Senin, 19 November 2018 | 19:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Tembus Rp40 ribu per kilogram, petani tembakau girang

Minggu, 16 September 2018 - 13:13 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MzH07K
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MzH07K

Elshinta.com - Para petani girang akibat harga tembakau rajang di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mencapai Rp40 ribu per kilogram selama beberapa pekan terakhir dan harga tersebut terbilang cukup tinggi di wilayah setempat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Perkebunan Semusim Evi Rosellawati, Minggu (16/9), mengatakan areal tanam tembakau musim tanam (MT) tahun 2018 di Probolinggo seluas 10.774 hektare.

"Petani merasa sangat bersyukur karena harganya sangat tinggi dan ini menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi para petani tembakau, sehingga diharapkan harganya terus naik seiring dengan meningkatnya kualitas tembakau," katanya di Kabupaten Probolinggo, sebagaimana dikutip Antara.

Menurutnya, hasil tembakau saat ini cukup bagus karena didukung cuaca dan kualitas tembakau yang bagus seiring pengembangan budidaya. ,Petani sudah menerapkan good agricultural practices (GAP) atau budi daya tanaman yang baik sesuai dengan standar yang ditentukan.

"Mulai dari pemilihan benih sehat, bermutu dan bersertifikat, kemudian pemupukan tepat waktu dan tepat dosis hingga penanganan pascapanen. Hal itu mampu menghasilkan tembakau yang berkualitas, sehingga harganya menembus Rp40 ribu per kilogram di tingkat petani," tuturnya.

Dalam hal pemasaran, lanjut dia, petani tembakau sudah tidak tergantung kepada gudang saja, karena saat ini sudah ada tengkulak yang mengambil langsung hasil panen tembakau petani. Kalau selalu menggantungkan kepada pihak pabrikan, kata dia, dikhawatirkan hasil panen petani tidak terambil.

"Tentunya ini menjadi solusi tatkala over produksi dan terjadi penawaran permintaan (supply demand) yang tidak seimbang. Dalam hal itu untuk mengantisipasi saat hasil panen petani banyak, tidak sampai rugi dan harganya bisa bersaing, terlebih kualitas dan mutu tembakaunya sudah bagus," ujar dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Para petani girang akibat harga tembakau rajang di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mencapai Rp40 ribu per kilogram selama beberapa pekan terakhir dan harga tersebut terbilang cukup tinggi di wilayah setempat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Perkebunan Semusim Evi Rosellawati, Minggu (16/9), mengatakan areal tanam tembakau musim tanam (MT) tahun 2018 di Probolinggo seluas 10.774 hektare.

"Petani merasa sangat bersyukur karena harganya sangat tinggi dan ini menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi para petani tembakau, sehingga diharapkan harganya terus naik seiring dengan meningkatnya kualitas tembakau," katanya di Kabupaten Probolinggo, sebagaimana dikutip Antara.

Menurutnya, hasil tembakau saat ini cukup bagus karena didukung cuaca dan kualitas tembakau yang bagus seiring pengembangan budidaya. ,Petani sudah menerapkan good agricultural practices (GAP) atau budi daya tanaman yang baik sesuai dengan standar yang ditentukan.

"Mulai dari pemilihan benih sehat, bermutu dan bersertifikat, kemudian pemupukan tepat waktu dan tepat dosis hingga penanganan pascapanen. Hal itu mampu menghasilkan tembakau yang berkualitas, sehingga harganya menembus Rp40 ribu per kilogram di tingkat petani," tuturnya.

Dalam hal pemasaran, lanjut dia, petani tembakau sudah tidak tergantung kepada gudang saja, karena saat ini sudah ada tengkulak yang mengambil langsung hasil panen tembakau petani. Kalau selalu menggantungkan kepada pihak pabrikan, kata dia, dikhawatirkan hasil panen petani tidak terambil.

"Tentunya ini menjadi solusi tatkala over produksi dan terjadi penawaran permintaan (supply demand) yang tidak seimbang. Dalam hal itu untuk mengantisipasi saat hasil panen petani banyak, tidak sampai rugi dan harganya bisa bersaing, terlebih kualitas dan mutu tembakaunya sudah bagus," ujar dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Senin, 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Senin, 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Senin, 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Senin, 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com