KPU tegaskan pemilih ganda alami pengurangan
Minggu, 16 September 2018 - 15:58 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
KPU Pusat melangsungkan Rapat Pleno Terbuka, terkait Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019 di Kantor KPU Jakarta Pusat, Minggu (16/9) siang. Foto: Redaksi Elshinta (Paa)

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bahwa pemilih ganda dalam daftar pemilih tetap mengalami pengurangan setelah dilakukan pencermatan dan perbaikan.

Komisioner KPU Viryan Aziz dalam rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT) hasil perbaikan tingkat nasional di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Minggu (16/9) mengatakan rapat pleno ini merupakan tindak lanjut dari rapat pleno rekapitulasi DPT tingkat nasional pada 5 September 2018.

Ia menjelaskan pencermatan bersama digulirkan menyusul adanya masukan dari parpol dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) atas dugaan data ganda. "Jumlahnya sekarang kalau kami perhatikan mengalami pengurangan," ujar Viryan.

KPU, kata dia, telah melakukan pertemuan dengan pengurus parpol tingkat pusat dan Bawaslu sebanyak empat kali setelah rapat pleno rekapitulasi DPT tingkat nasional pada 5 September.

Pertemuan tersebut dilakukan guna mengkoordinasikan pergerakan dan perubahan dugaan data ganda yang tengah dilakukan penyisiran bersama.

"Data yang disampaikan oleh Bawaslu jumlahnya 131 ribu pada tanggal 6 September itu juga langsung kami serahkan ke KPU provinsi untuk dilakukan pencermatan bersama. Dari hasil pencermatan tersebut, jumlahnya sudah berkurang sangat besar," ujar Viryan, seperti dikutip Antara.

Hasil penyempurnaan yang dilakukan berjenjang dari kabupaten dan nasional, untuk data pemilih dalam negeri berjumlah 185.846.029, sementara data pemilih luar negeri dari 130 perwakilan, sejumlah 2.025.344," kata Viryan.

Viryan menambahkan perubahan data terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimatan Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Barat. Pencermatan data dilakukan hingga empat kali.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:16 WIB
Elshinta.com -Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara apel gelar pasukan tiga pilar plus berte...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:53 WIB
Elshinta.com -Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang, Sumatera Barat Dorri Putra men...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:28 WIB
Elshinta.com -Distribusi logistik khususnya surat suara Pemilu 2019 ke Kabupaten Sukoharjo mela...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:03 WIB
Elshinta.com - Hari ini, Selasa (26/3) komisioner KPU RI, Pramono Ubay melakukan pantauan ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 13:34 WIB
Elshinta.com -Banyaknya surat suara yang ditemukan rusak pada saat pelipatan dan pensortiran, K...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:39 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan golput itu haram. Masyarakat ...
Senin, 25 Maret 2019 - 16:36 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan masyarakat harus menggunakan hak p...
Senin, 25 Maret 2019 - 15:38 WIB
Elshinta.com - KPU Kota Malang batalkan keikutsertaan dua partai politik di Pemilu 2019. ...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:46 WIB
Elshinta.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta para anggota Pelajar...
Senin, 25 Maret 2019 - 11:04 WIB
Elshinta.com - Pemilu Serentak 2019 akan berlangsung kurang dari sebulan lagi. Namun, Bawa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)