Sabtu, 17 November 2018 | 02:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Amerika

NASA luncurkan satelit pengukur perubahan es Bumi

Minggu, 16 September 2018 - 10:26 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Peluncuran ICESat-2 pada Sabtu (15/9) waktu setempat. Sumber foto: https://bit.ly/2xmSxSt
Peluncuran ICESat-2 pada Sabtu (15/9) waktu setempat. Sumber foto: https://bit.ly/2xmSxSt

Elshinta.com - Badan Aeronautika dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Sabtu (15/9) waktu setempat sukses meluncurkan satelit yang akan mengukur perubahan lapisan es pada kutub-kutub Bumi.

Ice, Cloud and land Elevation Satellite-2 (ICESat-2) meluncur bersama roket Delta II milik United Launch Alliance dari Space Launch Complex-2 di Vandenberg Air Force Base, California, pukul 09.02 waktu setempat.

Stasiun-stasiun darat di Svalbard, Norwegia, mendapat sinyal dari pesawat luar angkasa itu sekitar 75 menit setelah peluncuran menurut siaran pers di laman resmi NASA.

"Dengan misi ini kami melanjutkan penjelajahan manusia ke bagian-bagian terpencil kutub planet kita dan memajukan pemahaman kita mengenai bagaimana perubahan yang sedang terjadi pada tutupan es Bumi di kutub dan tempat lain akan mempengaruhi kehidupan di berbagai bagian dunia, sekarang dan pada masa mendatang," kata Thomas Zurbuchen, administratur Direktorat Misi Sains NASA.

ICESat-2 membawa instrumen tunggal, Advanced Topographic Laser Altimeter System (ATLAS), yang akan diaktifkan sekitar dua pekan setelah tim operasi misi menyelesaikan pengujian awal pesawat itu.

Satelit itu kemudian akan mulai menjalankan misinya mengumpulkan data-data untuk memperkirakan perubahan tahunan tinggi lapisan-lapisan es Greenland dan Antartika.

"Bagi kami, para ilmuwan, bagian yang paling ditunggu pada awal misi adalah ketika kami menyalakan laser dan mendapatkan data pertama," kata Thorsten Markus, ilmuwan pada proyek ICESat-2 di Goddard Space Flight Center NASA, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Badan Aeronautika dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Sabtu (15/9) waktu setempat sukses meluncurkan satelit yang akan mengukur perubahan lapisan es pada kutub-kutub Bumi.

Ice, Cloud and land Elevation Satellite-2 (ICESat-2) meluncur bersama roket Delta II milik United Launch Alliance dari Space Launch Complex-2 di Vandenberg Air Force Base, California, pukul 09.02 waktu setempat.

Stasiun-stasiun darat di Svalbard, Norwegia, mendapat sinyal dari pesawat luar angkasa itu sekitar 75 menit setelah peluncuran menurut siaran pers di laman resmi NASA.

"Dengan misi ini kami melanjutkan penjelajahan manusia ke bagian-bagian terpencil kutub planet kita dan memajukan pemahaman kita mengenai bagaimana perubahan yang sedang terjadi pada tutupan es Bumi di kutub dan tempat lain akan mempengaruhi kehidupan di berbagai bagian dunia, sekarang dan pada masa mendatang," kata Thomas Zurbuchen, administratur Direktorat Misi Sains NASA.

ICESat-2 membawa instrumen tunggal, Advanced Topographic Laser Altimeter System (ATLAS), yang akan diaktifkan sekitar dua pekan setelah tim operasi misi menyelesaikan pengujian awal pesawat itu.

Satelit itu kemudian akan mulai menjalankan misinya mengumpulkan data-data untuk memperkirakan perubahan tahunan tinggi lapisan-lapisan es Greenland dan Antartika.

"Bagi kami, para ilmuwan, bagian yang paling ditunggu pada awal misi adalah ketika kami menyalakan laser dan mendapatkan data pertama," kata Thorsten Markus, ilmuwan pada proyek ICESat-2 di Goddard Space Flight Center NASA, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 20:36 WIB

Kemenpan-RB inspeksi KJRI Hong Kong

Jumat, 16 November 2018 - 18:26 WIB

KJRI Jeddah minta perusahaan bayarkan gaji TKI

Jumat, 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com