WRI: Potensi hutan adat Riau sampai 300 ribu hektare
Minggu, 16 September 2018 - 16:27 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2Orxq8X

Elshinta.com - Organisasi riset nirlaba World Resources Institute (WRI) menyatakan ada sampai 300 ribu hektare hutan adat yang perlu diupayakan untuk mendapat pengakuan dari pemerintah di wilayah Riau.

"Di Riau potensi hutan adat sangat besar. Kalau digabung potensi indikatif kita mencapai 300 ribu hektare. Ini yang perlu didorong," kata Manager Regional WRI Sumatera Rahmad Hidayat di Pekanbaru, Minggu (16/9), seperti dikutip Antara.

Berdasarkan pemetaan WRI, potensi hutan adat tersebar di wilayah Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu. Dari ketiga wilayah itu, Kampar punya potensi hutan adat paling luas, sampai 203 ribu hektare. "Dilihat sekilas, rata-rata kawasan di Hulu yang bergunung itu secara adat masih cukup kuat karena pola interaksi mereka belum terlalu besar dengan dunia luar," kata Rahmad.

"Semakin ke hilir, semakin datar geografisnya, semakin hilang," ia menambahkan.

Dia mengatakan WRI bersama lembaga-lembaga nirlaba seperti Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Scale UP dan Bahtera Alam berupaya mendorong pemerintah daerah mengajukan pengakuan hutan adat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Rahmad mengatakan sampai sekarang belum ada hutan adat di Provinsi Riau yang mendapat pengakuan dari pemerintah, sementara wilayah Sumatera lain seperti Jambi dan Sumatera Selatan telah melangkah jauh dalam mengupayakan pengakuan terhadap hutan adat.

Ia berharap dalam waktu dekat pemerintah provinsi Riau mengambil langkah terobosan untuk mengupayakan pengakuan terhadap hutan adatnya.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga Agustus 2018 luas hutan adat di Indonesia mencapai 24.378,34 hektare.

Menurut Kepala Bagian Hutan Adat Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Prasetyo masih ada delapan hutan adat dengan luas sekitar 4.000 hektare yang sedang dalam proses mendapatkan pengakuan dari pemerintah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 23 Maret 2019 - 21:18 WIB
Elshinta.com - Sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian alam dan satwa liar, Pusat Latiha...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 19:22 WIB
Elshinta.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menemukan populasi...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:28 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 40 satwa dilindungi jenis unggas dan primata yang berhasil diselam...
Jumat, 22 Maret 2019 - 21:59 WIB
Elshinta.com - Sepanjang pesisir pantai di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) dita...
Jumat, 22 Maret 2019 - 21:49 WIB
Elshinta.com - Ratusan aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri bersama masyarakat Mambr...
Jumat, 22 Maret 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan dan Direktur Keuangan dan SD...
Kamis, 21 Maret 2019 - 10:44 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 200 hektare hutan bakau di Desa Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Te...
Kamis, 21 Maret 2019 - 07:10 WIB
Elshinta.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menga...
Rabu, 20 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com -Akibat ditutupnya area sampah di TPA Burangkeng Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Bara...
Jumat, 15 Maret 2019 - 12:55 WIB
Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengizinkan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)