Puluhan warga Cugenang mengalami keracunan
Minggu, 16 September 2018 - 20:12 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Lima puluh orang warga Kampung Seuseupan, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, mengalami keracunan massal, 30 orang diantaranya dirujuk ke RSUD Cianjur untuk mendapat pertolongan medis intensif.

Informasi dihimpun keracunan massal itu, berawal ketika warga menyantap hidangan yang dibagikan saat acara syukuran di rumah Misbahudin Kepala Desa Wangunjaya yang baru pulang dari Tanah Suci.

"Sebagian kecil warga mulai merasana gejala keracunan Sabtu (15/9) siang. Namun jumlah yang tidak banyak membuat mereka yang mengalami gejala awal, menganggap hanya mual dan pusing biasa," kata Camat Cugenang, Slamet Riyadi saat dihubungi Minggu (16/9), seperti dikutip Antara.

Namun, Minggu siang jumlah warga yang mengeluhkan hal yang sama bertambah banyak, jumlahnya mencapai puluhan orang, sehingga dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapat pertolongan medis. "Kami langsung berkordinasi dengan pihak puskesmas dan dinas kesehatan terkait keracunan masal setelah menyatap makanan dari sykuran pulang dari haji itu. Kami sudah mengambil sampel makanan yang disantap warga," jelasnya. 

Ia menambahkan, belum tahu secara pasti dari makanan mana yang menyebabkan warga keracunan, namun sampel makanan sudah dibawa untuk diuji laboratorium. "Kami masih menunggu hasil lab makanan yang mana menjadi penyebab warga keracunan," katanya.

Sementara itu,  Petugas RSUD Cianjur, Malfi Alman, mengatakan jumlah korban keracunan yang masuk ke RSUD sebanyak 34 orang, 15 orang laki-laki, 15 orang perempuan dan 4 orang anak balita. 

Sebagian besar korban mengeluhkan pusing, mual dan lemas, sehingga pihaknya langsung memberikan penanganan agar korban yang mengalami dehidrasi berat itu, segera membaik. "Sebagian besar sudah mulai membaik setelah diinfus dan diberi obat. Hingga malam ini, jumlah warga yang dirawat di RSUD Cianjur, 30 orang. Sedangkan empat orang diantaranya sudah diperbolehkan pulang," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:43 WIB
Elshinta.com -Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama memberikan sanksi kepada ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Lembaga survei Indomedia Poll membongkar profil dan visi kebangsaan caleg-caleg ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Konsumsi elpiji non subsidi di wilayah DI Yogyakarta mengalami tren peningk...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (26/3) melakukan pemeri...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com -Bupati Majalengka, Karna Sobahi, resmi meluncurkan `Majalengka Raharja Quick Resp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Wakil Bupati Lumajang Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan orang yang mendapat...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Hakim Konstitusi Aswanto hari ini, Selasa (26/3) mengucapkan sumpah sebagai...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat kecewa atas sikap Uni Eropa dalam meng...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:34 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata u...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:59 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau kepada seluruh penyelenggara n...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)