Sabtu, 17 November 2018 | 02:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Seorang petani tewas ditembak di Lombok Timur

Sabtu, 15 September 2018 - 16:24 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Seorang petani bernama Muhammad Nuh bin Husen alias Amaq Samiah (50), tewas diduga ditembak menggunakan senjata api rakitan oleh kawanan pencuri di Desa Rensing Barat, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (15/9) pukul 04.30 WITA.

Kepala Kepolisian Resor Lombok Timur, AKBP M. Eka Fathurrahman, membenarkan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Dari laporan anggota korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara para pelaku masih dalam pengejaran," katanya, seperti dikutip Antara.

Eka menyebutkan peristiwa pencurian disertai aksi penembakan tersebut terjadi di dalam tenda terpal yang dibangun di halaman dekat oven tembakau milik H. Jalaludin, di Dayen Kubur, Dusun Lepok, Desa Rensing Barat, Kecamatan Sakra Barat.

Kronologis kejadian bermula saat korban tidur dengan salah satu saksi yang bernama Hadianto. Tiba-tiba datang tiga orang tak dikenal masuk ke dalam tenda sambil menyalakan senter ke arah muka korban dan Hadianto.

Mantan Kapolres Bima ini menambahkan salah seorang pelaku meraba kantung celana Hadianto, dan kemudian mengambil senter miliknya. Tiba-tiba terdengar suara tembakan sebanyak satu kali. "Akibat penembakan tersebut korban meninggal dunia di lokasi kejadian," kata Eka.

M. Yusuf, salah seorang keluarga korban mengatakan Amaq Samiah meninggal dunia dengan kondisi tertembak di bagian kepala.

Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah NTB, untuk divisum. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Seorang petani bernama Muhammad Nuh bin Husen alias Amaq Samiah (50), tewas diduga ditembak menggunakan senjata api rakitan oleh kawanan pencuri di Desa Rensing Barat, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (15/9) pukul 04.30 WITA.

Kepala Kepolisian Resor Lombok Timur, AKBP M. Eka Fathurrahman, membenarkan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Dari laporan anggota korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara para pelaku masih dalam pengejaran," katanya, seperti dikutip Antara.

Eka menyebutkan peristiwa pencurian disertai aksi penembakan tersebut terjadi di dalam tenda terpal yang dibangun di halaman dekat oven tembakau milik H. Jalaludin, di Dayen Kubur, Dusun Lepok, Desa Rensing Barat, Kecamatan Sakra Barat.

Kronologis kejadian bermula saat korban tidur dengan salah satu saksi yang bernama Hadianto. Tiba-tiba datang tiga orang tak dikenal masuk ke dalam tenda sambil menyalakan senter ke arah muka korban dan Hadianto.

Mantan Kapolres Bima ini menambahkan salah seorang pelaku meraba kantung celana Hadianto, dan kemudian mengambil senter miliknya. Tiba-tiba terdengar suara tembakan sebanyak satu kali. "Akibat penembakan tersebut korban meninggal dunia di lokasi kejadian," kata Eka.

M. Yusuf, salah seorang keluarga korban mengatakan Amaq Samiah meninggal dunia dengan kondisi tertembak di bagian kepala.

Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah NTB, untuk divisum. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 19:47 WIB

Ini kronologis pembunuhan satu keluarga di Bekasi

Jumat, 16 November 2018 - 18:59 WIB

Tim DVI kembali identifikasi tiga korban Lion Air

Jumat, 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Jumat, 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com