Rabu, 21 November 2018 | 09:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Cirebon masih berpotensi kekeringan ekstrem

Minggu, 16 September 2018 - 18:36 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2wbAC0m
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2wbAC0m

Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, memprakirakan wilayah Cirebon masih berpotensi terjadi kekeringan ekstrem, untuk itu masyarakat diharapkan terus siaga menghadapi dampak musim kemarau tersebut.

"Beberapa wilayah masih mengalami hari tanpa hujan kriteria panjang dan berpotensi kekeringan ekstrem," kata Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn di Majalengka, Minggu (16/9).

Menurut dia daerah yang berkategori kekeringan ekstrem, yaitu daerah yang terjadi hari tanpa hujan panjang atau lebih dari 60 hari dan itu terjadi di beberapa wilayah Cirebon.

Dan semua wilayah Cirebon yaitu Kabupaten/Kota Cirebon, Indramayu dan Majalengka, masih berpotensi kekeringan ekstrem, terkecuali Kabupaten Kuningan yang sudah masuk hari tanpa hujan kategori pendek. "Hari tanpa hujan kategori ekstrem tercatat di Cirebon utara yakni pada pos hujan Wanasaba Kidul mencapai 137 hari, Cangkol 137 hari, Sindang Jawa 136 hari, pos hujan Tukmudal 109 hari, Majalengka selatan dan Indramayu," tambahnya, seperti dikutip Antara.

Dia mengemukakan berdasarkan Peta Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut per 10 September 2018, sebagian besar daerah Indramayu, Majalengka, Kuningan dan Cirebon diperkirakan terjadi hari tanpa hujan kriteria sangat panjang, yakni 31 sampai 60 hari.

Ia juga menyarankan kepada pemerintah dan masyarakat untuk menyediakan air bersih di wilayah yang diprakirakan terjadi hari tanpa hujan kriteria panjang atau kekeringan ekstrem "Diharapkan pemerintah daerah maupun instansi lainnya juga menyiapkan bantuan air bersih ke daerah tersebut," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, memprakirakan wilayah Cirebon masih berpotensi terjadi kekeringan ekstrem, untuk itu masyarakat diharapkan terus siaga menghadapi dampak musim kemarau tersebut.

"Beberapa wilayah masih mengalami hari tanpa hujan kriteria panjang dan berpotensi kekeringan ekstrem," kata Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn di Majalengka, Minggu (16/9).

Menurut dia daerah yang berkategori kekeringan ekstrem, yaitu daerah yang terjadi hari tanpa hujan panjang atau lebih dari 60 hari dan itu terjadi di beberapa wilayah Cirebon.

Dan semua wilayah Cirebon yaitu Kabupaten/Kota Cirebon, Indramayu dan Majalengka, masih berpotensi kekeringan ekstrem, terkecuali Kabupaten Kuningan yang sudah masuk hari tanpa hujan kategori pendek. "Hari tanpa hujan kategori ekstrem tercatat di Cirebon utara yakni pada pos hujan Wanasaba Kidul mencapai 137 hari, Cangkol 137 hari, Sindang Jawa 136 hari, pos hujan Tukmudal 109 hari, Majalengka selatan dan Indramayu," tambahnya, seperti dikutip Antara.

Dia mengemukakan berdasarkan Peta Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut per 10 September 2018, sebagian besar daerah Indramayu, Majalengka, Kuningan dan Cirebon diperkirakan terjadi hari tanpa hujan kriteria sangat panjang, yakni 31 sampai 60 hari.

Ia juga menyarankan kepada pemerintah dan masyarakat untuk menyediakan air bersih di wilayah yang diprakirakan terjadi hari tanpa hujan kriteria panjang atau kekeringan ekstrem "Diharapkan pemerintah daerah maupun instansi lainnya juga menyiapkan bantuan air bersih ke daerah tersebut," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com