Senin, 19 November 2018 | 19:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Ittifaqul Ulama: Wajib hukumnya dukung Ulama

Sabtu, 15 September 2018 - 12:12 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Ist
Sumber foto: Ist

Elshinta.com - Majelis Silaturrahim Kiyai dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (MSKP31) mendeklarasikan kesepakatan bahwa pada Pilpres 2019 wajib hukumnya para Ulama mendukung calon dari kalangan ulama.

Deklarasi yang disebut Ittifaqul Ulama itu disampaikan dalam acara Silaturrahim Kiyai dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia di Pondok Pesantren Assiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (15/9). Sebanyak 500 kiyai yang hadir mewakili ulama di seluruh Indonesia.

Pengasuh pondok pesantren Asshiddiqiyah KH. Noer Muhammad Iskandar SQ mengatakan, Kyai dan Pengasuh Pesantren se-Indonesia bersepakat untuk mendukung pasangan capres-cawapres yang ada unsur ulama, yakni pasangan Jokowi-KH Maruf Amin. "Dengan Mohon Ridho Allah, para Kyai mendukung KH Maruf Amin untuk menjadi wakil presiden Republik Indonesia," kata KH Noer Muhammad Iskandar SQ, dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Ia menyatakan, ada 4 alasan kenapa para kyai se-Indonesia mendukungan pasangan petahana. Pertama, para kyai  merasa bangga ada kyai/ulama yang akan menjadi pemimpin nasional. "Karena kami adalah bagian dari para kyai dan ulama tersebut. Ulama itu kyai ma'ruf Amin," kata Kyai Noer.

Kedua, mendukung dan memerjuangkan kyai atau ulama untuk menjadi pimpinan nasional merupakan bagian dari dakwah. Ketiga, dengan kyai yang menjadi pimpinan nasional maka kyai Ma-ruf pasti tahu apa yang diperlukan para kyai atau para ulama dalam berjuang memperbaiki aqidah umat dan bangsa.

Keempat, dengan kyai Ma'ruf sebagai wakil presiden maka para kyai dan para ulama akan tenang dan nyaman berdakwah karena pimpinannya adalah kyai. "Jadi adalah wajib hukumnya kita para kyai atau ulama mendukung kyai untuk menjadi pemimpin nasional," tegas Kyai Noer.

Sementara itu, KH. Abuya Muhtadi Dimyathy dalam tausiyahnya meminta seluruh ulama yang hadir agar sama-sama menjalankan hasil Ittifaqul Ulama serta mendoakan Kyai Ma'ruf Amin. "Kepada ulama jangan diubah, Saya punya saudara namanya Kyai Ma'ruf Amin yang dipilih Pak Jokowi untuk mendampinginya agar para ulama bisa memilih Kyai Ma'ruf," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Majelis Silaturrahim Kiyai dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (MSKP31) mendeklarasikan kesepakatan bahwa pada Pilpres 2019 wajib hukumnya para Ulama mendukung calon dari kalangan ulama.

Deklarasi yang disebut Ittifaqul Ulama itu disampaikan dalam acara Silaturrahim Kiyai dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia di Pondok Pesantren Assiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (15/9). Sebanyak 500 kiyai yang hadir mewakili ulama di seluruh Indonesia.

Pengasuh pondok pesantren Asshiddiqiyah KH. Noer Muhammad Iskandar SQ mengatakan, Kyai dan Pengasuh Pesantren se-Indonesia bersepakat untuk mendukung pasangan capres-cawapres yang ada unsur ulama, yakni pasangan Jokowi-KH Maruf Amin. "Dengan Mohon Ridho Allah, para Kyai mendukung KH Maruf Amin untuk menjadi wakil presiden Republik Indonesia," kata KH Noer Muhammad Iskandar SQ, dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Ia menyatakan, ada 4 alasan kenapa para kyai se-Indonesia mendukungan pasangan petahana. Pertama, para kyai  merasa bangga ada kyai/ulama yang akan menjadi pemimpin nasional. "Karena kami adalah bagian dari para kyai dan ulama tersebut. Ulama itu kyai ma'ruf Amin," kata Kyai Noer.

Kedua, mendukung dan memerjuangkan kyai atau ulama untuk menjadi pimpinan nasional merupakan bagian dari dakwah. Ketiga, dengan kyai yang menjadi pimpinan nasional maka kyai Ma-ruf pasti tahu apa yang diperlukan para kyai atau para ulama dalam berjuang memperbaiki aqidah umat dan bangsa.

Keempat, dengan kyai Ma'ruf sebagai wakil presiden maka para kyai dan para ulama akan tenang dan nyaman berdakwah karena pimpinannya adalah kyai. "Jadi adalah wajib hukumnya kita para kyai atau ulama mendukung kyai untuk menjadi pemimpin nasional," tegas Kyai Noer.

Sementara itu, KH. Abuya Muhtadi Dimyathy dalam tausiyahnya meminta seluruh ulama yang hadir agar sama-sama menjalankan hasil Ittifaqul Ulama serta mendoakan Kyai Ma'ruf Amin. "Kepada ulama jangan diubah, Saya punya saudara namanya Kyai Ma'ruf Amin yang dipilih Pak Jokowi untuk mendampinginya agar para ulama bisa memilih Kyai Ma'ruf," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Semoga Allah swt mengampuni segala dosa-dosa kita dan melimpahkan rahmat Nya kepada bangsa Indonesia.. Aamiin.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 17:08 WIB

Ma`ruf Amin bantah jadi alat untuk digantikan Ahok

Senin, 19 November 2018 - 15:00 WIB

SBY akan kampanyekan Prabowo Maret 2019

Senin, 19 November 2018 - 09:26 WIB

309 caleg bertarung perebutkan kursi DPRD

Minggu, 18 November 2018 - 19:38 WIB

BPN Prabowo-Sandi targetkan gaet milenial di 10 provinsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com