Sabtu, 17 November 2018 | 02:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Asia Pasific

13 meninggal, lima lainnya hilang akibat Topan Super Mangkhut di Filipina

Minggu, 16 September 2018 - 15:36 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Dampak Topan Super Mangkhut di Filipina, Sabtu (15/9). Sumber foto: https://bit.ly/2D2nXna
Dampak Topan Super Mangkhut di Filipina, Sabtu (15/9). Sumber foto: https://bit.ly/2D2nXna

Elshinta.com - Sedikitnya 13 meninggal dan lima orang lagi hilang saat Topan Super Mangkhut menerjang Filipina Utara pada Sabtu (15/9) pagi waktu setempat, kata beberapa pejabat penanganan bencana.

Dewan Penanganan dan Pengurangan Resiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) menyatakan dua petugas tanggap darurat meninggal akibat tanah longsor di Wilayah Administrasi Cordillera di Pulau Luzon, dan seorang anak perempuan diduga tewas akibat tenggelam di Sungai Marikina di Metro Manila.

Francis Tolentino, Penasehat Presiden Urusan Politik, mengatakan bahwa empat orang meninggal di Cayapa, Nueva Vizcaya, termasuk bayi yang berusia delapan bulan dan satu lagi berusia dua tahun.  "Rumah mereka tertimpa pohon," kata Tolentino.

NDRRMC juga menyatakan empat orang dilaporkan cedera. Namun, Wali Kota Baguio Mauricio Domogan mengatakan bahwa kantornya menerima laporan lima orang meninggal dan lima orang lagi hilang akibat tanah longsor di Kota Baguio.

Ricardo Jalad, Direktur Pelaksana NDRRMC, mengakui bahwa jumlah awal mengenai korban jiwa masih bertambah dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, NDRRMC belum mengeluarkan laporan resmi mengenai korban jiwa akibat topan super itu.

Topan Super Mangkhut, yang memasuki daratan pada pukul 01.40 waktu setempat pada Sabtu (15/9) di Filipina Utara, keluar dari negara Asia Tenggara tersebut pada malam harinya. Demikian laporan yang dikutip Antara dari Xinhua, di Jakarta, Minggu (16/9)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Sedikitnya 13 meninggal dan lima orang lagi hilang saat Topan Super Mangkhut menerjang Filipina Utara pada Sabtu (15/9) pagi waktu setempat, kata beberapa pejabat penanganan bencana.

Dewan Penanganan dan Pengurangan Resiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) menyatakan dua petugas tanggap darurat meninggal akibat tanah longsor di Wilayah Administrasi Cordillera di Pulau Luzon, dan seorang anak perempuan diduga tewas akibat tenggelam di Sungai Marikina di Metro Manila.

Francis Tolentino, Penasehat Presiden Urusan Politik, mengatakan bahwa empat orang meninggal di Cayapa, Nueva Vizcaya, termasuk bayi yang berusia delapan bulan dan satu lagi berusia dua tahun.  "Rumah mereka tertimpa pohon," kata Tolentino.

NDRRMC juga menyatakan empat orang dilaporkan cedera. Namun, Wali Kota Baguio Mauricio Domogan mengatakan bahwa kantornya menerima laporan lima orang meninggal dan lima orang lagi hilang akibat tanah longsor di Kota Baguio.

Ricardo Jalad, Direktur Pelaksana NDRRMC, mengakui bahwa jumlah awal mengenai korban jiwa masih bertambah dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, NDRRMC belum mengeluarkan laporan resmi mengenai korban jiwa akibat topan super itu.

Topan Super Mangkhut, yang memasuki daratan pada pukul 01.40 waktu setempat pada Sabtu (15/9) di Filipina Utara, keluar dari negara Asia Tenggara tersebut pada malam harinya. Demikian laporan yang dikutip Antara dari Xinhua, di Jakarta, Minggu (16/9)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 20:36 WIB

Kemenpan-RB inspeksi KJRI Hong Kong

Jumat, 16 November 2018 - 18:26 WIB

KJRI Jeddah minta perusahaan bayarkan gaji TKI

Jumat, 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com