Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Perempuan / Kecantikan

Hati-hati, kandungan dalam makeup bisa sebabkan kemandulan

Minggu, 16 September 2018 - 15:15 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2QtYeGO
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QtYeGO

Elshinta.com - Sebuah penelitian yang diterbitkan di Environment International mengungkapkan kandungan sejumlah bahan kimia dalam make up dan produk-produk perawatan kulit kemungkinan bisa menyebabkan wanita jadi mandul atau bahkan terkena kanker payudara.

Kandungan kimia yang dimaksud di antaranya adalah paraben dan BPA yang diduga jadi "pembengkok gender" karena bisa menyebabkan pria menumbuhkan payudara mereka.

Setelah menganalisa 143-an wanita yang masih subur, para peneliti dari George Mason University, Virginia, Amerika Serikat menemukan mereka yang memiliki kandungan zat kimia tersebut dalam urin mereka memproduksi hormon reproduksi; estrogen dan progesteron dalam jumlah tak wajar.

Kelebihan estrogen sudah lama dikaitkan dengan fibroid dan sindrom ovarium polikistik.

Sementara kalau telalu sedikit estrogen bisa menghalangi telur untuk matang dan dilepaskan dari ovarium.

Kelebihan estrogen juga dikaitkan dengan kanker payudara dan perdarahan vagina yang tidak biasa.

Penelitian sebelumnya menunjukkan parabens, yang digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik dan perawatan kulit, meniru sifat estrogen dan dapat menyebabkan kanker, sementara Bisphenol A (BPA), yang ditambahkan ke parfum untuk membuat aroma bertahan lebih lama, telah dikaitkan dengan kemandulan.

"Penelitian ini adalah yang pertama untuk menguji campuran bahan kimia yang secara luas digunakan dalam produk perawatan pribadi dalam kaitannya dengan hormon pada wanita usia reproduktif yang sehat, menggunakan beberapa pengukuran keterpaparan di seluruh siklus menstruasi, yang diperbaiki pada penelitian yang bergantung pada satu atau dua ukuran bahan kimia," kata Dr Anna Pollack, ketua peneliti.

Selain paraben dan BPA, zat kimia yang berbahaya yang bisa ditemukan dalam kosmetik adalah klorofenol dan benzofenon.

Klorofenol digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik dan telah dikaitkan dengan jerawat, cedera hati dan kanker.

Benzofenon ditambahkan ke produk seperti lip balm dan pernis kuku untuk melindungi mereka terhadap sinar UV.

Benzofenon juga mencegah produk seperti sabun kehilangan warna dan aroma. Studi telah menghubungkan benzofenon dengan kanker dan kemandulan. "Apa yang harus kita ambil dari penelitian ini adalah bahwa kita mungkin perlu berhati-hati tentang bahan kimia dalam produk kecantikan dan perawatan pribadi yang kita gunakan," kata Pollack.

“Kami memiliki indikator awal bahwa bahan kimia seperti parabens dapat meningkatkan kadar estrogen. Jika temuan ini dikonfirmasi oleh penelitian tambahan, itu bisa memiliki implikasi untuk penyakit tergantung estrogen seperti kanker payudara," katanya, dikutip Antara dari Dailymail.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peluang | 23 Oktober 2018 - 19:55 WIB

Tips menjalani bisnis event organizer

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Evaluasi empat tahun Jokowi-JK, PSI: Pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:35 WIB

Menkes sebut angka kekerdilan turun jadi 30,8 persen

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 19:12 WIB

Wapres: Tidak ada dasar hukum pemerintah biayai saksi parpol

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 18:56 WIB

Wiranto: Umat Islam tidak mungkin sengaja bakar Bendera Tauhid

Elshinta.com - Sebuah penelitian yang diterbitkan di Environment International mengungkapkan kandungan sejumlah bahan kimia dalam make up dan produk-produk perawatan kulit kemungkinan bisa menyebabkan wanita jadi mandul atau bahkan terkena kanker payudara.

Kandungan kimia yang dimaksud di antaranya adalah paraben dan BPA yang diduga jadi "pembengkok gender" karena bisa menyebabkan pria menumbuhkan payudara mereka.

Setelah menganalisa 143-an wanita yang masih subur, para peneliti dari George Mason University, Virginia, Amerika Serikat menemukan mereka yang memiliki kandungan zat kimia tersebut dalam urin mereka memproduksi hormon reproduksi; estrogen dan progesteron dalam jumlah tak wajar.

Kelebihan estrogen sudah lama dikaitkan dengan fibroid dan sindrom ovarium polikistik.

Sementara kalau telalu sedikit estrogen bisa menghalangi telur untuk matang dan dilepaskan dari ovarium.

Kelebihan estrogen juga dikaitkan dengan kanker payudara dan perdarahan vagina yang tidak biasa.

Penelitian sebelumnya menunjukkan parabens, yang digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik dan perawatan kulit, meniru sifat estrogen dan dapat menyebabkan kanker, sementara Bisphenol A (BPA), yang ditambahkan ke parfum untuk membuat aroma bertahan lebih lama, telah dikaitkan dengan kemandulan.

"Penelitian ini adalah yang pertama untuk menguji campuran bahan kimia yang secara luas digunakan dalam produk perawatan pribadi dalam kaitannya dengan hormon pada wanita usia reproduktif yang sehat, menggunakan beberapa pengukuran keterpaparan di seluruh siklus menstruasi, yang diperbaiki pada penelitian yang bergantung pada satu atau dua ukuran bahan kimia," kata Dr Anna Pollack, ketua peneliti.

Selain paraben dan BPA, zat kimia yang berbahaya yang bisa ditemukan dalam kosmetik adalah klorofenol dan benzofenon.

Klorofenol digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik dan telah dikaitkan dengan jerawat, cedera hati dan kanker.

Benzofenon ditambahkan ke produk seperti lip balm dan pernis kuku untuk melindungi mereka terhadap sinar UV.

Benzofenon juga mencegah produk seperti sabun kehilangan warna dan aroma. Studi telah menghubungkan benzofenon dengan kanker dan kemandulan. "Apa yang harus kita ambil dari penelitian ini adalah bahwa kita mungkin perlu berhati-hati tentang bahan kimia dalam produk kecantikan dan perawatan pribadi yang kita gunakan," kata Pollack.

“Kami memiliki indikator awal bahwa bahan kimia seperti parabens dapat meningkatkan kadar estrogen. Jika temuan ini dikonfirmasi oleh penelitian tambahan, itu bisa memiliki implikasi untuk penyakit tergantung estrogen seperti kanker payudara," katanya, dikutip Antara dari Dailymail.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com