Terminal BBM Tanjung Uban urat nadi penyalur B20 di Kepulauan Riau
Minggu, 16 September 2018 - 12:26 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Diurnawan/Elshinta

Elshinta.com - PT Pertamina (Persero) menetapkan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Uban, Kepulauan Riau menjadi TBBM Utama yang akan menerima Fatty Acid Methyl Eter (FAME) dan menyalurkan Biodiesel 20 persen (B20) ke TBBM di sekitarnya. 

Direktur Logisitk Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo, menjelaskan TBBM Tanjung Uban sebagai Terminal Utama diestimasikan menyerap FAME sekitar 8.700 KL per bulan. FAME yang diblending dengan Solar menjadi B20, selanjutnya didistribusikan ke sejumlah TBBM sekitarnya antara lain TBBM Kijang, Kabil-Batam dan Natuna.

“Sejak berjalannya mandatori B20, TBBM Tanjung Uban sudah menerima FAME dan menyalurkan B20 Subsidi ke TBBM sekitarnya untuk selanjutnya disuplai ke SPBU, SPBB (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker), dan ASDP di wilayah Sumatra Utara, sebagian Kalimantan, serta Sulawesi Selatan,” ujarnya, di Tanjung Uban, Sabtu (15/9).

Menurut laporan Kontributor Elshinta Diurnawan, TBBM yang dibangun di atas area seluas 247 hektare ini memiliki tangki timbun dengan kapasitas sekitar 200 ribu kilo liter (KL), dilengkapi dengan fasilitas blending, sehingga dapat melakukan pencampuran FAME dan Solar menjadi B20.

Dia menjelaskan, selain Solar B20, TBBM Tanjung Uban ini juga menyalurkan bahan bakar jenis Premium, Kerosine, dan Pertamax Plus yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan BBM di Sumatera bagian utara, Sumatera bagian selatan, dan Kalimantan Barat. 

“Tanjung Uban memiliki peran yang sangat strategis untuk menyediakan energi, khususnya BBM bagi masyarakat di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, dan sekitarnya,” katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 25 Maret 2019 - 16:06 WIB
Elshinta.com - Direktur Pengelolaan Media Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo...
Senin, 25 Maret 2019 - 15:06 WIB
Elshinta.com - Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan agar kedua paslon capres-cawapre...
Senin, 25 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com - Selisih elektabilitas calon presiden pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin jauh dibandingk...
Senin, 25 Maret 2019 - 14:48 WIB
Elshinta.com - Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengatakan, tidak ditemukan pelanggaran dalam pel...
Senin, 25 Maret 2019 - 14:40 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi beredarnya ...
Senin, 25 Maret 2019 - 14:32 WIB
Elshinta.com - Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejaksaan RI di bawah pimpinan Ros Ellya...
Senin, 25 Maret 2019 - 14:27 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) pada hari ini, Senin (25/3) untuk pertama ka...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:55 WIB
Elshinta.com - PDIP sebagai pengusung capres Jokowi meraih elektabilitas tertinggi sebesar 26,8...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:36 WIB
Elshinta.com - Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang meneta...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:20 WIB
Elshinta.com - Akademisi Rocky Gerung tampak mengenakan jaket Partai Demokrat kala menghadiri k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)