Rabu, 26 September 2018 | 03:03 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Pemilu / Aktual Pemilu

KPU targetkan daftar pemilih sama dengan Sidalih

Sabtu, 15 September 2018 - 16:15 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
KPU RI mengadakan diskusi bertajuk
KPU RI mengadakan diskusi bertajuk "DPT Bersih, Selamatkan Hak Pilih" di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Sabtu (15/9). Sumber Foto: https://bit.ly/2x8ckWr

Elshinta.com - Komisioner KPU RI Viryan Azis mengatakan institusinya menargetkan jumlah daftar pemilih sama dengan data dalam Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) sehingga akuntabilitas kerja KPU RI hingga KPU Provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci.

"Penyusunan DPT adalah fokus mendata seoptimal mungkin, kami pasang target jumlah pemilih yang ditetapkan sama dengan Sidalih," kata Viryan dalam diskusi bertajuk "DPT Bersih, Selamatkan Hak Pilih" di Kantor KPU RI, Jakarta, Sabtu (15/9).

Dia mengatakan satu suara dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 sangat bermakna karena setelah pemungutan suara tanggal 17 April 2019 lalu akan masuk tahapan pembagian kursi serta penentuan calon terpilih di internal parpol sehingga satu digit suara sangat menentukan.

Menurut dia, KPU memiliki kesadaran untuk menjaga suara yang regulasi harus diadministrasikan dalam penetapan DPT dan dalam konteks itu pihaknya mematuhi tahapan DPT. "DPT sudah ditetapkan 185 juta, saat ini penyempurnaan DPT yang dilakukan bersama Bawaslu dan partai politik setelah itu masuk penyusunan daftar pemilih tambahan dan daftar pemilih khusus," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Lanjut Viryan, KPU melihat ada potensi pemilih yang belum terdaftar misalnya orang yang memiliki KTP Elektronik namun tidak masuk daftar pemilih dan belum memiliki KTP Elektronik namun telah melakukan perekaman.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraeni dalam diskusi tersebut mengatakan DPT bersih saja tidak cukup namun perlu mewujudkan DPT yang konstitusional untuk menyelamatkan hak pilih warga.

Menurut dia, kalau hanya menargetkan DPT bersih saja nanti KPU dianggap melakukan kerja prosedural padahal dalam perlindungan hak pilih bicara konsepsi lebih besar. "Bicara DPT perlu luaskan paradigma agar semua warga negara dapat menggunakan hak pilihnya," katanya.

Titi menilai Pemilu 2019 sangat penting karena Pileg dan Pilpres dilaksanakan serentak serta ambang batas parlemen meningkat menjadi 4 persen sehingga pelaksanaannya pasti sangat kompetitif.

Karena itu dia menekankan bahwa KPU harus benar-benar memperhatikan terkait DPT karena bisa menjadi dasar peserta pemilu untuk menggugat hasil pemilu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 25 September 2018 - 22:27 WIB

Pembangunan infrastruktur dorong pengembangan pariwisata Indonesia

Megapolitan | 25 September 2018 - 22:17 WIB

Kemnaker gagalkan pengiriman 20 pekerja migran Indonesia ilegal

Aktual Sepakbola | 25 September 2018 - 21:39 WIB

Timnas U-19 Indonesia menyerah dari China 0-3

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 21:29 WIB

Wapres hadiri pembukaan Sidang Umum ke-73 PBB

Politik | 25 September 2018 - 21:14 WIB

TKN Jokowi-Ma'ruf: Presiden komitmen tidak langgar PKPU

Aktual Olahraga | 25 September 2018 - 20:56 WIB

Indonesia incar dua medali emas tenis meja Asian Para Games 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com