Senin, 17 Desember 2018 | 11:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Perempuan / Emansipasi

Perempuan Indonesia harus siap hadapi revolusi industri 4.0

Sabtu, 15 September 2018 - 12:25 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih. Sumber foto: https://bit.ly/2Ng3yzu
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih. Sumber foto: https://bit.ly/2Ng3yzu

Elshinta.com - Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih menyampaikan bahwa perempuan Indonesia harus siap menghadapi era inovasi disruptif atau revolusi industri 4.0.

"Ibu-ibu dan perempuan muda milenial harus sadar saat ini kita telah memasuki era revolusi industri 4.0, perubahan ini wajib diantisipasi, karena jika tidak perempuan akan tertinggal dan dirugikan," kata Sri di Yogyakarta, Jumat (14/9), dihimpun Antara.

Ia menjelaskan saat ini perlahan beberapa aspek dalam kehidupan telah mengadaptasi teknologi digital, khususnya di bidang kewirausahaan, hingga layanan pemerintahan yang bisa dilakukan melalui internet.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden menjelaskan, perempuan harus mampu memanfaatkan sumber daya digital yang tersedia di dunia maya.

"Otomatisasi memang menghilangkan banyak lapangan kerja, tetapi banyak juga kesempatan tersedia. Itu sebabnya, ibu-ibu juga perempuan muda harus mau belajar meningkatkan kemampuannya memanfaatkan kesempatan yang ada," tukas Sri.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa perempuan di Indonesia sudah memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk mengaktualisasi diri.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 17 Desember 2018 - 10:33 WIB

Penanganan korupsi proyek pipa di Palopo mandek

Startup | 17 Desember 2018 - 10:15 WIB

Jumlah investor Bareksa tembus 300 ribu

Elshinta.com - Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih menyampaikan bahwa perempuan Indonesia harus siap menghadapi era inovasi disruptif atau revolusi industri 4.0.

"Ibu-ibu dan perempuan muda milenial harus sadar saat ini kita telah memasuki era revolusi industri 4.0, perubahan ini wajib diantisipasi, karena jika tidak perempuan akan tertinggal dan dirugikan," kata Sri di Yogyakarta, Jumat (14/9), dihimpun Antara.

Ia menjelaskan saat ini perlahan beberapa aspek dalam kehidupan telah mengadaptasi teknologi digital, khususnya di bidang kewirausahaan, hingga layanan pemerintahan yang bisa dilakukan melalui internet.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden menjelaskan, perempuan harus mampu memanfaatkan sumber daya digital yang tersedia di dunia maya.

"Otomatisasi memang menghilangkan banyak lapangan kerja, tetapi banyak juga kesempatan tersedia. Itu sebabnya, ibu-ibu juga perempuan muda harus mau belajar meningkatkan kemampuannya memanfaatkan kesempatan yang ada," tukas Sri.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa perempuan di Indonesia sudah memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk mengaktualisasi diri.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 02 Desember 2018 - 16:13 WIB

Pengidap HIV/AIDS di Lhokseumawe dominan wanita

Selasa, 20 November 2018 - 12:47 WIB

Bangladesh minati produk kosmetik halal Indonesia

Jumat, 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com