Senin, 19 November 2018 | 02:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Stakeholders penentu gerakan perlindungan anak di desa

Minggu, 16 September 2018 - 11:52 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Misriadi/Elshinta
Istimewa. Foto: Misriadi/Elshinta

Elshinta.com - Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pengusaha, pemuda dan masyarakat yang  merupakan stakeholder di desa merupakan pemegang kunci dalam menggerakkan kegiatan perlindungan anak berbasis desa yang secara sistematis mencegah kekerasan terhadap anak di desa.

Demikian dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Sumatera, Nurlela di Medan, Sabtu (15/9).

“Rencana tindak lanjut yang telah disusun agar segera dapat dikoordinasikan pelaksanaannya kepada pemerintah sehingga antara pemerintah dan aktivis masyarakat dapat berkolaborasi membentuk PATBM sehingga kegiatan PATBM untuk perlindungan anak di desa dapat dilakukan secara terpadu” ujar Nurlela.

Menurut Nurlela, potensi desa termasuk dana desa seharusnya dapat lebih dimaksimalkan agar kualitas pencegahan kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah terhadap anak meningkat. Hal tersebut agar anak-anak tidak ada yang menjadi korban sedangkan pengusaha lokal maupun BUMN/D juga dapat berperan dalam menyelenggarakan perlindungan anak atau mendukung kegiatan PATBM.

Sementara itu Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan (PHP) Dinas P3A, Afini kepada Kontributor Elshinta Misriadi, menjelaskan bahwa pelatihan fasilitator PATBM tingkat kabupaten tersebut dilaksanakan pada 12-15 September 2018 oleh Dinas P3A Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dengan fasilitator Misran Lubis dan Sulaiman Zuhdi Manik dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Sumut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pengusaha, pemuda dan masyarakat yang  merupakan stakeholder di desa merupakan pemegang kunci dalam menggerakkan kegiatan perlindungan anak berbasis desa yang secara sistematis mencegah kekerasan terhadap anak di desa.

Demikian dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Sumatera, Nurlela di Medan, Sabtu (15/9).

“Rencana tindak lanjut yang telah disusun agar segera dapat dikoordinasikan pelaksanaannya kepada pemerintah sehingga antara pemerintah dan aktivis masyarakat dapat berkolaborasi membentuk PATBM sehingga kegiatan PATBM untuk perlindungan anak di desa dapat dilakukan secara terpadu” ujar Nurlela.

Menurut Nurlela, potensi desa termasuk dana desa seharusnya dapat lebih dimaksimalkan agar kualitas pencegahan kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah terhadap anak meningkat. Hal tersebut agar anak-anak tidak ada yang menjadi korban sedangkan pengusaha lokal maupun BUMN/D juga dapat berperan dalam menyelenggarakan perlindungan anak atau mendukung kegiatan PATBM.

Sementara itu Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan (PHP) Dinas P3A, Afini kepada Kontributor Elshinta Misriadi, menjelaskan bahwa pelatihan fasilitator PATBM tingkat kabupaten tersebut dilaksanakan pada 12-15 September 2018 oleh Dinas P3A Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dengan fasilitator Misran Lubis dan Sulaiman Zuhdi Manik dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Sumut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com