Ini yang perlu disiapkan jemaah saat pulang ke Tanah Air
Sabtu, 15 September 2018 - 18:59 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2xbjSHI

Elshinta.com - Jemaah haji yang akan pulang ke Indonesia harus menyiapkan dirinya. Siap dalam arti sehat. Bukan hanya sehat saat akan berangkat ke Tanah Suci saja, tetapi juga saat pulang kembali ke rumah masing-masing. Jemaah jangan menganggap bahwa ibadah sudah selesai sehingga mengabaikan kesehatannya.

“Untuk kepulangan juga harus disiapkan. Jemaah harus menyiapkan kondisinya agar selalu sehat dan semangat. Jaga kondisi, jaga makan dengan makan cukup, minum yang banyak, dan istirahat yang cukup. Agar pada saat kepulangan tetap fit, bertemu dengan keluarga tepat pada waktunya,” jelas Ketua Tim Mobile dr. Rachmawanti, Sp.PD, di Bandara Amaa, Madinah seperti dalam rilis yang diterima Reporter Elshinta, Remon Fauzi.

Menurut Rachmawanti, jemaah yang akan pulang harus menunggu di Bandara Madinah kurang lebih enam jam sebelum take off. Mereka menunggu sekitar dua jam di pavilion, lalu akan didorong ke dalam terminal. Di sini jemaah akan mengantri sambil berdiri cukup lama sekitar dua jam untuk akan melewati pintu pemindai (x-ray gate) terlebih lagi di imigrasi. Selanjutnya jemaah menunggu lagi satu hingga dua jam di ruang tunggu sebelum terbang.

“Ini cukup menyita stamina. Maka perlu disiapkan supaya bisa pulang dengan sehat dan berkumpul dengan keluarga,” kata Rachmawanti.

Kepada jemaah yang pernah dirawat atau saat kepulangan menderita sakit, Rachmawanti menyarankan untuk lebih memperbanyak istirahat dan makan yang cukup. “Jangan lupa minum obat-obat yang sudah diberikan. Masukkan obat di dalam tas passport. Obat-obatannya jangan dimasukkan ke dalam koper. Selama perjalanan pulang, obat bisa diminum supaya tidak ada kekambuhan pada saat menunggu kepulangan,” tambahnya.

Menurut Rachmawanti, kekambuhan penyakit lama mungkin disebabkan karena terlalu lelah. Jemaah harus bangun lebih awal untuk persiapan kepulangan. Mereka juga harus berjalan kaki dari pavilion ke ruang tunggu. Terkadang, menjelang pulang jemaah menderita demam, nafsu makan tidak ada, sehingga sampai bandara badannya lemah. Kondisi ini bisa menyebabkan jemaah gagal terbang.

Untuk menganisipasi hal ini, Tim Mobile Indonesia melakukan observasi. Observasi hanya bisa dilakukan sampai jemaah akan masuk ke imigrasi. Setelah dari imigrasi, bila ada jemaah sakit, maka akan ditangani oleh tim medis Arab Saudi di Bandara. “Sambil menunggu kami melakukan observasi atau skrining secara visual kepada jemaah. Wilayah kerja Tim Mobile mulai jemaah datang turun bis, di ruang tunggu, sampai sebelum imigrasi. Setelah dari imigrasi bila mengalami gangguan kesehatan, langsung akan diambil alih oleh Bandara,” jelas Rachmawanti.

Beda Datang dan Pulang

Rachmawanti menjelaskan, ada sedikit perbedaan karakteristik kepulangan jemaah yang melalui Bandara Jeddah untuk jemaah haji gelombang 1 dan kepulangan melalui bandara Madinah untuk gelombang 2. “Pulang melalui bandara Jeddah cukup menyita stamina dan lebih lama dari Madinah. Jarak dari pemondokan di Makkah ke Bandara Jeddah cukup jauh. Selain itu, suhu udaranya cukup tinggi dan kelembaban juga tinggi, sehingga keringat yang keluar itu sangat banyak. Jemaah disaranan untuk banyak minum," jelasnya.

Sedangkan untuk Bandara di Madinah, kata Rachmawanti, jarak dengan penginapan cenderung dekat. Jemaah bisa berangkat tidak terlalu awal. Suhu udara memang tinggi dengan kelembaban yang rendah, namun jemaah bisa menunggu di dalam ruangan yang sejuk. Meski demikian jemaah juga tetap dianjurkan banyak minum.

Saat datang ke Tanah Suci, jemaah yang sakit sebagian besar didominasi karena faktor kelelahan dan mabuk udara. Selain itu juga ada kekambuhan (eksaserbasi) dari penyakit yang sudah di berita sebelumnya. 

Sedangkan pada saat kepulangan, hal yang perlu diwaspadai adalah jemaah-jemaah yang post rawat baik dari KKHI ataupun di RSAS. Umumnya kondisi jemaah belum sepenuhnya pulih dan nafsu makan juga belum kembali ke seperti semula. Selain itu  ditambah lagi dengan faktor kelelahan untuk menyiapkan kepulangan. “Ini perlu perhatian khusus. Jemaah harus tetap semangat, karena keluarga sudah menunggu di rumah,” kata Rakhmawanti.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 25 Maret 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Bursa saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (25/3), denga...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 08:40 WIB
Elshinta.com - Sebuah ledakan di pabrik pestisida di bagian timur China telah menewaskan 4...
Jumat, 22 Maret 2019 - 17:45 WIB
Elshinta.com - Para ahli hak asasi manusia pada Kamis (21/3) menggambarkan serangan terori...
Jumat, 22 Maret 2019 - 07:44 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 72 orang meninggal ketika satu kapal feri yang kelebihan penumpa...
Kamis, 21 Maret 2019 - 19:47 WIB
Elshinta.com - Saham-saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (21/3), tertek...
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:19 WIB
Elshinta.com -Cuaca ekstrem di Provinsi Anhui, Tiongkok, menewaskan dua orang dan melukai sepul...
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:08 WIB
Elshinta.com -Kementerian Luar Negeri Malaysia mengumumkan warganya Muhammad Haziq bin Mohd Tar...
Rabu, 20 Maret 2019 - 17:06 WIB
Elshinta.com - Pasar saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (20/3), karena...
Rabu, 20 Maret 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Pasukan Israel pada Selasa (19/3) waktu setempat menembak mati seorang warg...
Rabu, 20 Maret 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Mohammed Abdi Jemal Afi (60), seorang penyintas serangan teroris pekan lalu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)