TKRN PMI 2018 akan bahas sumber air di kawasan Waduk Juanda Jatiluhur
Minggu, 16 September 2018 - 21:58 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Konservasi sumber air Waduk Juanda Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat, akan dijadikan pembahasan pada Temu Karya Relawan Nasional Palang Merah Indonesia (TKRN PMI) 2018 yang digelar dikawasan Waduk Juanda Jatiluhur.

Waduk Juanda dapat menunjang program nasional, karena telah memiliki banyak fungsi diantaranya untuk pertanian, industri, rekreasi serta aktivitas lingkungan. Demikian dikatakan Direktur utama PJT ll Jatiluhur Purwakarta, Joko Saputro, Minggu (16/9), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandy.

Menurut Joko, pembahasan konservasi alam dalam hal air adalah prioritas dari pihak pengelola Waduk Juanda Jatiluhur untuk dijadikan pembahasan pada TKRN PMI, karena berkaitan dengan program Citarum Harum yang telah menjadi perhatian semua pihak akibat secara akses, kwantitas dan kualitas air keadaanya semakin menurun padahal kebutuhan air terus bertambah menyusul, meningkatnya populasi penduduk.

Air Waduk Juanda Jatiluhur sekitar 90 persen pertahun digunakan untuk kebutuhan pertanian, sekitar 300.000 ha pertanian di Jawa Barat dapat dialiri dari waduk tersebut dengan menghasilkan produksi padi sekitar 5,5 ton perhektar permusim.

Untuk melindungi sumber daya air di waduk tersebut menurut Joko, sejumlah upaya telah dilakukan diantaranya, efisiensi, memelihara serta meningkatkan kualitas air dan membersihkan kramba agar penjernihan air dapat dilakukan secara alami.

Dengan digelarnya temu karya nasional PMI di kawasan Waduk Juanda Jatiluhur yang diikuti oleh 34 provinsi dengan 514 kabupaten kota di Indonesia serta relawan dari mancanegara, keberadaanya dapat diketahui seluruh masyarakat Indonesia khususnya, karena telah memiliki kontribusi membangun negeri.

Sementara menurut ketua panitia temu karya relawan nasional PMI yaitu Muhamad Muas, bahwa acara ini digelar dengan camping ground dari 17-22 September mendatang, selain  evaluasi relawan dilingkungan PMI juga membahas lingkungan diantaranya konservasi sumber air Waduk Juanda Jatiluhur, sehingga Jatiluhur dipilih karena memiliki suasana kehidupan bangsa dan merupakan aset dari pemerintah serta aset genarasi bangsa.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 23 Maret 2019 - 21:18 WIB
Elshinta.com - Sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian alam dan satwa liar, Pusat Latiha...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 19:22 WIB
Elshinta.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menemukan populasi...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:28 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 40 satwa dilindungi jenis unggas dan primata yang berhasil diselam...
Jumat, 22 Maret 2019 - 21:59 WIB
Elshinta.com - Sepanjang pesisir pantai di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) dita...
Jumat, 22 Maret 2019 - 21:49 WIB
Elshinta.com - Ratusan aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri bersama masyarakat Mambr...
Jumat, 22 Maret 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan dan Direktur Keuangan dan SD...
Kamis, 21 Maret 2019 - 10:44 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 200 hektare hutan bakau di Desa Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Te...
Kamis, 21 Maret 2019 - 07:10 WIB
Elshinta.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menga...
Rabu, 20 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com -Akibat ditutupnya area sampah di TPA Burangkeng Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Bara...
Jumat, 15 Maret 2019 - 12:55 WIB
Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengizinkan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)