Senin, 19 November 2018 | 19:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Puluhan warga Cugenang mengalami keracunan

Minggu, 16 September 2018 - 20:12 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Lima puluh orang warga Kampung Seuseupan, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, mengalami keracunan massal, 30 orang diantaranya dirujuk ke RSUD Cianjur untuk mendapat pertolongan medis intensif.

Informasi dihimpun keracunan massal itu, berawal ketika warga menyantap hidangan yang dibagikan saat acara syukuran di rumah Misbahudin Kepala Desa Wangunjaya yang baru pulang dari Tanah Suci.

"Sebagian kecil warga mulai merasana gejala keracunan Sabtu (15/9) siang. Namun jumlah yang tidak banyak membuat mereka yang mengalami gejala awal, menganggap hanya mual dan pusing biasa," kata Camat Cugenang, Slamet Riyadi saat dihubungi Minggu (16/9), seperti dikutip Antara.

Namun, Minggu siang jumlah warga yang mengeluhkan hal yang sama bertambah banyak, jumlahnya mencapai puluhan orang, sehingga dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapat pertolongan medis. "Kami langsung berkordinasi dengan pihak puskesmas dan dinas kesehatan terkait keracunan masal setelah menyatap makanan dari sykuran pulang dari haji itu. Kami sudah mengambil sampel makanan yang disantap warga," jelasnya. 

Ia menambahkan, belum tahu secara pasti dari makanan mana yang menyebabkan warga keracunan, namun sampel makanan sudah dibawa untuk diuji laboratorium. "Kami masih menunggu hasil lab makanan yang mana menjadi penyebab warga keracunan," katanya.

Sementara itu,  Petugas RSUD Cianjur, Malfi Alman, mengatakan jumlah korban keracunan yang masuk ke RSUD sebanyak 34 orang, 15 orang laki-laki, 15 orang perempuan dan 4 orang anak balita. 

Sebagian besar korban mengeluhkan pusing, mual dan lemas, sehingga pihaknya langsung memberikan penanganan agar korban yang mengalami dehidrasi berat itu, segera membaik. "Sebagian besar sudah mulai membaik setelah diinfus dan diberi obat. Hingga malam ini, jumlah warga yang dirawat di RSUD Cianjur, 30 orang. Sedangkan empat orang diantaranya sudah diperbolehkan pulang," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Lima puluh orang warga Kampung Seuseupan, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, mengalami keracunan massal, 30 orang diantaranya dirujuk ke RSUD Cianjur untuk mendapat pertolongan medis intensif.

Informasi dihimpun keracunan massal itu, berawal ketika warga menyantap hidangan yang dibagikan saat acara syukuran di rumah Misbahudin Kepala Desa Wangunjaya yang baru pulang dari Tanah Suci.

"Sebagian kecil warga mulai merasana gejala keracunan Sabtu (15/9) siang. Namun jumlah yang tidak banyak membuat mereka yang mengalami gejala awal, menganggap hanya mual dan pusing biasa," kata Camat Cugenang, Slamet Riyadi saat dihubungi Minggu (16/9), seperti dikutip Antara.

Namun, Minggu siang jumlah warga yang mengeluhkan hal yang sama bertambah banyak, jumlahnya mencapai puluhan orang, sehingga dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapat pertolongan medis. "Kami langsung berkordinasi dengan pihak puskesmas dan dinas kesehatan terkait keracunan masal setelah menyatap makanan dari sykuran pulang dari haji itu. Kami sudah mengambil sampel makanan yang disantap warga," jelasnya. 

Ia menambahkan, belum tahu secara pasti dari makanan mana yang menyebabkan warga keracunan, namun sampel makanan sudah dibawa untuk diuji laboratorium. "Kami masih menunggu hasil lab makanan yang mana menjadi penyebab warga keracunan," katanya.

Sementara itu,  Petugas RSUD Cianjur, Malfi Alman, mengatakan jumlah korban keracunan yang masuk ke RSUD sebanyak 34 orang, 15 orang laki-laki, 15 orang perempuan dan 4 orang anak balita. 

Sebagian besar korban mengeluhkan pusing, mual dan lemas, sehingga pihaknya langsung memberikan penanganan agar korban yang mengalami dehidrasi berat itu, segera membaik. "Sebagian besar sudah mulai membaik setelah diinfus dan diberi obat. Hingga malam ini, jumlah warga yang dirawat di RSUD Cianjur, 30 orang. Sedangkan empat orang diantaranya sudah diperbolehkan pulang," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Senin, 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Senin, 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Senin, 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Senin, 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com