Sabtu, 22 September 2018 | 11:21 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames
emajels

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Jaga stabilitas global, Indonesia-Jerman sepakat tingkatkan koordinasi antar DK PBB

Sabtu, 15 September 2018 - 06:53 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas saat membuka Bali Democracy Forum chapter Berlin, Jumat (14/9). Sumber foto: https://bit.ly/2CWtqMj
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas saat membuka Bali Democracy Forum chapter Berlin, Jumat (14/9). Sumber foto: https://bit.ly/2CWtqMj

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas sepakat untuk meningkatkan komunikasi dan kordinasi antara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) guna membahas berbagai perkembangan terkait keamanan dan stabilitas global.

"Kami sepakat untuk memperkuat komitmen di antara para negara anggota DK PBB dengan membuat hotline channel pada level menlu, direktur jenderal, dan duta besar, serta membuat konsultasi reguler untuk membicarakan berbagai isu," kata Menlu Retno saat membuka Bali Democracy Forum (BDF) chapter Berlin, Jumat (14/9), sebagaimana dikutip Antara.

Forum yang diinisiasi Indonesia pada 2008 ini bersifat terbuka dan inklusif untuk membicarakan perkembangan demokrasi di Asia, dan kini merambah Eropa, serta sebagai platform negara-negara pesertanya untuk belajar dari satu sama lain dan berbagi best practices.

"Penyelenggaraan BDF chapter Berlin menunjukkan komitmen Indonesia dan Jerman untuk mempromosikan demokrasi dan kemitraan global bagi perdamaian, toleransi, serta penghargaan atas keberagaman agama dan budaya," ujar dia.

Dalam forum yang diikuti 140 peserta dari berbagai negara itu diselenggarakan dengan tema Democracy and Migration, yang menurut Menlu Retno sangat relevan dan strategis di tengah situasi dunia saat ini dimana Asia dan Eropa sama-sama menghadapi tantangan ruang lingkup dan kuantitas migrasi yang telah menciptakan dinamika baru dalam demokrasi.

Terlebih, migrasi tetap menjadi masalah penting di Jerman dan di seluruh Eropa, dengan jumlah pengungsi Suriah yang terus meningkat, terutama setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan kebijakan pintu terbuka-nya pada 2015.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 22 September 2018 - 11:12 WIB

Polisi ringkus perampok-pemerkosaan di rumah WN Jerman

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 10:48 WIB

Anak Krakatau keluarkan 44 letusan

Musibah | 22 September 2018 - 10:24 WIB

Tim SAR gabungan hentikan pencarian turis Korsel di Lombok

Megapolitan | 22 September 2018 - 10:12 WIB

Trans Patriot siap beroperasi di Bekasi tahun ini

Musibah | 22 September 2018 - 09:48 WIB

BPBD: Api di Gunung Sumbing sudah padam

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 08:23 WIB

Miras oplosan tewaskan 21 orang di Malaysia

Kamis, 20 September 2018 - 07:18 WIB

Singapura temukan pelaku penjualan PRT daring

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com