Sabtu, 22 September 2018 | 11:18 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames
emajels

Peristiwa / Arestasi

Tim Saber Pungli Papua amankan seorang ASN Dukcapil

Minggu, 16 September 2018 - 11:39 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Aman Hasibuan/Elshinta
Istimewa. Foto: Aman Hasibuan/Elshinta

Elshinta.com - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Jayapura, Papua berinisial SZR (50) ditangkap oleh Tim Saber Pungli Kabupaten Jayapura pada Jumat (14/9).

Kepada Kontributor Elshinta Aman Hasibuan, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon di Papua, Minggu (16/9) mengatakan, SRZ ditangkap karena kedapatan melakukan pungutan liar (Pungli) pada warga dalam kepengurusan KTP elektronik berserta sejumlah uang.

“Penangkapan ini di pimpin Kasat Reskrim Polres Jayapura IPTU Oscar F. Rahadian bersama 5 personel Saber Pungli dan berhasil menangkap pelaku SZR yang merupakan oknum pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jayapura, yang mana oknum pegawai tersebut memberikan jasa pembuatan e-KTP Nasional kepada korban Herman Enok (31) dengan biaya sebesar Rp400 ribu,” ungkap dia.

Kapolres menjelaskan, penangkapan dilaksanakan setelah melakukan penyelidikan dan mendapat informasi dari berbagai sumber. Bersamaan dengan itu, korban Herman Enok (31) sedang memberikan biaya kepengurusan e-KTP Nasional sebesar Rp300 ribu di mana korban mengaku sebelumnya telah menyerahkan uang DP sebesar Rp100 ribu.

“Jadi pada hari Jumat tanggal 14 September pukul 13.00 WIT korban datang ke Dinas Dukcapil untuk mengambil KTP tersebut, pada saat korban menyerahkan uang sisa pembayaran jasa sebesar Rp300 ribu dan pada saat itu juga kami menangkap tangan pelaku SZR (50) oknum pegawai negeri sipil yang berdinas di Dukcapil," ujar Kapolres.

Dari operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, Tim Saber Pungli berhasil mengamankan barang bukti berupai satu buah e-KTP atas nama korban Herman Enok, sejumlah uang, ID card pelaku, dua lembar laporan kas bulanan, dua lembar catatan perjalanan dinas, dan sembilan lembar surat keterangan data base kependudukan.

“Pelaku SZR (50) hari ini kami tetapkan sebagai tersangka, pelaku kami jerat dengan pasal 12 huruf e undang-undang No 31 tahun 1999 tentang perubahan atas undang-undang No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 423 KUHP jo pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara," tandasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 22 September 2018 - 11:12 WIB

Polisi ringkus perampok-pemerkosaan di rumah WN Jerman

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 10:48 WIB

Anak Krakatau keluarkan 44 letusan

Musibah | 22 September 2018 - 10:24 WIB

Tim SAR gabungan hentikan pencarian turis Korsel di Lombok

Megapolitan | 22 September 2018 - 10:12 WIB

Trans Patriot siap beroperasi di Bekasi tahun ini

Musibah | 22 September 2018 - 09:48 WIB

BPBD: Api di Gunung Sumbing sudah padam

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 22 September 2018 - 11:12 WIB

Polisi ringkus perampok-pemerkosaan di rumah WN Jerman

Sabtu, 22 September 2018 - 09:48 WIB

BPBD: Api di Gunung Sumbing sudah padam

Sabtu, 22 September 2018 - 08:49 WIB

Suwito ditemukan warga dalam kondisi terikat di parit

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com