KPU masih temukan 795 ribu pemilih ganda
Sabtu, 15 September 2018 - 16:39 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2MyiFiP

Elshinta.com - Komisioner KPU Viryan Azis mengatakan institusinya masih menemukan sebanyak 795 ribu nama pemilih yang mengalami kegandaan dari 185 juta nama di Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah ditetapkan KPU pekan lalu.

"Nama pemilih yang mengalami kegandaan dari DPT 185 juta adalah 795 ribu. Kami yakin akan berkurang karena akan terus dibersihkan malam ini hingga Minggu pagi," kata Viryan di Kantor KPU RI, Jakarta, Sabtu (15/9).

Viryan menjelaskan setelah KPU menetapkan DPT pada pekan lalu, institusinya bersama perwakilan parpol dan Bawaslu di tingkat pusat sudah melakukan tiga kali pertemuan untuk menguraikan data ganda.

Menurut dia pertemuan terakhir pada Jumat (14/9) malam, parpol yang paling menyuarakan DPT ganda menyampaikan masih ada 1,2 juta data ganda namun berbeda dengan data KPU yaitu 795 ribu.

"Tadi malam kami dapat info dari teman-teman parpol yang paling menyuarakan data ganda, mengapresiasi di angka 1,2 juta. Tapi data internal kami dibawah 1 juta dan tentu sedang akan dibersihkan," ujarnya.

Dia menjelaskan hampir seluruh KPU Provinsi telah menyelesaikan rapat rekapitulasi DPT tingkat provinsi dan beberapa sedang menyelesaikannya.

Menurut dia, beberapa KPU belum menyelesaikan rekapitulasi itu karena masih ada proses data terhadap temuan partai politik maupun rekomendasi Bawaslu yang harus diselesaikan. "Kami ingin data ganda selesai di daerah. Sebagian KPU Provinsi sudah hadir ke KPU RI untuk koordinasi terkait dengan penyelesaian dan pencermatan bersama selama 10 hari," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut dia penetapan DPT sudah berjalan di KPU kabupaten/kota hingga Jumat malam karena penyelesaikan daftar ganda harus diselesaikan di daerah.

Dia mengatakan KPU akan melanjutkan penyelesaian terkait pemilih ganda pada Sabtu (15/9) malam hingga Minggu (16/9) pagi karena besok akan dilakukan Rapat Pleno Terbuka DPT hasil perbaikan nasional.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:16 WIB
Elshinta.com -Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara apel gelar pasukan tiga pilar plus berte...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:53 WIB
Elshinta.com -Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang, Sumatera Barat Dorri Putra men...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:28 WIB
Elshinta.com -Distribusi logistik khususnya surat suara Pemilu 2019 ke Kabupaten Sukoharjo mela...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:03 WIB
Elshinta.com - Hari ini, Selasa (26/3) komisioner KPU RI, Pramono Ubay melakukan pantauan ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 13:34 WIB
Elshinta.com -Banyaknya surat suara yang ditemukan rusak pada saat pelipatan dan pensortiran, K...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:39 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan golput itu haram. Masyarakat ...
Senin, 25 Maret 2019 - 16:36 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan masyarakat harus menggunakan hak p...
Senin, 25 Maret 2019 - 15:38 WIB
Elshinta.com - KPU Kota Malang batalkan keikutsertaan dua partai politik di Pemilu 2019. ...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:46 WIB
Elshinta.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta para anggota Pelajar...
Senin, 25 Maret 2019 - 11:04 WIB
Elshinta.com - Pemilu Serentak 2019 akan berlangsung kurang dari sebulan lagi. Namun, Bawa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)