sama menghadapi tantangan ruang lingkup dan kuantitas migrasi yang telah menciptakan dinamika baru dalam demokrasi.

Terlebih, migrasi tetap menjadi masalah penting di Jerman dan di seluruh Eropa, dengan jumlah pengungsi Suriah yang terus meningkat, terutama setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan kebijakan pintu terbuka-nya pada 2015.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 10:52 WIB
Elshinta.com -Bagi sektor industri nasional, Revolusi Industri 4.0 memberi peluang percepatan p...
Kamis, 17 Januari 2019 - 09:37 WIB
Elshinta.com -Harga minyak dunia sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi W...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:19 WIB
Elshinta.com - Kurs dolar AS sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya,...
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:36 WIB
Elshinta.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas berikrar bahwa setelah memangku jabatan Ke...
Senin, 14 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Media dan organisasi-organisasi wartawan Prancis pada Ahad (13/1) mengecam ...
Minggu, 13 Januari 2019 - 15:56 WIB
Elshinta.com - Menteri luar negeri Turki dan timpalannya dari AS berbicara melalui telepon...
Minggu, 13 Januari 2019 - 11:14 WIB
Elshinta.com - Amal Mustafa Taramsi (43), yang ditembak hingga meninggal oleh tentara Isra...
Sabtu, 12 Januari 2019 - 09:52 WIB
Elshinta.com - Seorang perempuan Palestina tewas dan sedikitnya 25 orang lagi cedera, term...
Sabtu, 12 Januari 2019 - 07:26 WIB
Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada...
Jumat, 11 Januari 2019 - 17:14 WIB
Elshinta.com - Sepanjang 2018 Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah memban...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)