Senin, 19 November 2018 | 19:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Tim Saber Pungli Papua amankan seorang ASN Dukcapil

Minggu, 16 September 2018 - 11:39 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Aman Hasibuan/Elshinta
Istimewa. Foto: Aman Hasibuan/Elshinta

Elshinta.com - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Jayapura, Papua berinisial SZR (50) ditangkap oleh Tim Saber Pungli Kabupaten Jayapura pada Jumat (14/9).

Kepada Kontributor Elshinta Aman Hasibuan, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon di Papua, Minggu (16/9) mengatakan, SRZ ditangkap karena kedapatan melakukan pungutan liar (Pungli) pada warga dalam kepengurusan KTP elektronik berserta sejumlah uang.

“Penangkapan ini di pimpin Kasat Reskrim Polres Jayapura IPTU Oscar F. Rahadian bersama 5 personel Saber Pungli dan berhasil menangkap pelaku SZR yang merupakan oknum pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jayapura, yang mana oknum pegawai tersebut memberikan jasa pembuatan e-KTP Nasional kepada korban Herman Enok (31) dengan biaya sebesar Rp400 ribu,” ungkap dia.

Kapolres menjelaskan, penangkapan dilaksanakan setelah melakukan penyelidikan dan mendapat informasi dari berbagai sumber. Bersamaan dengan itu, korban Herman Enok (31) sedang memberikan biaya kepengurusan e-KTP Nasional sebesar Rp300 ribu di mana korban mengaku sebelumnya telah menyerahkan uang DP sebesar Rp100 ribu.

“Jadi pada hari Jumat tanggal 14 September pukul 13.00 WIT korban datang ke Dinas Dukcapil untuk mengambil KTP tersebut, pada saat korban menyerahkan uang sisa pembayaran jasa sebesar Rp300 ribu dan pada saat itu juga kami menangkap tangan pelaku SZR (50) oknum pegawai negeri sipil yang berdinas di Dukcapil," ujar Kapolres.

Dari operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, Tim Saber Pungli berhasil mengamankan barang bukti berupai satu buah e-KTP atas nama korban Herman Enok, sejumlah uang, ID card pelaku, dua lembar laporan kas bulanan, dua lembar catatan perjalanan dinas, dan sembilan lembar surat keterangan data base kependudukan.

“Pelaku SZR (50) hari ini kami tetapkan sebagai tersangka, pelaku kami jerat dengan pasal 12 huruf e undang-undang No 31 tahun 1999 tentang perubahan atas undang-undang No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 423 KUHP jo pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara," tandasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Jayapura, Papua berinisial SZR (50) ditangkap oleh Tim Saber Pungli Kabupaten Jayapura pada Jumat (14/9).

Kepada Kontributor Elshinta Aman Hasibuan, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon di Papua, Minggu (16/9) mengatakan, SRZ ditangkap karena kedapatan melakukan pungutan liar (Pungli) pada warga dalam kepengurusan KTP elektronik berserta sejumlah uang.

“Penangkapan ini di pimpin Kasat Reskrim Polres Jayapura IPTU Oscar F. Rahadian bersama 5 personel Saber Pungli dan berhasil menangkap pelaku SZR yang merupakan oknum pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jayapura, yang mana oknum pegawai tersebut memberikan jasa pembuatan e-KTP Nasional kepada korban Herman Enok (31) dengan biaya sebesar Rp400 ribu,” ungkap dia.

Kapolres menjelaskan, penangkapan dilaksanakan setelah melakukan penyelidikan dan mendapat informasi dari berbagai sumber. Bersamaan dengan itu, korban Herman Enok (31) sedang memberikan biaya kepengurusan e-KTP Nasional sebesar Rp300 ribu di mana korban mengaku sebelumnya telah menyerahkan uang DP sebesar Rp100 ribu.

“Jadi pada hari Jumat tanggal 14 September pukul 13.00 WIT korban datang ke Dinas Dukcapil untuk mengambil KTP tersebut, pada saat korban menyerahkan uang sisa pembayaran jasa sebesar Rp300 ribu dan pada saat itu juga kami menangkap tangan pelaku SZR (50) oknum pegawai negeri sipil yang berdinas di Dukcapil," ujar Kapolres.

Dari operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, Tim Saber Pungli berhasil mengamankan barang bukti berupai satu buah e-KTP atas nama korban Herman Enok, sejumlah uang, ID card pelaku, dua lembar laporan kas bulanan, dua lembar catatan perjalanan dinas, dan sembilan lembar surat keterangan data base kependudukan.

“Pelaku SZR (50) hari ini kami tetapkan sebagai tersangka, pelaku kami jerat dengan pasal 12 huruf e undang-undang No 31 tahun 1999 tentang perubahan atas undang-undang No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 423 KUHP jo pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara," tandasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 18:08 WIB

Polisi masih selidiki kasus mayat dalam drum

Senin, 19 November 2018 - 17:27 WIB

Polisi identifikasi penumpang Lion Air JT 610

Senin, 19 November 2018 - 16:53 WIB

Korban pembunuhan dalam tong mantan wartawan

Senin, 19 November 2018 - 16:02 WIB

Polisi bekuk pelaku penipuan rekrutmen PT KAI

Senin, 19 November 2018 - 15:27 WIB

Polisi ungkap prostitusi online `Sukabumi Asyik`

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com