Senin, 19 November 2018 | 21:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Masyarakat diimbau waspadai investasi bodong via internet

Minggu, 16 September 2018 - 19:29 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2xajJob
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xajJob

Elshinta.com - Kepala Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengimbau masyarakat tidak mudah percaya ikut investasi ditawarkan oknum tertentu yang saat ini semakin marak dilakukan melalui jaringan internet.

"Kami tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran produk atau kegiatan usaha dari entitas yang tidak memiliki izin usaha pemasaran produk dan penawaran investasi. Terlebih saat ini kegiatan tersebut marak di lakukan dengan sistem on line," kata Tongam L Tobing di Jakarta, Minggu (16/9).

Pihaknya, terus mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risikonya. "Satgas Waspada Investasi secara berkesinambungan melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari kerugian investasi ilegal," kata dia.

Dia mengingatkan, apalagi bila entitas itu menjanjikan imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal, jelas hal itu patut dicurigai. "Untuk mengetahui suatu investasi itu bodong atau tidak, kuncinya adalah 2L (legal dan logis). Sebelum anda ingin berinvestasi pada satu entitas, lihat dulu legalitasnya, kemudian pikirkan kembali, logis atau tidak produk yang ditawarkan," kata Tongam, seperti dikutip Antara.

Untuk mengindari maraknya penupuan investasi bodong, Tongam menyatakan bahwa peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama untuk mengecek legalitas dan kegiatan entitas tersebut. Jika ada yang mencurigakan, katanya, segera melaporkan kepada OJK atau pihak berwajib.

"Penanganan yang dilakukan oleh Satgas Waspada Investasi ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang telah menyampaikan laporan atau pengaduan. Selain penipuan secara langsung, kini juga berkembang investasi bodong via digitial," katanya.

Dirinya juga mengatakan, pihaknya telah menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan usaha "peer to peer" lending namun tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK.

"Berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi pada Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Fintech Peer-To-Peer Lending) tanpa izin OJK sesuai POJK 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat," kata dia.

Dengan temuan ini, jumlah peer to peer lending tidak berijin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi menjadi 407 entitas, setelah pada temuan sebelumnya Satgas menemukan 227 entitas peer to peer lending yang beroperasi tanpa izin OJK.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 19 November 2018 - 21:35 WIB

Peralatan olahraga eks Asian Games 2018 diinventarisasi

Bencana Alam | 19 November 2018 - 21:26 WIB

BPBD Purbalingga minta warga waspadai bencana

Aktual Luar Negeri | 19 November 2018 - 21:18 WIB

Kapolri sepakat tingkatkan kerja sama penegakan hukum dengan AS

Hukum | 19 November 2018 - 21:07 WIB

Kejaksaan Agung tunda eksekusi Baiq Nuril

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:57 WIB

Kodam III Siliwangi tandatangani zona integritas menuju WBK

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:44 WIB

Disnakertrans Karawang khawatir kenaikan UMK memicu PHK

Elshinta.com - Kepala Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengimbau masyarakat tidak mudah percaya ikut investasi ditawarkan oknum tertentu yang saat ini semakin marak dilakukan melalui jaringan internet.

"Kami tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran produk atau kegiatan usaha dari entitas yang tidak memiliki izin usaha pemasaran produk dan penawaran investasi. Terlebih saat ini kegiatan tersebut marak di lakukan dengan sistem on line," kata Tongam L Tobing di Jakarta, Minggu (16/9).

Pihaknya, terus mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risikonya. "Satgas Waspada Investasi secara berkesinambungan melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari kerugian investasi ilegal," kata dia.

Dia mengingatkan, apalagi bila entitas itu menjanjikan imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal, jelas hal itu patut dicurigai. "Untuk mengetahui suatu investasi itu bodong atau tidak, kuncinya adalah 2L (legal dan logis). Sebelum anda ingin berinvestasi pada satu entitas, lihat dulu legalitasnya, kemudian pikirkan kembali, logis atau tidak produk yang ditawarkan," kata Tongam, seperti dikutip Antara.

Untuk mengindari maraknya penupuan investasi bodong, Tongam menyatakan bahwa peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama untuk mengecek legalitas dan kegiatan entitas tersebut. Jika ada yang mencurigakan, katanya, segera melaporkan kepada OJK atau pihak berwajib.

"Penanganan yang dilakukan oleh Satgas Waspada Investasi ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang telah menyampaikan laporan atau pengaduan. Selain penipuan secara langsung, kini juga berkembang investasi bodong via digitial," katanya.

Dirinya juga mengatakan, pihaknya telah menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan usaha "peer to peer" lending namun tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK.

"Berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi pada Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Fintech Peer-To-Peer Lending) tanpa izin OJK sesuai POJK 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat," kata dia.

Dengan temuan ini, jumlah peer to peer lending tidak berijin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi menjadi 407 entitas, setelah pada temuan sebelumnya Satgas menemukan 227 entitas peer to peer lending yang beroperasi tanpa izin OJK.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 21:07 WIB

Kejaksaan Agung tunda eksekusi Baiq Nuril

Senin, 19 November 2018 - 20:07 WIB

MUI: Maulid tingkatkan ketakwaan kepada Allah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com