Rabu, 24 Oktober 2018 | 06:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Amerika

NASA luncurkan satelit pengukur perubahan es Bumi

Minggu, 16 September 2018 - 10:26 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Peluncuran ICESat-2 pada Sabtu (15/9) waktu setempat. Sumber foto: https://bit.ly/2xmSxSt
Peluncuran ICESat-2 pada Sabtu (15/9) waktu setempat. Sumber foto: https://bit.ly/2xmSxSt

Elshinta.com - Badan Aeronautika dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Sabtu (15/9) waktu setempat sukses meluncurkan satelit yang akan mengukur perubahan lapisan es pada kutub-kutub Bumi.

Ice, Cloud and land Elevation Satellite-2 (ICESat-2) meluncur bersama roket Delta II milik United Launch Alliance dari Space Launch Complex-2 di Vandenberg Air Force Base, California, pukul 09.02 waktu setempat.

Stasiun-stasiun darat di Svalbard, Norwegia, mendapat sinyal dari pesawat luar angkasa itu sekitar 75 menit setelah peluncuran menurut siaran pers di laman resmi NASA.

"Dengan misi ini kami melanjutkan penjelajahan manusia ke bagian-bagian terpencil kutub planet kita dan memajukan pemahaman kita mengenai bagaimana perubahan yang sedang terjadi pada tutupan es Bumi di kutub dan tempat lain akan mempengaruhi kehidupan di berbagai bagian dunia, sekarang dan pada masa mendatang," kata Thomas Zurbuchen, administratur Direktorat Misi Sains NASA.

ICESat-2 membawa instrumen tunggal, Advanced Topographic Laser Altimeter System (ATLAS), yang akan diaktifkan sekitar dua pekan setelah tim operasi misi menyelesaikan pengujian awal pesawat itu.

Satelit itu kemudian akan mulai menjalankan misinya mengumpulkan data-data untuk memperkirakan perubahan tahunan tinggi lapisan-lapisan es Greenland dan Antartika.

"Bagi kami, para ilmuwan, bagian yang paling ditunggu pada awal misi adalah ketika kami menyalakan laser dan mendapatkan data pertama," kata Thorsten Markus, ilmuwan pada proyek ICESat-2 di Goddard Space Flight Center NASA, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:35 WIB

Ronaldo nirgol di Old Trafford, tapi Juventus raih tiga poin

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:24 WIB

Valencia hanya kantongi satu poin dari markas Young Boys

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:16 WIB

Muenchen menang di markas AEK berkat dua gol dalam tiga menit

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Elshinta.com - Badan Aeronautika dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Sabtu (15/9) waktu setempat sukses meluncurkan satelit yang akan mengukur perubahan lapisan es pada kutub-kutub Bumi.

Ice, Cloud and land Elevation Satellite-2 (ICESat-2) meluncur bersama roket Delta II milik United Launch Alliance dari Space Launch Complex-2 di Vandenberg Air Force Base, California, pukul 09.02 waktu setempat.

Stasiun-stasiun darat di Svalbard, Norwegia, mendapat sinyal dari pesawat luar angkasa itu sekitar 75 menit setelah peluncuran menurut siaran pers di laman resmi NASA.

"Dengan misi ini kami melanjutkan penjelajahan manusia ke bagian-bagian terpencil kutub planet kita dan memajukan pemahaman kita mengenai bagaimana perubahan yang sedang terjadi pada tutupan es Bumi di kutub dan tempat lain akan mempengaruhi kehidupan di berbagai bagian dunia, sekarang dan pada masa mendatang," kata Thomas Zurbuchen, administratur Direktorat Misi Sains NASA.

ICESat-2 membawa instrumen tunggal, Advanced Topographic Laser Altimeter System (ATLAS), yang akan diaktifkan sekitar dua pekan setelah tim operasi misi menyelesaikan pengujian awal pesawat itu.

Satelit itu kemudian akan mulai menjalankan misinya mengumpulkan data-data untuk memperkirakan perubahan tahunan tinggi lapisan-lapisan es Greenland dan Antartika.

"Bagi kami, para ilmuwan, bagian yang paling ditunggu pada awal misi adalah ketika kami menyalakan laser dan mendapatkan data pertama," kata Thorsten Markus, ilmuwan pada proyek ICESat-2 di Goddard Space Flight Center NASA, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com