Senin, 19 November 2018 | 19:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Korlantas Polri rapat bersama terkait penanganan kecelakaan di Cikidang

Sabtu, 15 September 2018 - 10:01 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Korlantas Polri rapat bersama terkait penanganan kecelakaan di Cikidang. Foto: Istimewa/Elshinta.
Korlantas Polri rapat bersama terkait penanganan kecelakaan di Cikidang. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Banyaknya faktor permasalahan kecelakaan bus yang terjadi di Cikidang Sukabumi Jawa Barat pada Sabtu (8/9) lalu, hingga menewaskan 21 penumpang dan 17 luka. Hal ini pun menjadi atensi dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Dalam mencari solusi penanganan kasus ini, para stakeholder terkait di antaranya Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, Kemenkes, Jasa Raharja, Bina Marga, KNKT dan lainnya melaksanakan rapat terpadu di Kantor Kementerian Perhubungan di Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta. Jumat (14/9).

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs. Refdi Andri, M.Si. bersama Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi memiliki harapan akan solusi dalam hal menjaga keselamatan berlalu lintas.

"Kalau kita lihat, faktor penyebabnya adalah akumulatif, yakni lalainya pengemudi, faktor jalan, kendaraan yang tidak laik dan lalainya pemilik angkutan, bahkan bisa juga penyelenggara dari bus," kata Kakorlantas.

Kakorlantas memaparkan contoh beberapa solusi, salahsatunya adalah harus dibuat protap mekanisme kesadaran akan keselamatan. Seperti dalam hal penerbangan, dimana pramugari akan memperagakan protap-protap keselamatan di dalam pesawat.

"Dari mekanisme protap seperti ini nantinya ada Informasi yang disampaikan oleh petugas, baik informasi perjalanan maupun informasi tentang keselamatan dalam menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam peraturannya, sebuah perusahaan angkutan itu harus memberikan sebuah jaminan. Jaminan keselamatan, keamanan, kenyamanan dan jaminan informasi perjalanan," ujar Kakorlantas.

Kakorlantas juga memberikan saran, agar di setiap bus angkutan umum, khususnya angkutan pariwisata harus ada alat seperti blackbox dalam pesawat. Agar dapat mengetahui segala informasi kendaraan tersebut dalam menempuh perjalanan.

"Alat ini akan sangat berguna, karena nantinya dapat memberikan rangkuman segala informasi tentang kendaraan yang berjalan dan terjadi sesuatu yang membahayakan," lanjut Kakorlantas dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Sabtu (15/9).

Di akhir rapat Dirjen Hubdar bersama Kakorlantas dan para stakeholder terkait berkomitmen untuk memperbaiki kinerja dari semua aspek atas terjadinya kecelakaan di Cikidang. Tidak hanya dari kepolisian dan kementerian perhubungan saja, tetapi juga para stakeholder dan seluruh elemen masyarakat yang berkepentingan menjaga keselamatan berlalu lintas.

Solusi penanganan rawan laka, ramp check, black box, dan kompetensi pengemudi. Menjadi perhatian serius dalam perbaikan manajemen ke depan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Banyaknya faktor permasalahan kecelakaan bus yang terjadi di Cikidang Sukabumi Jawa Barat pada Sabtu (8/9) lalu, hingga menewaskan 21 penumpang dan 17 luka. Hal ini pun menjadi atensi dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Dalam mencari solusi penanganan kasus ini, para stakeholder terkait di antaranya Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, Kemenkes, Jasa Raharja, Bina Marga, KNKT dan lainnya melaksanakan rapat terpadu di Kantor Kementerian Perhubungan di Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta. Jumat (14/9).

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs. Refdi Andri, M.Si. bersama Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi memiliki harapan akan solusi dalam hal menjaga keselamatan berlalu lintas.

"Kalau kita lihat, faktor penyebabnya adalah akumulatif, yakni lalainya pengemudi, faktor jalan, kendaraan yang tidak laik dan lalainya pemilik angkutan, bahkan bisa juga penyelenggara dari bus," kata Kakorlantas.

Kakorlantas memaparkan contoh beberapa solusi, salahsatunya adalah harus dibuat protap mekanisme kesadaran akan keselamatan. Seperti dalam hal penerbangan, dimana pramugari akan memperagakan protap-protap keselamatan di dalam pesawat.

"Dari mekanisme protap seperti ini nantinya ada Informasi yang disampaikan oleh petugas, baik informasi perjalanan maupun informasi tentang keselamatan dalam menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam peraturannya, sebuah perusahaan angkutan itu harus memberikan sebuah jaminan. Jaminan keselamatan, keamanan, kenyamanan dan jaminan informasi perjalanan," ujar Kakorlantas.

Kakorlantas juga memberikan saran, agar di setiap bus angkutan umum, khususnya angkutan pariwisata harus ada alat seperti blackbox dalam pesawat. Agar dapat mengetahui segala informasi kendaraan tersebut dalam menempuh perjalanan.

"Alat ini akan sangat berguna, karena nantinya dapat memberikan rangkuman segala informasi tentang kendaraan yang berjalan dan terjadi sesuatu yang membahayakan," lanjut Kakorlantas dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Sabtu (15/9).

Di akhir rapat Dirjen Hubdar bersama Kakorlantas dan para stakeholder terkait berkomitmen untuk memperbaiki kinerja dari semua aspek atas terjadinya kecelakaan di Cikidang. Tidak hanya dari kepolisian dan kementerian perhubungan saja, tetapi juga para stakeholder dan seluruh elemen masyarakat yang berkepentingan menjaga keselamatan berlalu lintas.

Solusi penanganan rawan laka, ramp check, black box, dan kompetensi pengemudi. Menjadi perhatian serius dalam perbaikan manajemen ke depan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 18:08 WIB

Polisi masih selidiki kasus mayat dalam drum

Senin, 19 November 2018 - 17:27 WIB

Polisi identifikasi penumpang Lion Air JT 610

Senin, 19 November 2018 - 16:53 WIB

Korban pembunuhan dalam tong mantan wartawan

Senin, 19 November 2018 - 16:02 WIB

Polisi bekuk pelaku penipuan rekrutmen PT KAI

Senin, 19 November 2018 - 15:27 WIB

Polisi ungkap prostitusi online `Sukabumi Asyik`

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com