Bawaslu minta KPU menindaklanjuti putusan MA
Minggu, 16 September 2018 - 21:34 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2NBQIeC

Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu meminta Komisi Pemilihan Umum untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung yang menyatakan mantan narapidana kasus tindak pidana korupsi diperbolehkan untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

"KPU harus segera merevisi Peraturan KPU itu dalam waktu secepatnya, karena tanggal 20 September sudah penetapan daftar caleg tetap  (DCT)," kata Ketua Bawaslu Abhan usai Rapat Pleno Rekapitulasi DPT Hasil Perbaikan di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (16/9).

KPU juga harus berkonsultasi dengan DPR agar keputusan untuk merevisi PKPU bisa dilakukan segera. "Konsultasi kepada DPR bisa dilakukan secara tertulis karena mendesak. Tapi agar tak jadi persoalan, ya secepatnya tanggal 20 sudah DCT," ucap Abhan, seperti dikutip Antara.

Bawaslu menyebutkan ada 41 bakal caleg yang pernah bermasalah dengan kasus korupsi, yakni tiga dari DPD dan 38 dari DPRD tingkat kabupaten dan provinsi.

Mengenai adanya wacana untuk surat suara bagi mantan narapidana korupsi, Bawaslu menyerahkannya ke KPU. Namun paling tidak masyarakat harus tahu rekam jejak politikus yang pernah menjadi narapidana korupsi. "Bagi kami minimal, CV dari calon itu harus dibuka," tutur Abhan. 

Uji materi terkait larangan mantan narapidana kasus korupsi, bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak untuk menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dalam Pemilu 2019 sudah diputus oleh MA pada Kamis (13/9).

Dalam pertimbangannya, MA menyatakan bahwa ketentuan yang digugat oleh para pemohon bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi, yaitu UU 7/2017 (UU Pemilu).

Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa mantan terpidana kasus korupsi diperbolehkan mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten-kota asalkan memenuhi beberapa persyaratan.

Putusan MA tersebut juga mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji UU Pemilu yang menyebutkan bahwa mantan terpidana diperbolehkan mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten-kota asalkan yang bersangkutan mengakui kesalahannya di depan publik. Adapun perkara uji materi yang dimohonkan oleh Wa Ode Nurhayati dan KPU ini diperiksa dan diputus oleh tiga hakim agung, yaitu Irfan Fachrudin, Yodi Martono, dan Supandi, dengan nomor perkara 45 P/HUM/2018.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:16 WIB
Elshinta.com -Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara apel gelar pasukan tiga pilar plus berte...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:53 WIB
Elshinta.com -Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang, Sumatera Barat Dorri Putra men...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:28 WIB
Elshinta.com -Distribusi logistik khususnya surat suara Pemilu 2019 ke Kabupaten Sukoharjo mela...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:03 WIB
Elshinta.com - Hari ini, Selasa (26/3) komisioner KPU RI, Pramono Ubay melakukan pantauan ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 13:34 WIB
Elshinta.com -Banyaknya surat suara yang ditemukan rusak pada saat pelipatan dan pensortiran, K...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:39 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan golput itu haram. Masyarakat ...
Senin, 25 Maret 2019 - 16:36 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan masyarakat harus menggunakan hak p...
Senin, 25 Maret 2019 - 15:38 WIB
Elshinta.com - KPU Kota Malang batalkan keikutsertaan dua partai politik di Pemilu 2019. ...
Senin, 25 Maret 2019 - 13:46 WIB
Elshinta.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta para anggota Pelajar...
Senin, 25 Maret 2019 - 11:04 WIB
Elshinta.com - Pemilu Serentak 2019 akan berlangsung kurang dari sebulan lagi. Namun, Bawa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)