Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:54 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Lingkungan

TKRN PMI 2018 akan bahas sumber air di kawasan Waduk Juanda Jatiluhur

Minggu, 16 September 2018 - 21:58 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Konservasi sumber air Waduk Juanda Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat, akan dijadikan pembahasan pada Temu Karya Relawan Nasional Palang Merah Indonesia (TKRN PMI) 2018 yang digelar dikawasan Waduk Juanda Jatiluhur.

Waduk Juanda dapat menunjang program nasional, karena telah memiliki banyak fungsi diantaranya untuk pertanian, industri, rekreasi serta aktivitas lingkungan. Demikian dikatakan Direktur utama PJT ll Jatiluhur Purwakarta, Joko Saputro, Minggu (16/9), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandy.

Menurut Joko, pembahasan konservasi alam dalam hal air adalah prioritas dari pihak pengelola Waduk Juanda Jatiluhur untuk dijadikan pembahasan pada TKRN PMI, karena berkaitan dengan program Citarum Harum yang telah menjadi perhatian semua pihak akibat secara akses, kwantitas dan kualitas air keadaanya semakin menurun padahal kebutuhan air terus bertambah menyusul, meningkatnya populasi penduduk.

Air Waduk Juanda Jatiluhur sekitar 90 persen pertahun digunakan untuk kebutuhan pertanian, sekitar 300.000 ha pertanian di Jawa Barat dapat dialiri dari waduk tersebut dengan menghasilkan produksi padi sekitar 5,5 ton perhektar permusim.

Untuk melindungi sumber daya air di waduk tersebut menurut Joko, sejumlah upaya telah dilakukan diantaranya, efisiensi, memelihara serta meningkatkan kualitas air dan membersihkan kramba agar penjernihan air dapat dilakukan secara alami.

Dengan digelarnya temu karya nasional PMI di kawasan Waduk Juanda Jatiluhur yang diikuti oleh 34 provinsi dengan 514 kabupaten kota di Indonesia serta relawan dari mancanegara, keberadaanya dapat diketahui seluruh masyarakat Indonesia khususnya, karena telah memiliki kontribusi membangun negeri.

Sementara menurut ketua panitia temu karya relawan nasional PMI yaitu Muhamad Muas, bahwa acara ini digelar dengan camping ground dari 17-22 September mendatang, selain  evaluasi relawan dilingkungan PMI juga membahas lingkungan diantaranya konservasi sumber air Waduk Juanda Jatiluhur, sehingga Jatiluhur dipilih karena memiliki suasana kehidupan bangsa dan merupakan aset dari pemerintah serta aset genarasi bangsa.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Evaluasi empat tahun Jokowi-JK, PSI: Pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:35 WIB

Menkes sebut angka kekerdilan turun jadi 30,8 persen

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 19:12 WIB

Wapres: Tidak ada dasar hukum pemerintah biayai saksi parpol

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 18:56 WIB

Wiranto: Umat Islam tidak mungkin sengaja bakar Bendera Tauhid

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Kemenkumham: Dana kampanye harus masuk pembukuan khusus

Elshinta.com - Konservasi sumber air Waduk Juanda Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat, akan dijadikan pembahasan pada Temu Karya Relawan Nasional Palang Merah Indonesia (TKRN PMI) 2018 yang digelar dikawasan Waduk Juanda Jatiluhur.

Waduk Juanda dapat menunjang program nasional, karena telah memiliki banyak fungsi diantaranya untuk pertanian, industri, rekreasi serta aktivitas lingkungan. Demikian dikatakan Direktur utama PJT ll Jatiluhur Purwakarta, Joko Saputro, Minggu (16/9), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandy.

Menurut Joko, pembahasan konservasi alam dalam hal air adalah prioritas dari pihak pengelola Waduk Juanda Jatiluhur untuk dijadikan pembahasan pada TKRN PMI, karena berkaitan dengan program Citarum Harum yang telah menjadi perhatian semua pihak akibat secara akses, kwantitas dan kualitas air keadaanya semakin menurun padahal kebutuhan air terus bertambah menyusul, meningkatnya populasi penduduk.

Air Waduk Juanda Jatiluhur sekitar 90 persen pertahun digunakan untuk kebutuhan pertanian, sekitar 300.000 ha pertanian di Jawa Barat dapat dialiri dari waduk tersebut dengan menghasilkan produksi padi sekitar 5,5 ton perhektar permusim.

Untuk melindungi sumber daya air di waduk tersebut menurut Joko, sejumlah upaya telah dilakukan diantaranya, efisiensi, memelihara serta meningkatkan kualitas air dan membersihkan kramba agar penjernihan air dapat dilakukan secara alami.

Dengan digelarnya temu karya nasional PMI di kawasan Waduk Juanda Jatiluhur yang diikuti oleh 34 provinsi dengan 514 kabupaten kota di Indonesia serta relawan dari mancanegara, keberadaanya dapat diketahui seluruh masyarakat Indonesia khususnya, karena telah memiliki kontribusi membangun negeri.

Sementara menurut ketua panitia temu karya relawan nasional PMI yaitu Muhamad Muas, bahwa acara ini digelar dengan camping ground dari 17-22 September mendatang, selain  evaluasi relawan dilingkungan PMI juga membahas lingkungan diantaranya konservasi sumber air Waduk Juanda Jatiluhur, sehingga Jatiluhur dipilih karena memiliki suasana kehidupan bangsa dan merupakan aset dari pemerintah serta aset genarasi bangsa.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com